HINDARI STRES DI MASA OVULASI

Nakita - - Prahamil -

Studi yang dilakukan oleh University of Louisville School of Public Health and Information Sciences memperlihatkan, mama yang mengalami stres tinggi di masa ovulasinya memiliki risiko 40% lebih rendah untuk bisa hamil di bulan itu. Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Annals of Epidemiology pada Agustus 2016 ini juga menemukan, mama yang berhasil hamil cenderung lebih stres pada akhir bulan ketika mereka akhirnya hamil. Para peneliti menduga, hal ini bisa terjadi karena mama stres setelah mengetahui hamil melalui tes kehamilan. Kemungkinan lain, bertambahnya stres itu adalah hasil dari perubahan hormon yang disebabkan oleh kehamilan itu sendiri. (Irene)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.