Makin Solid Setelah 7 Tahun Menikah

Mother & Baby (Indonesia) - - September -

Furry Oksaridha, 32, dan suaminya, dodiek sadewo, 33, kian kompak menjalani rumah tangga selama 7 tahun dan membesarkan kedua anak mereka, alena, 6, dan alisya, 3.

Saya dan suami menikah pada awal 2010. Kami tidak melalui proses pacaran yang panjang karena kebetulan ia adalah teman satu sekolah di SMP. Keputusan saya menikah dengannya, salah satunya karena ia pekerja keras dan sosok yang sangat bertanggung jawab. Awal pernikahan kami bisa dibilang tidak berjalan mulus. Belum terlalu mengenal pribadi masing-masing menjadi penyebab utama kami sering salah paham. Terkadang maksud saya A, tapi suami mengartikan B. Begitu juga sebaliknya. Masalah sepele pun kerap menghampiri. Saya sering meributkan hal-hal yang sebetulnya tidak penting. Mulai dari soal intonasi nada bicara sampai meributkan kenapa ia tidak pernah mengucapkan kata-kata romantis kepada saya. Satu hal yang menguatkan kami untuk selalu bersama adalah kehadiran putri pertama kami. Suami memiliki peran yang sangat besar dalam membantu saya melewati masa-masa awal menjadi ibu. Terlebih lagi, saya tinggal jauh dari orangtua. Perlahan, saya mulai memahami betapa besar rasa cintanya kepada kami tanpa harus diungkapkan dengan kata-kata. Namun, perbedaan pendapat selalu mun- cul. Kali ini soal aturan dalam mendidik anak kami. Tapi, betapa bersyukurnya saya karena dengan perbedaan itu membuat kami menja- di lebih independen dalam mendidik anak.

Kuncinya Saling Bersahabat

Suami bukan tipe romantis yang selalu memberikan karangan bunga atau ungkapan cinta setiap hari. Bahkan, ia kadang lupa dengan ulang tahun pernikahan kami. Awalnya memang menjadi masalah bagi saya, tapi lama-kelamaan saya mulai memahami bahwa menikah itu bukan soal ungkapan cinta atau karangan bunga. Menikah adalah ikatan batin yang kuat, kasih, saling membutuhkan, dan saling menghormati. Sekarang saya paham, yang menguatkan kami hingga saat ini adalah karena kami selalu bersahabat. Ia adalah sahabat masa kecil saya. Hingga saat ini kami masih sering menyelipkan kekonyolan dan guyonan ‘jadul’ yang membuat kami selalu tertawa bersama. Bahkan, kekonyolan itu menurun pada kedua anak kami.

Fondasi Kuat dalam Rumah Tangga

Selama 7 tahun ini, kami mengalami begitu banyak kejadian menarik bersama. Setelah kelahiran Alisya, putri kedua kami, saya dan suami jadi lebih rileks dan tenang dalam menghadapi persoalan. Kami menjadi satu tim yang lebih solid. Namun, bukan berarti tanpa pertengkaran sama sekali. Hanya saja dalam menyelesaikan masalah kini lebih mudah dengan komunikasi yang makin lancar. Kami tidak segan untuk langsung berterus terang apabila ada yang mengganjal di hati. Perjalanan kami masih panjang. Kini kami sedang menanti buah hati ketiga. Masih akan ada kerikil dan batu yang akan menghadang di depan. Saya tidak mau bermimpi terlalu tinggi. Cukuplah kami selalu bersama, saling membutuhkan, dan saling menguatkan. Itulah hal-hal yang akan menjadi fondasi kuat dalam rumah tangga kami. Bukan soal karangan bunga atau ungkapan cinta setiap tahunnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.