MEMBEDONG BAYI YANG BENAR

Nakita - - DUNIA BAYI -

Teknik membedong yang salah dapat mengundang risiko medis, seperti displasia panggul, infeksi pernapasan, dan bahkan sindrom kematian mendadak pada bayi (Sudden Death Infant Syndrome). Wiyarni memberikan teknik membedong yang tak hanya bisa membuat bayi merasa nyaman, namun juga bisa menghindari risikorisiko di atas. Saran Wiyarni, bayi yang dibedong sebaiknya diposisikan telentang dan sendi panggul tidak boleh dipaksakan untuk posisi kedua tungkai lurus. Pemasangan bedong jangan ketat agar bisa memberi kesempatan bayi bergerak semaunya (lihat gambar untuk teknik membedong yang disarankan). Setelah bayi dibedong, pastikan untuk menerapkan kebiasaan tidur aman. Selain menelentangkan bayi, hindari penggunaan bantal saat bayi dibedong.

1. Siapkan kain bedong/selimut tipis yang bersih dan hangat, bentangkan di alas datar dengan 1 ujung terlipat.

4. Posisikan lengan kanan seperti lengan kiri dan ulangi proses membungkus kearah sebaliknya.

5. Lipat dan rapikan ujung kain bedong agar tidak mudah lepas-lepas.

6. Pastikan panggul dan tungkai bawah leluasa bergerak meskipun berada di dalam kantung bedong.

3. Posisikan lengan kiri sedikit menekuk, bungkus bagian kiri tubuh dengan kain bedong menutupi badan.

2. Baringkan bayi telentang, kepala berada di atas bagian kain bedong yang terlipat

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.