MAMA MERASA SENDIRI, SEGERA CARI DUKUNGAN

Nakita - - KEHAMILAN & PERSALINAN -

Adakalanya Papa sedang dinas di luar kota, orang terdekat juga memiliki kesibukan masing-masing, termasuk target besar yang diharapkan oleh kantor, ditambah dengan perubahan hormon yang membuat perasaan Mama lebih sensitif, tak heran bila Mama kemudian merasa sendiri.

Menurut Irene E. Aga, MD, Asisten Profesor Kebidanan dan Kandungan pada University of Texas Health Science Center di Houston, merasa sendiri dan negatif tentang diri maupun lingkungan bisa memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan emosional mamil. Sebaliknya, sikap positif dapat membuat mamil lebih fokus untuk mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan tetap aktif. Termasuk juga, mampu fokus pada perkembangan si kecil di kandungan.

Namun, memiliki sifat postif bukan berarti Mama lantas mengabaikan masalah yang sedang dihadapi. Mama tetap membutuhkan seseorang untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan. Jadi, saat Mama merasa, “Saya tidak punya banyak keluarga yang mendukung saya selama kehamilan,” itulah saatnya mengubah pikiran menjadi, “Saya akan mencari dukungan yang saya butuhkan selama hamil hingga melahirkan.”

“Selain membicarakan ini dengan suami dan keluarga, ibu hamil bisa mencari teman baru, tenaga ahli, yang mengerti tentang kehamilan, melalui berbagai kegiatan, seperti kelas senam hamil, kelas menyusui, dan kelas prenatal lainnya. Sebab, dukungan dari orang-orang yang juga mengerti tentang kehamilan akan membuat ibu hamil lebih mudah menjalani masa hamil hingga persalinan,” kata Irene di situs Fitpregnancy.com.

Dengan kata lain, ini juga merupakan salah satu asyiknya jadi mamil yang juga bisa Mama rasakan, yaitu mendapatkan teman-teman baru dan kegiatan-kegiatan baru yang akan mendukung kehamilan Mama serta perkembangan si kecil.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.