ASI untuk Si Kecil

Mother & Baby (Indonesia) - - Baby Talk -

ASI mengandung gizi yang ideal bagi bayi. Terutama karena kandungan vitamin, protein, dan lemaknya dalam komposisi yang tepat, sesuai kebutuhan bayi untuk tumbuh. Yuk, ketahui fakta-fakta lain tentang ASI sebagai nutrisi tepat untuk Si Kecil.

Di masa-masa awal kehidupannya, bayi belum memiliki sistem pencernaan dan sistem kekebalan yang sempurna. Karena itu, kemampuan pencernaannya terbatas. Ia juga tidak dapat melawan infeksi sebagaimana anak yang lebih besar atau orang dewasa. Kondisi ini membuat Si Kecil membutuhkan ASI. Selain bentuknya lebih mudah dicerna daripada susu formula, ASI juga mengandung zat kekebalan yang dibutuhkan oleh bayi.

ASI Sumber Nutrisi Terbaik

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung komponen gizi seperti vitamin, protein, dan lemak, dalam komposisi tepat yang dibutuhkan untuk Si Kecil tumbuh. ASI juga mengandung antibodi yang membantu melawan virus dan bakteri. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, pertumbuhan bayi yang mendapat ASI berbeda dengan yang mendapatkan susu formula. Pastikan Moms menggunakan kurva pertumbuhan berdasarkan bayi yang mendapat ASI. Karena, jika menggunakan kurva pertumbuhan bayi yang sebagian besar mempergunakan susu formula, bayi yang mendapat ASI seolah-olah mengalami hambatan pertumbuhan di usia 4-12 bulan. Kurva pertumbuhan berdasarkan bayi yang mendapat ASI dikeluarkan oleh WHO pada 2005. Dengan kurva ini, penilaian kecukupan ASI dan pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif menjadi lebih objektif.

Kandungan ASI

Komposisi ASI tidak selalu sama. Komposisi ASI pada dasarnya menyesuaikan kebutuhan bayi di tahapan usianya. Karena itu ada kolostrum, ASI peralihan, hingga ASI matur. Komposisi ASI juga bervariasi dari awal hingga akhir menyusui. Foremilk (ASI awal) adalah ASI yang bening yang diproduksi pada awal penyusuan. Foremilk banyak mengandung laktosa dan protein. Hindmilk (ASI akhir) adalah ASI yang lebih putih pekat, diproduksi pada akhir penyusuan. Hindmilk banyak mengandung lemak yang sangat diperlukan sebagai sumber tenaga dan pembentukan otak. ASI memiliki kombinasi tepat protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat. Leukosit merupakan sel hidup yang hanya ditemukan dalam ASI dan membantu melawan infeksi. Yang membuat ASI ideal adalah antibodi, sel hidup, enzim, dan hormon yang terkandung di dalamnya. Komponen ini tidak dapat ditambahkan pada susu formula. Berikut ini kandungan nutrisi ASI menurut American Pregnancy Association:

1 Protein

ASI mengandung dua jenis protein, yaitu 60% kasein dan 40% whey (air dadih). Komposisi protein ini memungkinkan ASI mudah dicerna. Pada susu buatan, komposisi kasein lebih besar sehingga lebih sulit dicerna. Protein air dadih memiliki kemampuan perlindungan terhadap infeksi.

Protein-protein yang lebih spesifik berikut ini juga terkandung dalam ASI dan memiliki manfaat masing-masing: Lactoferrin: Protein ini menghambat organisme tertentu yang membutuhkan zat besi seperti coliform dan ragi. Secretory IGA: Bekerja melindungi bayi dari virus dan bakteri, terutama E. coli. Juga melindungi dari kemungkinan alergi. IGG dan IGM dalam ASI juga membantu melindungi dari infeksi bakteri dan virus. Lysozyme: enzim ini melindungi bayi dari E. coli dan Salmonella. Selain itu juga mendorong pertumbuhan flora usus dan memiliki fungsi antiradang. Bifidus factor: mendukung pertumbuhan lactobacillus, bakteri yang melindungi bayi dari bakteri berbahaya dengan membuat lingkungan asam.

2 Lemak

ASI mengandung lemak yang penting bagi kesehatan bayi. Penting bagi perkembangan otak, penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, dan sebagai sumber kalori primer. Asam lemak rantai panjang dibutuhkan untuk perkembangan otak, retina, dan sistem saraf. Lemak ini disimpan dalam otak selama trimester terakhir kehamilan dan juga ditemukan dalam ASI.

