KURANG TIDUR MENJADI PENYEBAB PERUT BUNCIT

Bukan melulu karena asupan tinggi kalori, Ma.

Nakita - - Halaman Depan - Oleh: Gisela Niken

Apa hubungannya, ya? Ternyata kurang tidur menyebabkan tubuh memproduksi hormon kortisol yang mengganggu metabolisme tubuh. Masih ada lagi kebiasaan sepele yang tidak kita sadari membuat perut makin buncit. Apa sajakah?

Perut buncit tak hanya jadi masalah bagi orang yang kelebihan berat badan. Orang yang kurus atau berat badannya ideal pun sangat mungkin punya perut buncit. Anehnya, perut buncit ini tidak melulu dipicu oleh asupan tinggi kalori saja, tetapi juga oleh aneka kebiasaan yang kerap dilakukan tanpa disadari. Apa saja, ya?

1Jarang minum hingga tubuh sering mengalami dehidrasi. Dehidrasi atau kurang cairan tidak hanya membuat kita jadi merasa haus, tetapi juga membuat metabolisme tubuh berjalan tidak optimal. Dehidrasi akibat kebiasaan kurang minum, menurut Ayesha Akbar, Dokter Spesialis Gastroenterologi di St Mark’s Hospital, London, akan menyebabkan masalah pencernaan, seperti perut kembung dan sembelit. Akibatnya, perut membuncit. “Minum air dapat berpotensi mengurangi perut buncit, karena air memberikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, memperbaiki metabolisme, dan akhirnya tubuh dapat menjalankan fungsi pencernaan dengan baik. Sebaliknya, kurangnya keseimbangan elektrolit akan menyebabkan masalah pencernaan,” ujarnya.

2Kurang tidur. Kurang tidur menyebabkan tubuh memproduksi hormon stres, yaitu kortisol, sehingga mengganggu sistem metabolisme tubuh. Jika metabolisme terganggu, begitu pula sistem pencernaan kita. Akibatnya, gas akan menumpuk di perut dan proses buang air besar tertahan. Gangguan ini akhirnya membuat perut jadi buncit. Tak hanya kembung dan sembelit, sering kurang tidur juga membuat tubuh menumpuk lemak di perut. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism pada 2004 menunjukkan, orang yang tidur kurang dari 6 jam per hari dapat meningkatkan risiko obesitas hingga 30%.

3Makan terlalu cepat. Marisa Moore, R.D.N., ahli gizi di Atlanta, AS, setuju bahwa banyak orang tak menyadari akibat dari kebiasaan makan terlalu cepat, yaitu perut jadi buncit. “Masalahnya, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit bagi otak untuk menyadari bahwa perut kita sudah penuh,” ujarnya. Nah, makan terlalu cepat akan menghambat organ pencernaan untuk mengirim sinyal ke otak, sehingga akhirnya kita makan terlalu banyak dan perut telanjur buncit. Sebaliknya, mengunyah perlahan sambil merasakan apa yang terjadi di perut membuat kita makan dengan porsi secukupnya dan terhindar dari perut buncit.

4Stres Saat kita stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang membuat kita tertantang untuk menghadapi masalah atau sebaliknya kabur dari masalah. Bersamaan dengan itu, tubuh pun mengeluarkan lebih banyak hormon insulin untuk mengimbanginya. Kondisi ini ternyata akan mendorong kita untuk mengasup makanan yang manis-manis dan berlemak. Jason Perry Block, M.D., Profesor Kedokteran di Harvard, mengatakan, makanan memang sering dicari untuk menghilangkan stres karena dirasa manjur. “Lebih baik cegah agar kita tidak stres berlebihan, karena stres akan mengakibatkan nafsu makan meningkat,” ujarnya.

Nah, sekarang jadi paham, deh, mengapa perut bisa buncit padahal kita tidak gemuk. Yuk, Ma, lakukan kebiasaan kecil yang dampaknya ternyata besar bagi tubuh, seperti tidak lupa minum, makan perlahan, tidur cukup, dan pandai-pandai mengelola stres.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.