M&B Event

Mother & Baby (Indonesia) - - News -

Indonesia kaya akan keragaman budayanya. Setiap daerah memiliki budaya masing-masing yang memiliki ciri khas tersendiri. Kekayaan budaya daerah ini sangatlah berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui industri kreatifnya. Ikuti liputan M&B tentang industri kreatif berikut ini.

Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk mengembangkan industri kreatif Indonesia. “Ekonomi kreatif di Indonesia memang memiliki potensi yang besar dan berkontribusi sebesar 7,4 persen terhadap total perekonomian nasional. Bahkan dalam data statistik pun menunjukkan bahwa ekonomi kreatif pada tahun 2015 mencapai Rp 852 triliun. Tak hanya itu, industri kreatif juga menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya bagi kaum perempuan,” ujar Gubernur Bank Indonesia Agus D. W. Martowardojo dalam sambutannya di pameran Karya Kreatif Indonesia 2017. Hal inilah yang membuat BI terus melakukan kegiatan dan program pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program pengembangan UMKM oleh BI dilakukan melalui pendekatan ekonomi lokal untuk menumbuhkembangkan pusat-pusat aktivitas ekonomi baru. Salah satu programnya adalah pengembangan UMKM Unggulan dengan membina sektor usaha unggulan berupa kain tradisional, seperti batik, tenun, songket, dan fashion. Ada pula perhiasan dan berbagai jenis kuliner khas daerah.

Tampilkan Karya Kreatif Lewat Pameran KKI

Sebagai salah satu fasilitas yang diberikan bagi UMKM binaan untuk memperluas akses pemasaran produknya, BI menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2017. Pameran yang mempertemukan pengrajin dari berbagai daerah dengan masyarakat peminat dan pemakai kain ini diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1820 Agustus 2017. Pameran KKI ini bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM kreatif sekaligus penciptaan aktivitas ekonomi baru di daerah, serta melestarikan citra budaya Indonesia. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan Gubernur Bank Indonesia Bapak Agus D. W. Martowardojo, Menteri Koperasi dan UKM Bapak Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif Bapak Triawan Munaf. Pameran yang digelar untuk kedua kalinya ini menampilkan karya kreatif UMKM binaan dari 46 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia. Karya-karya kreatif yang dipamerkan berupa berbagai jenis kain tenun, batik, tas, perhiasan, sampai makanan ringan. Produk-produk yang telah diseleksi oleh kurator tersebut merupakan produk berkualitas dan premium yang memenuhi unsur art dan kekhasan citra budaya daerah dengan harga yang terjangkau.

Perluas Pemasaran UMKM

Peluang industri kreatif tentu akan semakin besar apabila penggiatnya mengikuti perkembangan zaman yang saat ini sudah memasuki dunia digital. Media online bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai salah satu alat untuk memasarkan produk-produk UMKM. Pemanfaatan media online atau e-commerce ini bisa menjangkau ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri. Cara seperti ini sangat efektif untuk

membuka akses pemasaran potensi lokal lebih luas lagi. Hal ini pula yang dibahas dalam talkshow di KKI 2017 bertajuk “Pemanfaatan Media Online (E-commerce) untuk Pemasaran Produk UMKM”. Talkshow ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Tokopedia, UMKM, dan Chitra Subiyakto (fashion entrepreneur). Kisah sukses salah satu UMKM binaan BI pun dibagikan dalam talkshow bertajuk “Success Story UMKM Berbasis Kain Tradisional” yang dimoderatori oleh Maudy Koesnaedi. Ia adalah Uswatun Hasanah dari Kabupaten Bangkalan, Madura, yang mengembangkan usahanya, Jokothole Collection. Berawal dari kesenjangan sosial antara pengrajin dan pemilik rumah produksi di daerahnya, Uswatun pun mulai membina dan memberdayakan pengrajin, yang didominasi wanita, tersebut agar bisa meningkatkan kesejahteraan hidup mereka melalui kelompok usaha. Seiring dengan berjalannya kelompok usaha ini, kesejahteraan mereka pun mulai meningkat karena mereka juga ikut berperan dalam keberlangsungan usaha yang dijalani. Hal ini sejalan dengan tujuan BI yang ingin memberdayakan para wanita Indonesia dalam industri kreatif. Dalam talkshow ini, hadir pula Causa Iman Karana (Kepala Perwakilan BI Prov. Bali) dan Fajar Utomo (Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif).

Kolaborasi dan Kreasi Anak Bangsa

Kain tradisional yang merupakan warisan Nusantara ini tak lagi terlihat kuno, kaku, dan formal. Di tangan para desainer Indonesia yang telah sukses dan mendunia, kain-kain tradisional ini menjadi sebuah karya yang modern dan elegan. BI bekerja sama dengan desainer ternama, yaitu Biyan Wanaatmadja untuk mengangkat kain dan tenun dari Sumba. Selain itu, sejumlah desainer muda juga diajak kerja sama untuk mengolah kain-kain tradisional. Antara lain, Jenahara yang mengangkat keindahan batik Jambi, Ardistia Dwiasri yang menyajikan tampilan modern dari tenun Sekomandi khas Sulawesi Barat, Kleting Titis Wigati yang mengolah kain songket Deli, dan Danjyo Hiyoji yang mengubah kain tenun Donggala menjadi busana yang bisa dipakai anak-anak muda. Tak hanya kolaborasi mengubah kain tradisional menjadi busana kekinian. Sejumlah desainer, seperti Tini Sardadi, Deden Siswanto, dan Didiet Maulana, serta perwakilan dari majalah Harpers’ Bazaar Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam workshop tentang tips penggunaan kain tradisional secara modern. Ada pula workshop melukis batik oleh DR. Ir. Indra Tjahjani, SS, MLA, MMSI dari komunitas Mbatik Yuuuk. Para peserta juga diberi kesempatan untuk membatik sendiri. Hal ini menunjukkan produkproduk UMKM bisa digunakan oleh desainer, baik kelas nasional maupun internasional. Anak-anak muda pun memperlihatkan kepeduliannya untuk terus melestarikan warisan budaya Indonesia.

Sedapnya Kuliner Indonesia

Kekayaan Indonesia yang diangkat tak hanya kain tradisional saja. Kuliner yang beragam dari berbagai daerah pun dipamerkan. Masing-masing daerah menonjolkan kekhasan kulinernya, seperti kopi khas dari masing-masing daerah, produk olahan laut, produk olahan cokelat, madu, Gudeg Yu Jum dari Yogyakarta, Sop Konro Maranu Makassar, dan lainnya. Berbagai produk makanan ringan pun dikemas apik dan modern.

Pameran Karya Kreatif Indonesia 2017 resmi dibuka.

Talkshow kisah sukses UMKM.

Workshop melukis batik.

Tampilan modern tenun Sekomandi karya desainer muda, Ardistia Dwiasri.

Makanan ringan khas daerah.

Media online perluas pemasaran UMKM.

Suasana pameran KKI 2017.

Kain Sumba berubah menjadi busana yang elegan di tangan Biyan Wanaatmadja.

Peserta membuat batik sendiri.

Perlihatkan batik karya sendiri.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.