KECERDASAN ANAK BERGANTUNG PADA IBU?

Nakita - - AKU & SI KECIL - Dra. Mayke S. Tedjasaputra, MSI. Play Therapist & Psikolog

Ibu Mayke yang baik. Saya (26) sedang hamil 11 minggu. Bu, saya pernah baca di salah satu majalah wanita bahwa kecerdasan seorang anak bergantung pada ibunya. Untuk itu, saya ingin tanya, selagi hamil ini, stimulasi apa yang dapat saya berikan pada janin supaya nantinya dia menjadi anak yang cerdas? Mohon saran Ibu Mayke. Terima kasih.

Sheily Tjioe, Medan

Kecerdasan seorang anak bergantung pada faktor genetik dan lingkungan. Memang akhir-akhir ini para ilmuwan menyatakan bahwa kecerdasan pada anak lebih banyak diwariskan dari ibunya. Penjelasan ini terkait dengan penemuan gen kecerdasan berada di dalam kromosom X dan kromosom perempuan terdiri atas XX sedangkan lakilaki XY. Akan tetapi tetap saja seorang ayah mempunyai andil dalam pembentukan janin.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan ikut berperan, mengingat dalam pengasuhan sejak janin sampai lahir, peran ibu lebih banyak porsinya. Dengan demikian, bagaimana ibu memperlakukan bayi/ anaknya, akan ikut menentukan kecerdasan anak. Apa saja peran seorang ibu? Merawat, mengasihi, dan mengasah anak.

Merawat agar pertumbuhan fisik anak berlangsung dengan pesat, sehat, dan gizinya terpenuhi. Caranya dengan segera menangani anak ketika dia merasa lapar, mengantuk, sakit, bosan, mau pipis atau buang air besar.

Mengasihi, artinya memenuhi apa yang dibutuhkan anak. Contoh, anak diajak bercengkerama, dinyanyikan lagu, digelitik. Anak pun jangan terlalu lama dibiarkan sendirian atau menangis berkepanjangan karena kesepian, tatap wajah anak dengan ekspresi wajah yang menyenangkan dan menyemangati anak, bukan dengan cemberut.

Mengasah artinya anak diberi stimulasi. Misalnya, diajak berbicara atau dinyanyikan lagu sehingga dia dapat merekam katakata dan nada bicara ibunya sebagai modal untuk perkembangan bahasa di kemudian hari. Menjelang usia satu tahun, si kecil bisa diperlihatkan buku bergambar benda atau aktivitas lalu ibu memperkenalkan apa nama benda atau aktivitas tersebut. Perkenalkan juga warna, nama-nama anggota keluarga, anggota badan, benda-benda miliknya, makanan yang dia makan dll. Stimulasi diberikan sesuai dengan usia perkembangan anak dan dalam suasana yang tidak memaksa. Stimulasi bisa menggunakan alat permainan untuk anak seusianya, menggunakan perabot dapur yang aman (terbuat dari plastik atau kaleng), atau ibu dan ayahnya yang dijadikan alat permainan, dan banyak lagi.

Dari uraian di atas, saya ingin menegaskan bahwa membuat anak cerdas tidak melulu dari stimulasi yang bersifat kognitif, sebab aspek emosi anak ikut memegang peranan yang besar. Menurut penelitian, hubungan emosional yang positif antara Ibu dengan anak memengaruhi perkembangan otak anak. Relasi ayah dengan anak pun ikut memengaruhi kecerdasan anak, apabila relasinya baik, diwarnai dengan kedekatan emosional, maka anak akan tumbuh lebih cerdas. Semoga penjelasan ini dapat membantu Ibu Shelly untuk mempersiapkan diri berelasi dengan bayinya. Salam.

Kirimkan pertanyaan mengenai psikologi/ pendidikan anak ke: Alamat kantor atau e-mail Redaksi nakita. Sertakan nama, tanggal lahir, alamat, telepon, Twitter, dan FB. Tulis “TJ Psikologi” di kiri atas amplop atau di subjek e-mail.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.