Birth

Memulihkan Bekas Luka Caesar

Mother & Baby (Indonesia) - - Agustus -

Persalinan Caesar dilakukan dengan sayatan horizontal di dekat garis rambut kemaluan, sekitar 10-15 cm. Posisi sayatan yang berada di perut bagian bawah, membuat bekas luka biasanya tidak akan terlihat. Sebelum Moms keluar dari rumah sakit, dokter bisa melepaskan jahitan bila memang sudah waktunya. Kalaupun tidak, pada pertemuan berikutnya, dokter baru melepaskan jahitan. Setelah itu, bekas sayatan akan ditutup dengan plester. Ada juga yang jahitannya melebur dengan sendirinya sehingga tidak perlu dilepas. Ketika lukanya masih tergolong baru, sekitar 2 minggu usai operasi, dokter akan mewanti-wanti Anda untuk tidak mengangkat barang yang lebih berat dari bayi. Hindari membungkuk, memutar badan, atau membuat gerakan dengan tiba-tiba. Tujuannya

agar tidak mengganggu proses pemulihan luka pasca-operasi Caesar. Minta rekomendasi dari dokter tentang gerakan apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan, termasuk olahraga, pasca-operasi Caesar. Meski demikian, Moms masih dianjurkan untuk tetap bergerak. Agar aliran darah meningkat sehingga membantu memulihkan dan mengurangi kemungkinan terjadinya deep vein thrombosis. Moms bisa mendorong bayi menggunakan stroller dan mengajak berjalan-jalan di sekitar rumah. Selama pemulihan, Moms boleh mandi menggunakan sabun lembut, tanpa menggosok area luka. Tidak masalah kalau plester atau bekas sayatan operasi basah terkena air saat mandi, yang penting Moms tidak berendam. “Setelah Caesar, bisanya dokter akan menutup luka dengan perban yang anti-air, jadi Anda bisa mandi seperti biasa. Pun, setelah dibuka, bisa mandi,” ujar dr. Azen Salim, SP.OG-KFM, konsultan fetomaternal dari RS Pondok Indah, Jakarta. Awalnya mungkin akan terlihat kemerahan atau merah muda selama beberapa bulan. Tetapi pada akhirnya, bekas luka akan memudar, rata, dan menimbulkan garis tipis. Pada sejumlah wanita, bekas luka bisa saja lebih tebal, namun umumnya jarang terjadi. Moms perlu waspada bila ada tanda-tanda seperti: kemerahan atau bengkak di bagian bekas operasi Caesar atau sekitarnya, mengalami demam, keluar cairan dari bekas luka operasi, tercium aroma tidak sedap dari bagian bekas operasi, atau luka jahitan terbuka, karena ini bisa menjadi tanda infeksi. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pakai Krim

Moms mungkin tertarik menggunakan krim vitamin E atau krim lain yang dijual bebas seperti cocoa butter untuk mengurangi tampilan bekas luka. Boleh saja, tetapi jangan berharap terlalu tinggi. Menurut Rajiv B. Gala, MD., dari American College of Obstetricians and Gynecologists, “Belum ada studi ilmiah yang menunjukkan preparat krim bebas tersebut lebih baik ketimbang perawatan luka yang tepat. Kebanyakan harapan yang dimunculkan adalah skenario kasus terbaik dan bisa tidak realistis pada kasus khusus.” Pertimbangkan pula saat ingin menggunakan krim kosmetik tertentu, terlebih bila Moms menyusui. “Memang ada krim seperti Retin-a yang bekerja dengan baik pada bekas luka maupun stretch marks. Tetapi, krim tersebut diberikan setelah melewati masa kehamilan dan menyusui,” imbuh Shawn Tassone, MD., dokter kebidanan dan kandungan di Austin, Texas. Konsultasikan dengan dokter tentang pilihan terbaik untuk mengatasi bekas luka tersebut.

Kembali normal

Setelah 6 minggu, bekas luka akan pulih. Ini berarti, Anda bisa melanjutkan aktivitas reguler seperti biasanya. “Memberikan waktu selama 6 minggu, memungkinkan garis sayatan untuk pulih. Dengan demikian, ketika melakukan aktivitas berat, bobotnya tidak membahayakan,” lanjut dr. Gala. Di waktu ini, warna bekas luka berubah menjadi ungu kemerahan. Perubahan warna ini normal terjadi. Warna tersebut, dikatakan dr. Tassone, akan bertahan selama 6 bulan sebelum memudar menjadi garis putih yang tidak terlihat. Meski disebutkan 6 minggu, dr. Azen menyebutkan waktu pemulihan bisa lebih cepat. “Biasanya, 3 minggu luka operasi Caesar sudah sembuh. Jaringannya juga sudah menyatu,” ujar dr. Azen. Asupan makan yang baik juga akan membantu tubuh melakukan pemulihan bekas Caesar dengan lebih baik. Jika terjadi keloid (yang jarang terjadi), kemungkinannya karena terjadi reaksi berlebihan terhadap proses pemulihan luka. Saran dari dr. Azen, “Agar tidak banyak keluhan setelah operasi Caesar, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung kalsium.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.