Sarapan Bergizi Setiap Hari: Anak Sehat, Prestasi Meningkat

Awali pagi si kecil dengan sarapan bergizi, maka ia pun akan siap menghadapi hari dengan ceria, konsentrasi tinggi, tubuh kuat, dan penuh semangat. Prestasi pun meningkat.

Nakita - - BERANDA - Oleh: Isma Anggritaningsih

Masih ingatkah Mama ketika masa kanak-kanak, setiap pagi selalu dibuatkan sarapan dan diingatkan untuk menyantapnya oleh sang mama? Kebiasaan seorang mama yang turun-temurun ini memang tak pernah salah, meski zaman sudah berubah. Kenapa begitu, ya?

Catherine Saxelby, ahli gizi terkenal di Australia, blogger, serta penulis 10 buku tentang pola makan dan diet, mengatakan, mengawali hari dengan sarapan sehat akan memberi “kekuatan penuh” untuk otak anak, dan tentunya mengisi kembali energi untuk tubuh serta otak anak setelah tidur semalaman. Catherine pun mengingatkan, kata sarapan dalam bahasa Inggris, yakni breakfast, memiliki arti break the fast. Dengan kata lain, sarapan merupakan waktu “berbuka puasa” setelah tak makan selama 8 hingga 12 jam dari waktu terakhir makan sebelum tidur.

Pengaruh dari rutinitas sarapan setiap pagi sejak anak masih bayi sudah dirasakan oleh Ike Agustin (40). “Mereka jarang ke dokter, bisa dua tahun sekali kayaknya. Itu juga paling hanya kena flu dan obatnya buah sama sayur saja. Sarapan juga membuat anak lebih aktif dan konsentrasi saat belajar. Insya Allah, tubuh juga lebih sehat ya kalau rutin sarapan. Biasanya di hari sekolah, anak sarapan jam 6 pagi, sedangkan di hari libur biasanya jam 7 pagi,” cerita mama dari Millie (6) dan Draganuceska Parsa Agustian (5) ini. Nah, agar kedua anaknya punya cukup energi dan untuk memenuhi kebutuhan kalori dari pagi sampai siang selama bersekolah, Ike mewajibkan menu sarapannya pakai nasi atau pasta.

Andwi Febriasrati Larasati (31) juga merasakan manfaat sarapan. Meski putri kecilnya Elora Lituhayu Winoto (14 bulan) belum bersekolah, tetapi sarapan membuat El, panggilannya, menjadi ceria dan aktif. “Selain sebagai nutrisi dan energi, sarapan juga berpengaruh pada emosi anak. Pernah suatu waktu El enggak sarapan. Efeknya, El jadi rewel, lemas, gusar, bahkan nangis. Tidurnya pun jadi enggak pulas, sering terbangun sambil nangis. Apalagi di masa pertumbuhan ini, wajib makan 3 kali sehari plus ngemil buah sebagai selingan,” papar Andwi. Karena El belum bersekolah, Andwi biasanya menyiapkan sarapan El di antara pukul 8—10 setiap harinya.

ANAK PERLU TAHU MANFAAT SARAPAN

Catherine mengilustrasikan pada anak-anaknya, ketika bangun tidur di pagi hari, otak dan otot menangis meminta asupan energi untuk dapat beraksi menghadapi hari. Hal ini ia lakukan agar buah hatinya paham betapa pentingnya sarapan. Ia juga menjelaskan kepada anakanaknya bahwa sarapan akan membantu kinerja memori otak, kemampuan otak dalam memecahkan masalah, akurasi dalam tugas yang berkaitan dengan bidang matematika serta tugas rumit lainnya, dan untuk berpikir kreatif.