3 Vitamins

Jumlah dan jenis vitamin yang terkandung dalam ASI secara langsung terkait dengan vitamin yang dikonsumsi ibu. Karena itu, penting agar ibu menyusui mengonsumsi cukup nutrisi, termasuk vitamin. Vitamin yang larut dalam lemak, termasuk vitamin A, D, E, dan K, merupakan vitamin yang penting bagi kesehatan bayi. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C, riboflavin, niacin, dan pantothenic acid juga penting.

4 Karbohidrat

Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI. Komposisinya 40% dari total kalori dalam ASI. Laktosa membantu menurunkan sejumlah besar bakteri tidak baik dalam perut hingga meningkatkan penyerapan kalsium, fosfor, dan magnesium. Membantu melawan penyakit dan mendorong pertumbuhan bakteri baik dalam perut.

Manfaat ASI

Sebagai makanan terbaik bagi Si Kecil, manfaat ASI melebihi nutrisi standar, tidak hanya memenuhi kebutuhan untuk tumbuh kembangnya.

Berikut ini manfaat ASI bagi Si Kecil: Melindungi dari penyakit

Berbagai penelitian di seluruh dunia menunjukkan bahwa virus perut, penyakit saluran pernapasan, infeksi telinga, dan meningitis jarang terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI.

Kalaupun menyerang bayi tersebut, tingkat keparahannya rendah. Faktor imun utama yang bekerja adalah secretory IGA. Kolostrum mengandung zat ini dalam jumlah besar. Jumlahnya lebih rendah dalam ASI matur. Merupakan zat pelindung terhadap bakteri dengan membentuk lapisan pada selaput lendir di usus, hidung, dan tenggorokan bayi. Komponen ASI terbentuk sesuai kondisi bayi. Tubuh Moms merespons virus dan bakteri patogen di dalam tubuh dan membuat secretory IGA yang spesifik bagi patogen tersebut hingga menciptakan perlindungan bagi bayi. Perlindungan ASI terhadap berbagai penyakit berlanjut hingga bayi sudah tidak menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa ASI dapat menurunkan risiko kanker pada anak. Hal ini diyakini karena antibodi yang terkandung dalam ASI memberikan dorongan bagi sistem kekebalan bayi. ASI juga membantu Si Kecil terhindar dari penyakit yang kelak mungkin menyerang, seperti diabetes tipe 1 dan tipe 2, kolesterol tinggi, dan penyakit radang usus. Bahkan memperkecil kemungkinan tekanan darah tinggi di usia remaja.

Melindungi bayi dari alergi

Menurut para ilmuwan, faktor imun seperti secretory IGA yang hanya terdapat dalam ASI, membantu mencegah reaksi alergi terhadap makanan. Mekanismenya dengan membentuk lapisan pelindung pada saluran usus bayi. Tanpa perlindungan ini, dapat terjadi peradangan dan usus menjadi ‘bocor'. Kondisi ini memungkinkan protein yang tidak tercerna melintas usus dan dapat mengakibatkan reaksi alergi serta masalah kesehatan lain. Bayi yang minum susu formula tidak mendapatkan lapisan perlindungan ini, sehingga menjadi lebih rentan mengalami radang, alergi, dan lambat laun masalah kesehatan lainnya.

Meningkatkan kecerdasan

Beragam peneliti telah menemukan hubungan antara ASI dan perkembangan kognitif. Dalam sebuah penelitian pada lebih dari 17.000 bayi yang diteliti sejak lahir hingga usia 6,5 tahun, peneliti menyimpulkan bahwa ASI eksklusif dan dalam waktu panjang dapat meningkatkan perkembangan kognitif. Para ahli menyatakan bahwa ikatan emosional saat menyusu ASI kemungkinan berkontribusi positif pada kemampuan otak. Namun, asam lemak pada ASI kemungkinan berperan paling besar.

Melindungi anak dari obesitas

AAP merekomendasikan pemberian ASI sebagai upaya untuk menurunkan risiko obesitas pada anak. Sebuah analisis terhadap 17 penelitian yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa ASI menurunkan risiko anak kelebihan berat badan saat remaja maupun dewasa. Alasannya antara lain karena ASI mengandung insulin lebih rendah dari susu formula.

Menurunkan risiko SIDS

Sebuah penelitian besar di Jerman yang dipublikasikan pada 2009, menemukan bahwa pemberian ASI secara eksklusif atau tidak berkaitan dengan risiko SIDS lebih rendah. Peneliti menyimpulkan bahwa menyusu ASI eksklusif di usia 1 bulan menurunkan risiko SIDS hingga setengah.

