PERPADUAN NUTRISI & STIMULASI TEPAT UNTUK KECERDASAN OPTIMAL

Nakita - - Beranda -

“Sejak tahu hamil, saya rutin mengonsumsi ikan, seperti ikan patin, tuna, dan salmon, serta minyak ikan. Saya ingin Danish mendapat asupan bernutrisi untuk perkembangan otaknya. Saya juga kerap mengajak Danish berkomunikasi, bercerita, mendengarkan musik klasik, sampai menonton konser musik dan film di bioskop. Salah satu konser musik yang saya datangi saat hamil adalah konser musik Duran Duran. Mungkin itu yang membuat Danish sampai saat ini suka musik yang

danceable dan up beat. Danish juga sudah dua kali mengikuti pameran lukisan, salah satunya digelar di Jogja National Museum. Prestasi yang membanggakan adalah karya Danish di pameran keduanya dibeli oleh Heri Pemad, founder dan CEO Artjog (festival dan pameran seni tahunan di Jogja).” – Surya Haninditya (35), istri dari Soni Irawan (seniman kontemporer asal Yogyakarta), dan mama dari Nadindra Danish Permata Unguku (8)

“Sewaktu mengandung Angga, saya mengonsumsi makanan apa pun yang disarankan dokter. Salah satunya, makanan hasil laut. Saya juga banyak berlaku positif. Misalnya, saya suka membaca hal-hal positif tentang pendidikan anak dan gizi, ayat-ayat agama, menonton acaraacara yang menampilkan tokoh-tokoh hebat di dunia, serta sering mengonsumsi kepiting, udang, dan kerang. Setelah Angga lahir, saya terus memberikan stimulasi dengan berbagai kegiatan untuk mengetahui bakat Angga, yaitu di bidang olahraga. Angga sekarang berada di peringkat 10 besar nasional dalam kelas 50 cc Motocross, tingkat sabuk kuning seni bela diri aikido, dan menguasai semua jenis gaya berenang.” – Diah Emilia Sari (42), mama dari Angga Athareyhansyah Lubis (8) “Selama mengandung Arma, saya sebisa mungkin mengonsumsi makanan buatan rumah dengan bahan-bahan alami dan menghindari makanan instan atau buatan pabrik. Saya juga rajin mengonsumsi sayurmayur, buah-buah, dan ikan. Mendengarkan cerita, musik klasik, dan murottal (ayat-ayat Alquran) juga saya lakukan sebagai sarana interaksi dengan anak saat masih di kandungan. Saya dan suami melihat, Arma menonjol di kecerdasan matematis-logis dan linguistik. Ia sangat mudah menghafal angka, seperti nomor telepon, plat nomor kendaraan, dan semacamnya. Semakin besar usianya kecerdasan linguistiknya terlihat dari cara dia berbicara dan memberikan komentar. Selain banyak komentar ‘ajaib’, dia juga sangat kritis. Informasi yang diterimanya harus cukup logis, baru dia bisa merasa puas.” – Maya Annisa (30), mama dari Armavandana Isham Mulya (6,5)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.