YUK, MA, BIKIN Vlog Kehamilan

Nah, buat para mamil yang berminat bikin vlog kehamilan, ikuti panduannya berikut ini, Ma.

Nakita - - BERANDA -

Vlog mampu menggeser kepopuleran blog karena vlogging dianggap lebih jujur dibanding blogging. Siobhan Freegard, pendiri Netmums dan Channel Mum, komunitas Youtube pertama di Inggris untuk para mama mengatakan, blogging bisa menutupi identitas seseorang, tetapi ketika kita membuat vlog, orang lain dapat melihat kita dengan apa adanya. Seperti kita ketahui pula, gambar/video “berbicara” lebih banyak daripada tulisan dan lebih mudah serta cepat untuk disampaikan. Tentunya vlogging terasa lebih mudah dilakukan para orangtua yang tak punya banyak waktu dalam berbagi cerita karena memiliki segudang kesibukan, baik dalam mengasuh anak maupun pekerjaan lainnya. Namun ingat, Ma, tidak semuanya harus dibagi. Dalam membuat vlog, terutama pregnancy vlog, ada beberapa hal yang perlu mamil perhatikan.

>> BATASI INFORMASI YANG INGIN DIBAGI

Pakar parenting dan para vlogger mom menyarankan untuk tidak memublikasikan data diri terlalu lengkap, seperti alamat tempat tinggal, nomor induk pasien (misalnya, saat periksa ke klinik) atau nomor telepon, demi keamanan dan kenyamanan diri serta keluarga. Tak perlu juga membahas hal yang terlalu pribadi. Beri batasan akan informasi yang ingin dibagi. Misalnya, membatasi posting-an video tentang riwayat kesehatan Mama atau Papa, tidak mem-posting video ketika mamil sedang periksa dalam (pemeriksaan pembukaan jalan lahir menjelang persalinan), dan semacamnya. Cukup ceritakan hal-hal yang wajar. Umpama, cerita setelah konsultasi ke dokter, apa saja yang dialami tiap trimester, perubahan kehamilan tiap minggu pada tubuh, pilihan pakaian yang nyaman untuk mamil, dan lainnya.

>> KONTEN MENARIK

Agar isinya tidak membosankan, buatlah konten menarik atau hal-hal baru dalam vlog kehamilan Mama. Contoh, tentang perawatan kulit selama kehamilan, pilihan gaya berpakaian yang nyaman tetapi tetap modis, bagaimana mengatasi perubahan kulit wajah ketika hamil, resep masakan sehat untuk mamil, dan semacamnya. Tambahkan juga hal-hal yang informatif di setiap vlog agar bisa lebih bermanfaat untuk penonton. Akan menarik juga bila ditambahkan klip-klip video lucu, semisal, menampilkan bloopers untuk ditayangkan di akhir video. Menurut pengalaman Almeida, itu bisa sangat menghibur penonton. Buat Mama yang belum tahu, bloopers adalah kesalahankesalahan kecil atau ketidaksengajaan yang terjadi saat proses perekaman video/shooting.

Bagaimana dengan pengalaman yang kurang menyenangkan? Boleh saja bila Mama ingin berbagi pengalam- an kurang menyenangkan saat kontrol kehamilan, seperti yang dilakukan Anita. Ketika tidak cocok pada rumah sakit tertentu, ia menceritakan apa kendalanya, apa kelebihan dan kekurangannya, sehingga mamil lainnya tak perlu merasakan pengalaman kurang menyenangkan yang pernah ia alami. Sebaliknya, rekomendasikan dokter atau rumah sakit yang memiliki pelayanan berkualitas. Informasi ini akan sangat berguna sekali untuk para calon mama papa yang belum mendapatkan dokter atau rumah sakit yang tepat.