Ike pun berusaha memberikan pengertian kepada buah hatinya akan manfaat sarapan. Ike bercerita, ketika Parsa ditanya mengapa ia perlu makan sebelum berangkat sekolah, putra bungsunya ini akan menjawab bahwa makan sebelum sekolah akan membuatnya segar, kuat, dan bisa berlari-larian di sekolah. “Sepertinya yang diomongin maminya soal sarapan nempel di kepala Parsa, ya. Karena diberi tahu hampir tiap hari, diingatkan kalau makannya harus habis biar nanti di sekolah enggak lemas, belajarnya jadi semangat, bisa main sama temanteman, dan selalu sehat. Jadi tipnya, mamanya harus seringsering memberi tahu pentingnya sarapan ke anak,” jelas Ike yang sudah menjelaskan soal manfaat sarapan ke Parsa sejak ia berusia sekitar 3 tahun, ketika mulai sekolah.

Mama lainnya, Prita (37) menerapkan cara serupa pula kepada buah hatinya. “Aku bilang ke Nayla (5), di sekolah, kan, mau lari-lari, mau loncat-loncat, jadi perutnya harus ada isinya biar kuat main-main seharian. Biasanya setiap diberi tahu soal ini, Nayla akan manggut-manggut tanda setuju, he he he,” cerita Prita.

TETAP SEMANGAT, MESKI DITOLAK ANAK

Namanya anak, meski sudah dijelaskan berulang-ulang mengenai pentingnya sarapan, adakalanya mereka tetap menolak makan. “Biasanya kalau anak enggak mau makan, saya coba rayu dengan teknik disuapi oleh saya. Kalau masih tidak berhasil, mamanya terpaksa masak lagi makanan yang diinginkan anak,” curhat Ike yang mengaku senang kalau anak-anaknya menyukai menu baru yang ia coba buat untuk sarapan buah hatinya.

Lain cerita dengan Andwi. Karena buah hatinya masih batita, ia merasa perlu kreativitas lebih dalam menciptakan suasana sarapan yang menyenangkan. “Berhubung doyan masak, al-

hasil jadi malah tertantang bikin kreasi-kreasi sehat dan menarik. Untungnya enggak pernah ditolak sama anak. Cuma kalau pas lagi waktu mepet, masak enggak fokus, hasilnya jadi seadanya, deh. Entah kenapa, itu bikin anak makannya jadi enggak niat juga, he he he. Mengatasinya, ya, diajak main sambil disuapi atau dikasih tambahan lauk kedoyanan anak.” Biasanya Andwi menyiapkan menu gandum pisang susu, pasta schotel, atau pancake untuk buah hatinya ini.

Kalau mama yang satu ini, tantangannya berbeda lagi. Sebagai mama bekerja dan memiliki balita yang sudah bersekolah, pagi hari adalah waktu yang padat serta sibuk buat Prita, sehingga ia memiliki trik sendiri bila buah hatinya menolak sarapan. “Biasanya Nayla sarapan bangun tidur sebelum mandi, sekitar jam setengah 7 pagi dan jarang dia menolak. Tapi kalau terpaksa sekali tidak mau sarapan, maka saya akan bawakan ke sekolah untuk disuapi pengasuhnya sebelum Nayla masuk ke kelas. Biasanya Nayla yang asyik bermain langsung semangat sarapan,” jelas mama dari dua putri ini.

TRIK MAMA MENYIAPKAN SARAPAN

Waktu yang padat dan singkat di pagi hari juga dapat menjadi kendala bagi para mama dalam menyiapkan sarapan untuk si kecil. Hayooo ... ngaku siapa yang tiap pagi kalang-kabut di dapur? Rasanya hampir semua mama begitu, ya. Apalagi kalau si kecil sudah bersekolah dan Mama bekerja. Solusinya?

“Biasanya saya menyiapkan menu sarapan yang sederhana, tetapi tetap bergizi,” ujar Prita. Ia bercerita, Nayla suka sekali sarapan dengan sereal cokelat dan susu atau kentang goreng yang ditaburi parutan keju. “Sereal dan susu menurut saya memiliki dua manfaat, karena sekaligus menyatukan karbohidrat dan nutrisi yang terdapat pada susu,” jelasnya.

