TALASEMIA, PENYAKIT BERBAHAYA YANG JARANG DIKENALI

Mama Papa, ini ada beberapa ide untuk menstimulasi buah hati dalam setiap peristiwa penting perkembangannya.

Nakita - - Halaman Depan -

Penyakit genetik ini nyaris tanpa gejala. Padahal kondisi tubuh yang tidak mampu menghasilkan sel darah merah yang normal dan sehat ini akan mengancam jiwa bila tidak segera mendapat penanganan dan pengobatan.

Masa bayi adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, baik secara fisik maupun psikologis. Secara fisik, bayi akan tumbuh besar dan tinggi, otot-ototnya pun semakin kuat untuk melakukan aktivitas fisik atau motorik. Secara psikologis, bayi mulai mengalami perubahan dan penyesuaian dalam menerima stimulus dari lingkungan, mengolah stimulus tersebut, dan meresponsnya dalam bentuk tingkah laku yang sesuai. Nah, berkaitan dengan itu, beberapa ide dibawah ini dapat dilakukan oleh Mama Papa untuk menstimulasi si buah hati dalam setiap peristiwa penting perkembangannya.

USIA (0—6 BULAN) Perkembangan Motorik

Baringkan bayi di atas tempat tidur dan berikan ruang gerak yang luas agar ia dapat memiringkan kepala, membalikkan dan menelungkupkan badannya.

Perkembangan Penyesuaian Diri

Gantungkan mainan bunyi-bunyian di atas boks bayi atau tempat tidurnya. Bunyi mainan ini akan menjadi sumber stimulus suara, yang melatih kepekaan bayi dan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Sediakan mainan kerincingan atau boneka mainan yang bila dipencet akan mengeluarkan bunyi. Bayi juga dapat menggenggam dan membunyikannya.

Perkembangan Bahasa

Bahasa adalah jembatan komunikasi dalam interaksi sosial. Beberapa kiat sederhana mengembangkan kemampuan bahasa bayi, yakni: Memanggil nama bayi dan bayi mengenal namanya adalah jembatan komunikasi dan interaksi sosial antara Mama Papa dan buah hati. Bayi dapat mengenal dirinya dan merespons dengan baik. Misalnya, bayi akan menengok saat dipanggil namanya. Mengoceh adalah komunikasi

Memanggil nama bayi dan bayi mengenal namanya adalah jembatan komunikasi dan interaksi sosial antara Mama Papa dan buah hati.

awal dari bayi. Ocehan yang sering diucapkan bayi, seperti: “pa pa pa”, “ma ma ma”, “ta ta ta”, dan sebagainya. Alangkah baiknya bila Mama Papa juga merespons tahapan mengoceh ini, mengikuti ocehan bayi, dan melengkapinya. Umpama, ocehan “ma ma ma” diikuti dan dilengkapi menjadi kata “mama”. Kemudian, ocehan “mi mi mi” dilengkapi menjadi kata “minum”, dan sebagainya.

Perilaku Pribadi dan Sosial

Kontak mata dan tersenyum adalah interaksi sosial pertama bayi dengan mamanya. Nah, ketika Mama sedang menyusui si kecil, lakukanlah kontak mata dan tersenyum kepadanya. Lihatlah, si kecil akan membalas senyum Mama. Sediakan mainan yang terbuat dari bahan lembut, seperti karet atau busa, dan bersih. Pada tahapan usia ini, bayi senang memasukkan mainan, kaki dan tangannya ke dalam mulutnya.

USIA (9—15 BULAN) Perkembangan Motorik

Letakkan mainan di atas karpet untuk menstimulasi bayi merangkak atau berjalan meraih mainan yang diinginkannya. Sediakan matras di lantai untuk bayi berlatih duduk, berdiri, dan berjalan, juga merambat turun ke lantai. Bayi dapat berlatih merangkak, berdiri, dan berjalan sendiri. Bayi pun akan aman ketika terjatuh dengan tiba-tiba. Sediakan kursi panjang, seperti sofa panjang sebagai pegangan. Atau, susunlah beberapa kursi sofa yang diatur berjejer dan memanjang. Bayi akan memegang tepi kursi atau sofa untuk berlatih berdiri dan berjalan sendiri.

Perkembangan Penyesuaian Diri

Mama Papa dapat menstimulasi perhatian bayi secara spontan pada saat bermain. Bayi diajak bermain dan menunjukkan cara bermain. Contoh, Mama atau Papa menunjukkan mobil-mobilan yang sedang didorong, pesawat terbang yang sedang diterbangkan di udara dan sebagainya. Bayi akan mengikutinya.

Mama Papa juga dapat memberikan beberapa mainan, sehingga bayi dapat belajar mencocokkan dua benda yang sama pada saat bermain. Mama Papa dapat menjelaskan konsep pengelompokan. Contohnya, menambahkan kata “sama” pada saat bermain mainan yang sama jenis, bentuk, atau warnanya.

Sediakan matras di lantai untuk bayi berlatih duduk, berdiri, dan berjalan, juga merambat turun ke lantai. Bayi pun akan aman ketika terjatuh dengan tiba-tiba.

Perkembangan Bahasa

Memanggil nama bayi. Kemudian, bayi diajarkan menjawab “ya/iya” saat namanya dipanggil. Bahasa tubuh adalah bahasa non-verbal yang dapat diajarkan orangtua kepada bayi sebagai awal komunikasi. Bahasa tubuh yang dapat diajarkan dan mudah dimengerti oleh bayi, antara lain: mengulurkan dan membuka telapak tangan sebagai komunikasi “minta” sesuatu; melambaikan tangan untuk mengatakan “dadah” atau berpisah; menunjuk ke arah benda yang diinginkan; menggeleng dan mengangguk untuk mengatakan iya atau tidak; dan sebagainya. Melatih bayi berkomunikasi verbal atau berbicara. Caranya, Mama Papa dapat memulai dengan mengajari bayi mengucapkan satu kata dulu. Misalnya, ketika si kecil menginginkan kue, ajari si kecil untuk mengatakan “minta” atau “mau”. Contoh lain, mengatakan nama mainan, benda atau kegiatan yang bayi mau dan lakukan, seperti: bola, buku, baju, mandi, makan, minum, dan sebagainya. Apabila bayi sudah dapat mengucapkan satu kata untuk mengatakan keinginannya, Mama Papa dapat meningkatkan menjadi dua kata, semisal, “mau makan”, “mau minum”, “minta buku”, “minta kue”, dan sebagainya.

Perilaku Pribadi dan Sosial

Mengajak bayi bermain cilukba, juga bermain lempar dan tangkap bola. Mengajari bayi menunjukkan apa yang diinginkannya ketika bayi ingin mainan, kue, dan sebagainya. Selain itu, Mama Papa juga dapat mengajak bayi membaca dan melihat-lihat gambar di buku. Mama Papa juga dapat memberi contoh dengan menunjuk gambar-gambar yang dilihat di buku. Bayi pun dapat mengikuti menunjuk gambar di buku, juga menunjuk benda-benda di sekitar rumah dan lingkungan rumah secara spontan.

Nah, selamat menstimulasi si buah hati!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.