>> PELAJARI KEMAMPUAN TEKNIS MENGEDIT VIDEO

Menurut Siobhan, Mama juga perlu mempelajari kemampuan teknis dalam mengedit video atau ide-ide kreatif, sehingga vlog lebih menarik untuk ditonton. Almeida menyarankan untuk mencari tutorial edit video di Youtube. “Zaman sekarang sudah enak, karena kita bisa belajar (secara) online, semua ada di internet. Jadi, semangat! Jangan menyerah, karena belajar untuk edit video perlu waktu. Tapi, kalau latihan terusmenerus lama-lama pasti mahir juga,” kata Almeida.

>> LATIHAN DULU, YA, SEBELUM REKAMAN

Sebelum mulai merekam video, Mama sebaiknya berlatih dulu, seperti yang dilakukan oleh Audrey Mcclelland, pendiri momgenerations.com dan parenting influencer, saat pertama kali memulai vlogging. Penulis buku Her Book The Digital Mom Handbook ini bahkan mengaku sampai mengulang video pertamanya hingga 20 kali karena merasa sangat gugup berada di depan kamera. Saran Audrey, latihlah mengucapkan kalimat apa saja yang akan Mama ceritakan di depan kamera, melatih intonasi suara, dan melatih pernapasan agar tetap tenang.

>> TETAPLAH MENJADI DIRI SENDIRI

Bicara dengan senatural mung-

kin, tak meniru siapa pun, apa adanya saja. Menurut Anita dan Almeida, bila bicara dibuat-buat akan kelihatan juga aslinya oleh penonton dan membuat penonton vlog kita jadi bosan. Apalagi dengan menjadi diri sendiri, ternyata juga bisa membuat penonton merasa sudah mengenal kita secara dekat, lo, Ma. Padahal belum pernah bertemu langsung di dunia nyata. Siobhan menyarankan setiap vlogger mom perlu memiliki karakter atau identitasnya sendiri. Ada hal-hal yang nyaman dilakukan/dibagi oleh vlogger mom lain, tetapi tak nyaman untuk Mama lakukan dan itu bukan masalah, Ma. Misalnya, ada Mama yang nyaman tampil di depan kamera tanpa makeup, tetapi ada pula yang merasa perlu bersolek agar lebih percaya diri. Intinya, tak perlu sama dengan orang lain, Ma. Hal ini diperlukan agar Mama tetap menjadi diri sendiri, nyaman di depan kamera, dan memiliki keunikan sendiri.

>> ABAIKAN DAN LAPORKAN KOMENTAR NEGATIF

Menjadi seorang vlogger tentu tak hanya memperoleh hal yang baik-baik saja. Adakalanya para vlogger mendapat hal buruk, seperti komentar negatif dari netizen atau orang yang tak menyukai kita di dunia maya, biasanya disebut haters. Almeida mengungkapkan, semakin kita menanggapi haters, mereka biasanya akan semakin semangat memusuhi kita di dunia maya. Maka dari itu, ia selalu berusaha mengabaikan haters.

“Awalnya setiap ada komentar yang berusaha menjatuhkan saya, saya selalu berusaha untuk membela diri, tapi haters malah semakin menjadi-jadi. Karena itu, saya abaikan saja. Saya berterima kasih sekali kepada mereka yang selalu mendukung dan meninggalkan positive comments. Sayangnya, di luar sana akan selalu ada haters, no matter what we do. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa. Jadi, semakin menuju sukses, semakin banyak yang ingin menghancurkan,” curhatnya.

Lain lagi dengan Anita, “Kalau aku, sih, enggak pernah menanggapi hal-hal seperti itu, ya. Soalnya, banyak juga yang memberi semangat aku lewat komentar yang baik dan hangat. Tapi, kalau ada yang komentar (negatif) sampai berlebihan, biasa aku balas dengan emoji ’smile‘ saja. Setelah itu, aku report spam atau abuse ke Google, ha ha ha.”

Sikap dua mama vlogger ini patut kita tiru, nih, Ma. Kalau Mama memang ingin eksis di dunia maya sebagai vlogger mom, ada baiknya untuk memiliki mental yang kuat agar kelak siap menghadapi komentar apa pun di dunia maya.

Selamat vlogging, Ma!

BERANDA

FOTO: DOK. ALMEIDA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.