Selain memberi manfaat bagi Si Kecil, menyusui juga bermanfaat bagi Moms: Menurunkan tingkat stres dan postpartum depression

National Institutes of Health mengevaluasi lebih dari 9.000 abstrak penelitian dan menyimpulkan bahwa wanita yang tidak menyusui atau berhenti menyusui lebih dini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami postpartum depression. Banyak ibu menyusui yang mengungkapkan bahwa dirinya merasa relaks saat menyusui. Hal ini karena aktivitas menyusui memicu dilepasnya hormon oksitosin. Sejumlah penelitian pada hewan dan manusia menemukan bahwa oksitosin mendorong relaksasi.

Meredakan perdarahan pascamelahirkan

Oksitosin yang dilepaskan saat menyusui membantu uterus berkontraksi setelah melahirkan, hingga mengurangi perdarahan pasca-melahirkan.

Menurunkan risiko beberapa jenis kanker

Beberapa penelitian menemukan bahwa semakin lama wanita menyusui, semakin mereka terlindungi dari kanker ovarium dan kanker payudara. Para peneliti berpikir efek ini terkait dengan penekanan estrogen.

Membantu mengembalikan berat badan sebelum hamil

Menyusui akan membakar kalori berlebih sehingga dapat membantu Moms memangkas berat tambahan akibat kehamilan. Berat badan sebelum hamil jadi lebih cepat kembali.

“Produksi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi. Susui bayi sesuai keinginannya”

Selama masa menyusui, penting bagi Moms untuk memastikan kecukupan ASI bagi Si Kecil.

Perhatikan hal-hal berikut ini: Volume ASI

Produksi ASI akan meningkat segera setelah lahir sampai usia 4-6 minggu dan setelah itu stabil. Produksi ASI pada hari pertama dan kedua sangat sedikit tapi akan meningkat menjadi sekitar 500 ml pada hari ke-5, 600 ml sampai 690 ml pada minggu kedua, dan sekitar 750 ml pada bulan ke-3 sampai ke-5. Jika bayi mendapat tambahan makanan selain ASI (misal, susu formula), maka kebutuhan bayi akan ASI berkurang. Akibatnya, produksi ASI turun. ASI sebanyak 7501000 ml per hari menghasilkan energi 500-700 kkal/hari, setara dengan energi yang diperlukan bayi dengan berat badan 5-6 kg. Produksi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi, oleh karenanya sangat dianjurkan untuk menyusui sesuai keinginan bayi (on-demand).

Tanda-tanda bayi mendapat cukup ASI

Penting bagi Moms untuk mengetahui apakah Si Kecil cukup mendapatkan ASI agar Si Kecil terhindar dari malnutrisi. Untuk itu, Moms harus mengetahui tanda kecukupan ASI, terutama pada bulan pertama. Setelah bulan pertama, tanda kecukupan ASI dapat terlihat melalui perubahan berat badan bayi. Menurut IDAI, tanda bahwa bayi mendapat cukup ASI adalah : 1 Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan. Payudara akan bertambah besar, berat, lebih hangat, dan ASI sering menetes dengan spontan 2 Bayi menyusu 8-12 kali sehari, dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan mengisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara. 3 Bayi akan tampak puas setelah menyusu dan sering kali tertidur pada saat menyusu, terutama pada payudara yang kedua 4 Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi lebih dari 6 kali sehari. Urin berwarna jernih, tidak kekuningan. Butiran halus kemerahan (yang mungkin berupa kristal urat pada urin) adalah salah satu tanda ASI kurang. 5 Frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 4 kali sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan, (tidak hanya berupa noda membekas pada popok bayi) pada bayi usia 4 hari sampai 4 minggu. Wajar jika bayi BAB setiap kali menyusu. 6 Feses berwarna kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu di antaranya (seedy milk), setelah bayi berumur 4 sampai 5 hari. Apabila setelah bayi berumur 5 hari, fesesnya masih berupa mekoneum (berwarna hitam seperti ter), atau transisi antara hijau kecokelatan Mungkin ini merupakan salah satu tanda bayi kurang mendapat ASI. 7 Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Jika sakit ini bertambah dan menetap setelah 5-7 hari, lebih-lebih disertai lecet, hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melekat dengan baik saat menyusu. Apabila tidak segera ditangani dengan membetulkan posisi dan pelekatan bayi, maka produksi ASI akan menurun. 8 Berat badan bayi turun tidak lebih dari 10% dibanding berat lahir, saat pulang dari rumah sakit. 9 Berat badan bayi kembali ke berat lahir pada usia 10 sampai 14 hari setelah lahir.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.