5 PERILAKU BAYI BARU LAHIR YANG BIKIN MAMA CEMAS

Begitu dibawa pulang ke rumah, Mama menemukan ada perilaku atau kebiasaan bayi yang di luar dugaan. Sungguh membuat cemas!

Nakita - - HALAMAN DEPAN - Oleh: Sri Haryati

Matanya kerap tampak juling. Kenapa, ya? Juga ada sejumlah "kejanggalan" lainnya. Cari tahu, yuk...

TERKADANG, KEDUA BOLA MATA BAYI TIDAK SEJAJAR, SEHINGGA TAMPAK SEPERTI JULING. HAL INI KARENA OTOT-OTOT PENGGERAK BOLA MATA MASIH DALAM TAHAP PERKEMBANGAN.

Horeeee bayi Mama sudah sampai di rumah sekarang! Bahagia sekaligus deg-degan karena sekarang tak ada lagi dokter atau perawat yang bisa ditanya tentang perilaku-perilaku bayi. Memang ada beberapa perilaku bayi yang kerap bikin khawatir, namun sebenarnya normal. Apa saja itu?

1. mata juling Sampai usia bayi beberapa bulan, kedua bola mata bayi akan tampak tidak sejajar, sehingga terlihat seperti juling. Hal ini normal, karena otot-otot penggerak bola mata masih dalam tahap perkembangan.

Pada beberapa bayi, bola matanya juga kadang bergerakgerak dengan sangat cepat ke kiri dan ke kanan, khususnya bila akan tidur. Hal ini disebabkan oleh penglihatan bayi yang masih sensitif terhadap cahaya terang. Silau inilah yang membuat matanya tampak bergerak-gerak.

2. BERSIN Bersin-bersin tidak selalu identik dengan bayi sakit atau pertanda mau flu, kok Ma. Bahkan bersinbersin hingga beberapa kali dalam sehari pada bayi baru lahir masih dianggap wajar. Ini karena bersin menjadi mekanisme refleks yang digunakan untuk membersihkan partikel udara dan hambatan di saluran pernapasan.

Dengan bersin, partikel debu atau kotoran yang ada di saluran pernapasan bisa keluar, hidung bayi pun bersih. Dengan kata lain, bersin juga salah satu reaksi pertahanan tubuh bayi. Jadi, Mama tak perlu khawatir. Kecuali jika bayi bersin disertai demam atau kesulitan bernapas, tentu kondisi ini perlu segera dikonsultasikan pada dokter. 3. tangan Dan Kaki MENEKUK Ketika ditaruh dalam posisi telentang, biasanya sendi siku dan lutut bayi akan menekuk. Diperkirakan, itu merupakan sifat bawaan bayi dari kandungan di mana posisinya selalu meringkuk. Mama tak perlu-sampai membedongnya dengan ketat agar tubuh bayi jadi lurus. Sabarlah, saat bayi berusia 5-6 bulan posisi tangan dan kakinya ini biasanya sudah berubah menjadi lurus.

Namun bila tubuh bayi menekuk berlebihan, tampak kaku atau tak relaks, hal ini bisa jadi tidak normal. Kondisi yang disebut spastis ini perlu segera dikonsultasikan pada dokter. Seperti juga ketidaknormalan yang disebut ekstensi, dimana anggota tubuh bayi dalam posisi lurus dan kaku. Penyebab keduanya adalah gangguan pada sistem saraf. 4. takut Pada Suara KERAS Bila bayi bereaksi terhadap suara keras seperti kaget, itu merupakan refleks yang normal. Saat kaget, biasanya kedua tangan serta kaki bayi terangkat simetris kadang agak bergetar. Refleks ini biasanya hilang pada usia 5 bulan. Karenanya saat bayi tidur, ia butuh ketenangan. Minta orangorang di rumah untuk tidak menimbulkan suara berisik. Tutup pintu secara perlahan agar tak membuat bayi terkejut, misalnya.

Namun mohon diperhatikan, bila bayi selalu terkejut pada suara yang tidak keras sekalipun, gerak refleksnya pun tampak "aneh" (hanya sebagian tubuh saja yang bergerak), Mama bisa menanyakan kondisi ini pada dokter anak. Pada beberapa kasus, hal tersebut disebabkan kelainan pada otak.

5. KERAP menangis Rasanya ingin ikut mengeluarkan air mata juga ya Ma, saat si kecil menangis? Apakah bayi sering mennagis itu wajar? Wajar kok. Saat baru dilahirkan, misalnya, bayi memang harus menangis sebab ini merupakan reaksi pertama yang bisa dilakukannya. Dengan menangis, otomatis paru-paru bayi berfungsi dan ia dapat menghirup udara bebas untuk pertama kali. Menangis juga merupakan reaksi dari perubahan yang dialami bayi. Di kandungan, ia merasakan kehangatan dan kenyamanan sehingga merasa terlindungi. Suasana di rahim pun gelap. Sebaliknya begitu lahir, ia merasakan udara luar yang dingin dan melihat terangnya cahaya. Perubahan ini disikapinya dengan menangis.

Menangis juga merupakan cara bayi berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Seolah-olah sedang memberitahukan kepada Mama Papa, bahwa ia sedang

BERSIN-BERSIN PADA BAYI BARU LAHIR HINGGA BEBERAPA KALI DALAM SEHARI MASIH DIANGGAP WAJAR. INI KARENA BERSIN MENJADI MEKANISME REFLEKS YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBERSIHKAN PARTIKEL UDARA DAN HAMBATAN DI SALURAN PERNAPASAN.

merasakan ketidaknyamanan, entah karena popoknya basah atau kehausan. Mama bisa menenangkannya dengan cara mengelus-elusnya, mengajaknya berbicara sehingga bayi merasa nyaman dan dicintai.

Menurut dokter spesialis anak dari Alfred I. du Pont Hospital for Children, Steven Dowshen, bayi baru lahir kerap terbangun di malam hari. Ini karena mereka belum dapat membedakan antara siang dan malam, jadi bisa tidur dan terbangun kapan saja. Lambungnya juga masih kecil sehingga belum mampu menampung ASI cukup banyak untuk membuatnya kenyang dalam jangka waktu yang lama. Jadi, jika bayi lapar dan Mama tidak mengetahuinya, ia akan memberitahu dengan cara menangis.

Bayi yang sehat akan menangis dengan suara keras, bukan merintih atau melengking. Jika suara tangisannya merintih/melengking, bisa jadi ada hal luar biasa atau sakit yang dirasakan bayi. Coba Mama segera periksa, mungkin ada yang membuat bayi merasa tak nyaman. Bila tak berhasil menemukan jawabannya, Mama bisa membawa bayi ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Nah, Mama, demikian sejumlah perilaku bayi baru lahir yang kerap bikin deg-degan namun ternyata tidak perlu dikhawatirkan. Justru kelima perilaku tersebut merupakan proses belajarnya dalam mengenali dunia, bukan?

Narasumber: dr. Elizabeth Yohme Spa. Praktik di RS Hermina Jatinegara, Jakarta

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.