Pillow Talk, PERCAKAPAN DARI HATI KE HATI

Bila Mama Papa sibuk beraktivitas sepanjang hari, maka waktu menjelang tidur adalah saat yang tepat untuk mengobrol dari hati ke hati.

Nakita - - KEHAMILAN & PERSALINAN - Oleh: Isma Anggritaningsih

Pernahkah Mama Papa mendengar istilah pillow talk? Wikipedia menjelaskan dalam situs resminya, pillow talk adalah percakapan intim nan santai yang biasanya dilakukan pasangan setelah berhubungan seks. Namun, pillow talk tak harus selalu berkaitan dengan hubungan seks. Percakapan ringan yang dilakukan sebelum tidur untuk mendekatkan Mama Papa secara emosional dan fisik, dapat pula disebut pillow talk. Terdengar menyenangkan, ya, Ma? Yang bikin senang lagi, ternyata pillow talk yang dilakukan selama kehamilan bisa membantu Mama Papa mempersiapkan diri sebagai orangtua.

Psikolog Wulan Ayu Ramadhani menjelaskan, pada kehamilan pertama, suami istri bisa saling berbagi segala hal yang mereka rasakan lewat pillow talk, dari hal-hal yang membuat bahagia hingga kekhawatiran mereka. Biasanya, kan, ketika mengandung anak pertama, kekhawatiran Mama Papa akan lebih banyak karena belum memiliki pengalaman. Nah, pillow talk bisa menjadi sarana bagi pasangan untuk saling mengerti dan memahami apa saja yang membuat pasangannya khawatir dan bahagia. Dengan begitu, ketika kelak anak lahir, Mama Papa akan menjadi sebuah tim yang kompak dalam mengasuh dan merawat si kecil.

MEMBERI DUKUNGAN EMOSIONAL Pilllow talk tak hanya berguna bagi pasangan yang sedang menantikan buah hati pertamanya. Pasalnya, Wulan mengatakan, pillow talk sangat bermanfaat bagi emotional support. Hal ini tentunya tak cuma dibutuhkan oleh calon orangtua. Bukan begitu, Ma? Meski Mama Papa sudah memiliki anak dan menunggu kelahiran buah hati berikutnya serta memiliki pengalaman menjadi orangtua, tetap memerlukan dukungan emosional dari pasangannya.

Ketika pillow talk, Wulan juga menganjurkan calon mama papa untuk mengajak janinnya bercakap-cakap. “Ketika pasangan ngobrol

dengan janin, akan membantu menumbuhkan parental insting yang akan membuat pasangan tersebut mengesampingkan ego mereka,” ucap Psikolog Perkawinan & Keluarga di Klinik Rumah Hati Cilandak-jakarta ini.

Kabar baiknya lagi, ketika kita berusaha menyampingkan ego dan belajar mempersiapkan diri untuk bertanggung jawab serta menyadari bahwa ada hal lain yang perlu dipikirkan selain diri sendiri, biasanya akan mampu memperbaiki perkawinan, jika dilatih dengan baik. Contohnya. nih, Ma, yang tadinya kita sering berdebat dengan nada tinggi sama pasangan, lalu saat mulai menyadari bahwa ada hal lebih besar yang akan dihadapi yaitu si kecil di kandungan, akan membuat Mama Papa berusaha mengesampingkan ego sehingga komunikasi antara Mama dan Papa pun menjadi lebih baik.

“Jadi, pillow talk itu sebenarnya ajang untuk saling sharing, supaya Mama merasa bahwa ia dimengerti Papa dan begitu pula sebaliknya. Biasanya pillow talk memang hanya fokus ke Mama, dalam hal ini karena Mama yang mengandung dan merasakan berbagai keluhan kehamilan. Akan tetapi, Papa sebenarnya juga butuh. Ia juga memiliki kekhawatiran dan ingin dimengerti oleh Mama,” tambah Wulan. Wah, menyenangkan, ya. Ma.

Pillow talk itu sebenarnya ajang untuk saling sharing, supaya Mama merasa bahwa ia dimengerti Papa dan begitu pula sebaliknya

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.