True Life Story

Kisah Dek Ahsan dan Atresia Ani

Mother & Baby (Indonesia) - - Agustus -

Sejak menikah pada awal Juni 2016, saya dan istri memang tidak ingin menunda punya momongan. Alhamdulillah, keinginan tersebut terkabul karena pada 28 Agustus 2016, istri saya dinyatakan hamil 7 minggu. Kehamilan tersebut pun terbilang lancar, semua trimester telah dijalankan istri saya dengan baik. Kami juga rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan, dan dokter selalu bilang kalau calon anak kami sehat. Setelah 9 bulan nyaman berlindung di perut ibunya, akhirnya Muhammad Ahsanu Amala lahir pada 23 April 2017 di Bekasi. Beribu syukur kami panjatkan pada Yang Maha Pencipta karena telah dikarunia seorang malaikat kecil yang begitu menggemaskan. Tidak hanya kami, seluruh keluarga dan orangorang terdekat pun ikut bahagia mendengar kelahiran Dek Ahsan, begitu kami memanggilnya. Namun kebahagiaan itu harus terhenti oleh sebuah berita mengejutkan. Ketika suster hendak mengukur suhu tubuh Dek Ahsan menggunakan termometer yang dimasukkan ke anus, ia mengatakan kalau Dek Ahsan tidak memiliki lubang anus. Kemudian dokter langsung memeriksa kondisi itu, dan yang kami takutkan pun terjadi. Di usia Dek Ahsan yang masih 1 hari, dokter memvonisnya mengalami atresia ani, sebuah kondisi di mana rektum (bagian akhir usus besar) hingga lubang anusnya tidak terbentuk sempurna.

Bertindak Cepat

Tim dokter bilang kalau masalah ini harus diatasi secepat mungkin. Dengan kata lain, Dek Ahsan harus segera dioperasi. Itu artinya saya harus segera mencari rumah sakit yang memiliki peralatan dan tenaga medis yang memadai, tapi juga bekerja sama dengan BPJS. Panik, sedih, khawatir, dan beribu perasaan lain bercampur di kepala saya. Namun saya yakin kalau Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umatnya. Maka dengan penuh semangat dan dengan rekomendasi para sahabat, saya mencari rumah sakit yang mau menerima anak saya. Namun sayang, hampir semua rumah sakit menolak

Dek Ahsan dengan alasan penuh, tidak ada peralatan dan tenaga medis yang memadai, atau tidak bekerjasama dengan BPJS. Di tengah rasa nyaris patah semangat, tiba-tiba ada orang baik yang menghubungi saya. Ia adalah perwakilan dari Yayasan Let’s Share, yang menawarkan bantuan untuk mencarikan rumah sakit, dokter, bahkan mengurus semua biaya yang dibutuhkan untuk mengoperasi Dek Ahsan. Rupanya kisah atresia yang dialami anak saya ini langsung viral, dan sampai ke telinga yayasan tersebut. Sungguh saya tidak dapat berkata-kata lagi menerima kebaikannya.

Segera Operasi

Dengan koneksi dan bantuan Let’s Share, kami pun bergegas ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Setelah menjalankan pemeriksaan lebih lanjut, Dek Ahsan langsung menjalankan operasi pembuatan anus pada Senin, 25 April 2017. Menurut dokter bedah, ada jarak beberapa cm dari usus terakhir ke dubur, kondisi yang tidak mudah untuk pembuatan lubang anus karena jarak itu tidak bisa ditarik begitu saja. Dokter bilang mungkin dibutuhkan 3 operasi untuk mengatasinya. Namun alhamdulillah, operasi yang berlangsung sejak 18.3022.00 itu dinyatakan berhasil dan tidak dibutuhkan operasi lagi. Dokter juga bilang kalau 90 persen yakin tidak akan terjadi penyumbatan di kemudian hari, dan saya yakin itu.

gangguan Jantung & ginjal

Masalah Dek Ahsan belum selesai, masih ada gangguan pada jantung dan ginjalnya. Sejak lahir, ada celah beberapa milimeter pada jantung Dek Ahsan. Begitu juga dengan ginjalnya yang sempat membengkak karena urine dan feses yang tidak bisa keluar hingga selesai operasi. Namun setelah beberapa kali ke dokter, keajaiban pun muncul. Menurut dokter jantungnya, celah di jantung anak saya sudah menutup sempurna dan kini Dek Ahsan dinyatakan telah terbebas dari masalah itu. Kondisi ginjalnya juga perlahan membaik, hanya saja ia masih harus mengonsumsi probiotik dan dokter masih harus terus mengobservasinya selama beberapa bulan. Sebelumnya, dokter memberinya antibiotik untuk mengatasi masalah ginjal ini, namun dokter spesialis anak dengan subspesialis ginjal yang kami temui melarangnya, karena khawatir resistensi antibiotik. Sebelumnya juga ada masalah pada bagian kemaluan, di mana salurannya tertutup kulit. Kemudian dokter menyarankan untuk segera melakukan sunat, dan syukurlah kini masalah itu sudah teratasi.

aktif & Ceria

Setelah menjalankan operasi dan divonis mengalami berbagai gangguan, Dek Ahsan terus mengejar ketertinggalannya. Berat badannya pun berangsur-angsur naik, dari 3,6 kg pasca-operasi, kini sudah 5.9 kg. Tumbuh kembangnya juga sangat baik, kecerdasannya dinilai dokter sudah sesuai dengan anakanak seusianya. Kesehatan Si Kecil perlahan membaik, ia pun kembali aktif dan ceria. Walau saya yakin sakit yang ia rasakan begitu hebat, namun ia tetap tersenyum dan tertawa. Keceriaan itulah yang menjadi semangat tersendiri bagi saya dan istri. Teruslah sehat, Nak! Kami menyayangimu lebih dari apapun.

Hari demi hari, kondisi Dek Ahsan kian membaik. Teruslah sehat, Nak! “Walau saya yakin sakit yang ia rasakan begitu hebat, namun Dek ahsan tetap tersenyum, aktif, dan ceria.”

Inilah kondisi Dek Ahsan saat baru keluar dari ruang NICU, tepat 6 hari setelah operasi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.