SI KECIL SERASA INGIN IKUT NGOBROL

Nakita - - KEHAMILAN & PERSALINAN - Sarah Rebecca (28)

“Setiap malam, sepertinya tanpa sengaja, pillow talk jadi semacam ritual saya dan suami sebelum tidur. Tema obrolannya macam-macam. Karena kami kerja di tempat berbeda, jadi kami suka cerita kegiatan selama sehari, soal perkerjaan, rencana masa depan kami dan si baby, sampai cara mendidik anak nanti. Kadang pernah juga debat atau keasyikan bercanda sampai sering bikin kami kemalaman tidur dan bangun telat esoknya, he he he.

Kadang ada yang kurang kalau enggak ngobrol sama si Daddy sebelum tidur. Pillow talk juga bikin saya jadi lebih ceria, janin bergerak-gerak ketika mendengar suara saya dan suami. Kami juga merasa jadi lebih sayang, lebih dekat, dan yang paling penting melepas stres. Sering kali janin bergerak-gerak saat pillow talk, seperti ingin diajak ngobrol dengan kami. Ketika perut saya dipegang daddy-nya, dia jadi diam, mungkin merasa nyaman kali, ya.

Menurut kami berdua, pillow talk itu saatnya quality time. Saat itulah waktu yang tepat untuk kami bertukar pikiran, mencurahkan isi hati, bercanda, dan lainnya. Saatnya kami berkomunikasi dari hati ke hati, membuat kami lebih erat, merasa didengarkan, membuat kami berperan sebagai pasangan, dan membuat kami jadi saling mengerti apa sebenarnya kemauan pasangan. Karena kami tipe orang yang lumayan suka ngobrol, pillow talk sering berjalan selama 1,5 jam. Paling lama pernah 3 jam, he he he.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.