Emosi Bumil Naik Turun

Ketika hamil, Anda bisa tiba-tiba senang, sedih, gelisah, atau marah. Jangan cemas, ini wajar terjadi kok, Moms!

Mother & Baby (Indonesia) - - September -

Kehamilan memiliki efek yang kuat terhadap perubahan emosi. Ini terkait dengan pergolakan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Hal ini didukung oleh penemuan para ahli, yang mengungkapkan adanya hubungan antara level hormon dengan neurotransmitters, zat kimia pengantar pesan di dalam otak, terutama dengan serotonin, zat yang mengatur mood seseorang. Dan rupanya, ada sebagian wanita yang lebih sensitif terhadap keadaan tersebut. Selama hamil, akan ada masa yang membuat mood Anda berubah secara drastis, menjadi lebih sensitif, atau mudah tersinggung dan resah karena hal-hal kecil. Yuk, ketahui kondisi emosi Anda selama menghadapi kehamilan.

6 Minggu

Di masa ini, beberapa calon ibu akan kehilangan energi dan mudah mengantuk. Belum lagi dengan berbagai kekhawatiran yang kerap muncul, seperti bagaimana jika pekerjaan di kantor menjadi terbengkalai atau bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Emosi pun meledak-ledak dan Anda menjadi lemas. Untuk mengembalikan energi, dr. Penelope Law, konsultan kebidanan dan kandungan dari The Portland Hospital for Women and Children, menyarankan untuk makan dengan porsi sedikit, namun frekuensinya sering. “Meskipun Anda tidak lapar, hal ini berguna untuk menaikkan level gula darah dan menambah stamina,” jelasnya, seperti dilansir M&B UK. Sementara untuk menghalau rasa khawatir, Robin Kopelman, MD, MPH, assistant professor dari University of Iowa, menganjurkan untuk cukup istirahat dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat.

8 Minggu

Selama hamil akan ada banyak perubahan hormon di dalam tubuh, salah satunya hormon human chorionic gonadotrophin (HCG). Hormon ini berfungsi menanam embrio secara kuat di lapisan rahim serta membentuk plasenta. HCG akan meningkat tajam di masa ini, sehingga cukup sulit bagi tubuh Anda menerimanya. Menurut Lucy Puryear, MD, direktur Baylor Psychiatry Clinic di Waco, Texas, HCG akan menyebabkan Anda mengalami morning sickness, yang berdampak pada fisik dan mental. Jadi jika mood tiba-tiba menurun, itu terjadi karena tubuh Anda sedang membentuk plasenta agar Si Janin dapat berkembang dengan baik.

10 Minggu

Hormon estrogen dan progesteron yang terus meningkat akan membuat Anda sangat kewalahan. Pasalnya, kenaikan kedua hormon ini kerap diasosiasikan dengan mood yang buruk dan menjadi mudah menangis. Kombinasi antara perubahan hormon, kelelahan, ketakutan akan persalinan, maupun ketidakpercayaan diri untuk menghadapinya, membuat Anda sangat emosional dan sensitif. Yang diperlukan saat ini adalah pelukan hangat serta buaian suara dari suami yang menenangkan.

12 Minggu

Di minggu ini Anda akan sering tersenyum! Hal ini disebabkan morning sickness serta rasa lemas yang dialami akan berkurang. Anda pun sudah bisa melihat Si Kecil dengan lebih jelas untuk pertama kalinya melalui USG. Jadi, kehadirannya sekarang benar-benar terasa nyata. Jangan lupa sebarkan hasil foto USG Si Kecil ke media sosial, ya.

“Pergolakan hormon mengakibatkan mood swing.”

16 Minggu

Tingkat HCG pada masa ini relatif stabil. Hormon estrogen dan progesteron juga akan berada di dalam plasenta, sehingga rata­rata ibu hamil merasa jauh lebih baik. Ucapkan selamat tinggal pada morning sickness, Moms!

18 Minggu

Perubahan fisik yang dialami, seperti perut yang membuncit, payudara membesar, rambut menebal, serta kulit bertambah cerah, akan membuat Anda terlihat lebih percaya diri. Sekarang waktunya untuk berbelanja pakaian yang bisa menonjolkan kehamilan Anda.

28 Minggu

Di minggu ke­28, tubuh akan lebih rileks. Ini diakibatkan tingginya level hormon estrogen dalam tubuh. Dokter Penelope menyebutkan, meningkatnya aliran darah serta cairan pada vagina juga akan membuat libido meninggi. Kendati demikian, seiring membuncitnya perut, Anda merasa khawatir saat berhubungan seks dengan suami. Dan, suami kurang memahami kondisi dan kekhawatiran ibu hamil. Karenanya, diskusikan masalah ini supaya tidak berlarut­larut.

32 Minggu

Di usia kandungan 32 minggu, Anda akan frustasi. Bagaimana tidak? Perut yang sudah sangat besar menyulitkan Anda untuk bergerak, misalnya memakai sepatu, mengambil barang yang jatuh, atau memilih posisi tidur. “Hormon bernama relaksin juga mulai bekerja melunakkan tulang persendian, sehingga beberapa ibu hamil akan merasakan sakit di bagian panggul,” ungkap dr. Penelope. Namun, sebaiknya ingatlah bahwa kehamilan hanya bersifat sementara.

34 Minggu

Karena sulit tidur, kortisol atau hormon stres dalam tubuh akan meningkat. Belum lagi hormon estrogen dan progesteron sedang berada di titik tertinggi, sehingga memicu rasa cemas dan mood swing. Tetapi, seperti dikatakan dr. Kopelman, wajar kalau ibu hamil merasa cemas, asalkan tidak berlebihan. Tangani rasa cemas dengan berbicara kepada keluarga atau meminta bantuan tenaga profesional. Jika Anda lelah atau mood menurun, cobalah untuk tidur. Anda akan merasa lebih baik setelahnya.

37 Minggu

Akan ada banyak konflik emosi yang terjadi di minggu ini, mulai dari rasa bahagia karena bayi akan lahir, frustasi karena tubuh semakin sulit bergerak, sedih melihat bobot tubuh yang membengkak, dan kesal karena kurang pekanya suami akan kondisi Anda. Tidak jarang Anda pun menjadi murung. Bersabarlah, semuanya hampir berakhir dan Anda dapat menggendong Si Kecil!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.