Sementara Ike menyiasati kerepotan di pagi hari dengan menyiapkan lauk sarapan dari jauh-jauh hari, lalu disimpan di freezer. “Jadi, saat menyiapkan sarapan tinggal digoreng. Lalu, sayurnya ditumis supaya lebih hemat waktu. Menu yang mau dimasak harus udah direncanakan dari semalam, harus cek bahan masakannya juga. Jadi, pagi-pagi enggak harus mikir dulu mau masak apa, bisa menghemat waktu, deh.” Biasanya menu sarapan yang dibuat oleh Ike adalah nasi goreng telur dengan sosis dan jagung manis, nasi putih pakai tumis bayam dan ayam goreng atau homemade chicken wings/chicken nugget, atau pasta oglio e aglio pakai smoked beef dan parutan keju.

Apa pun halangan atau kendalanya, demi anak sehat dan cerdas, biasanya kita punya 1001 cara untuk menyiasatinya, ya, Ma. Termasuk soal sarapan ini.

SARAPAN TERLEWAT, OTAK DAN TUBUH PUN MENDERITA

Lalu, bagaimana bila si kecil tidak sempat sarapan? “Kalau hanya sesekali dampaknya mungkin tidak terasa, tetapi bila sering terjadi, maka akan menyebabkan berbagai dampak buruk akibat tidak sarapan,” ujar Angga Rizqiawan, ahli gizi lulusan Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut WEBMD (perusahaan Amerika yang dikenal sebagai penerbit berita online dan informasi yang berkaitan dengan kesehatan manusia) pada situs resminya, ketika anak melewatkan sarapan, anak akan sulit fokus dan gampang lelah saat berada di sekolah. Efek lainnya, anak akan mudah marah, rewel, dan gelisah. Tak hanya itu, tugas sekolah mereka juga terpengaruh, Ma. Salah satu penelitian membuktikan, anak yang sarapan memiliki nilai lebih baik, semisal pada tugas atau ujian sekolah, dibanding yang tidak. Pasalnya, anak tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang mereka butuhkan hanya dengan makan siang dan makan malam saja.

Dayle Hayes, MS, RD, ahli gizi terkenal, penulis, pembicara, dan pengajar, juga mengungkapkan hal serupa di eatright.org (situs resmi Academy of Nutrition and Dietetics, organisasi ahli gizi dan pangan terbesar di AS), yaitu mengonsumsi sarapan bergizi akan mendukung perilaku dan prestasi anak di sekolah menjadi lebih baik, sekaligus menjaga berat badan tetap ideal. Ketika anak melewatkan sarapan, otak dan tubuhnya akan menderita sepanjang hari.

Jelaslah, betapa pentingnya sarapan, ya, Ma. Itu sebab, kebiasaan sarapan juga sudah digalakkan oleh pemerintah kita. Di antaranya dengan memasukkan kebiasan sarapan ke dalam “10 Pesan Pedoman Gizi Seimbang”. Selain itu, Simposium Nasional Sarapan Sehat yang dihadiri oleh sekitar 225 ahli gizi, ahli pangan, dan praktisi kesehatan dari sejumlah daerah pada 16 Juni 2012 di Jakarta, mendeklarasikan tanggal 14—20 Februari sebagai Pekan Sarapan Nasional (PESAN). Selain untuk menjadikan sarapan sebagai salah satu perilaku penting dalam menerapkan Gizi Seimbang yang perlu terus disosialisasikan dan ditingkatkan, PESAN juga diharapkan dapat selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar membiasakan sarapan yang sehat. Nah, bisa dimulai dari kita nih, Ma. Yuk, biasakan sarapan pada keluarga kita! D

Tentang pentingnya sarapan, Catherine mengilustrasikan pada anak-anaknya, ketika bangun tidur di pagi hari, otak dan otot menangis meminta asupan energi untuk dapat beraksi menghadapi hari.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.