STIMULASI TEPAT Janin Makin Cerdas

Sedikitnya, ada lima stimulasi yang diperlukan untuk mengembangkan kecerdasan janin, Ma.

Nakita - - Beranda -

1. STIMULASI MUSIK

Mendengarkan suara atau musik merupakan stimulasi auditorik, menurut Hermanto TJ, terbukti paling dapat diterima oleh janin, Ma. Stimulasi ini dapat diberikan di atas usia kehamilan 20 minggu. Pasalnya, di usia kehamilan ini, tumbuh kembang telinga alias indra pendengaran janin sudah sempurna. Namun agar maksimal, stimulasi auditorik ini harus dikombinasi dengan nutrisi yang seimbang dan lengkap, termasuk DHA. Nah, bila ingin memberikan stimulasi musik sebaiknya didengarkan langsung oleh janin dengan menempelkan

headset ke perut Mama. Berdasarkan penelitian Hermanto dkk. di Surabaya, bila Mama yang mendengarkan musiknya, maka akan terjadi atenuasi (penurunan tingkat atau aras suatu besaran) suara sehingga tak optimal dan akan terpengaruh preferensi (pilihan) Mama.

Berdasarkan penelitian Hermanto dkk. terbukti bahwa stimulasi auditorik yang menggunakan aturan 5M1U, dapat menghasilkan empat parameter potensi kecerdasan. Pertama, jumlah sel neuron dan glia tertentu meningkat lebih banyak, lalu penurunan kematian sel neuron terprogram atau menurunnya sel yang mengalami apoptosis, peningkatan jumlah dendrit, dan terakhir peningkatan kadar BDNF (protein yang berlimpah di otak dan saraf perifer, yang memengaruhi perkembangan saraf, pertumbuhan dan kelangsungan hidup). Adapun yang dimaksud dengan aturan 5M1U adalah: menggunakan 14 lagu karya Mozart dengan urutan yang benar, dilakukan pada malam hari antara jam 20:00— 23:00, mulai usia kehamilan 20 minggu, dengan durasi lagu 60 menit dan harus menempel perut mamil.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Hermanto dkk. ini pula diketahui kombinasi stimulasi dengan urutan komposisi karya Mozart dan nutrisi, termasuk DHA, masih belum merupakan standar dalam asuhan antenatal mamil di Indonesia maupun belahan dunia lain. Pasalnya, dalam praktik sehari-hari, paparan stimulasi ini membutuhkan perangkat

player dan headphone yang mungkin tak dimiliki semua mamil. Padahal, alat ini sangat murah, lo, Ma, Pa.

2. BERKOMUNIKASI DENGAN JANIN

Stimulasi paling mudah yang dapat membantu perkembangan otak janin adalah dengan mengajaknya berbicara, terutama ketika pendengaran janin semakin sempurna di usia kehamilan 20 minggu. Caranya, seperti mengobrol dengan bayi saja, Ma. Anggap saja ia sudah lahir dan ada di depan mata Mama. Mulailah berbicara, misalnya, dengan menceritakan keseharian Mama di hari tersebut atau menanyakan kabar janin. Lakukan di pagi hari saat baru bangun tidur atau malam hari menjelang tidur. Stimulasi ini dapat juga digunakan sebagai sarana dalam memberikan afirmasi positif pada janin, Ma. Misalnya, ucapan kata sayang dan pujian. Menurut riset, kata-kata yang berulang kali didengar janin pada dua bulan terakhirnya di rahim, akan da-

Stimulasiyang perkembangandapat paling membantu mudahotak janin adalah dengan mengajaknya berbicara, terutama ketika pendengaran janin semakin sempurna di usia kehamilan 20 minggu.

pat dikenali janin setelah ia lahir. Namun ingat, ya, Ma, yang dikomunikasikan dengan janin hanya hal-hal positif saja.

3. MENGUSAP PERUT

Mama mungkin kerap mengusap, menggosok lembut, atau menyentuh perut sepanjang hari. Mungkin tanpa disadari, kita mengetahui bahwa ini adalah salah satu cara berhubungan dengan janin secara fisik. Mama bisa menyentuh perut dengan cara berbeda, lo. Misalnya, ketika ingin mengajak janin bercanda, Mama bisa menggelitik perut. Ingin menenangkan janin yang sedang bergerak-gerak dengan belaian lembut atau menepuk perut mengikuti tempo lagu yang sedang Mama dengarkan. Mama bisa mulai melakukannya saat menginjak kehamilan 20 minggu, ketika janin sudah dapat merasakan sentuhan Mama. Senangnya lagi, sentuhan Mama ini dapat memberikan efek menenangkan pada sistem sarafnya.

4. MEMBACAKAN CERITA

Kemampuan seseorang dalam mengenal aksara sudah bisa diajarkan semenjak mereka masih menjadi janin. Bahkan, pada usia kehamilan 30 minggu, janin bisa mengingat memori jangka pendek berdurasi 10 menit. Kemudian, di usia kehamilan 34 minggu, janin dapat mengingat sesuatu hingga sebulan. Menurut Dr. Miriam Stoppard, pakar pola asuh anak, para peneliti di Amerika Serikat meminta mamil membaca sebuah buku. Lalu, ketika bayi lahir dan berusia beberapa bulan, bayi bereaksi pada suara ibu mereka ketika membaca buku yang biasa mereka dengar semasa di dalam kandungan. Mama bisa memilih buku dengan cerita yang memiliki pesan moral dan bermanfaat untuk anak kelak atau dapat pula membacakan ayat-ayat di kitab suci.

5. STIMULASI CAHAYA

Dalam risetnya, Dr. Jason C Birnholz dari New York Academy of Sciences, Amerika Serikat, membuktikan, di usia 26 minggu janin dapat menunjukkan reaksi terhadap cahaya ketika perut mamil disinari. Reaksinya berupa meningkatnya denyut jantung si calon bayi, bahkan terkadang ada yang sampai menggerakkan tangan ke arah mata, seperti menutupi matanya karena merasa silau. Perlu diketahui, di usia kandungan 26 minggu, kelopak mata janin sudah terbuka dan mampu melihat sekelilingnya, Ma. Ini berarti jika Mama berada di ruangan yang terang, janin bisa melihat warna kemerahan seperti warna bayang-bayang senja. Namun jika Mama berada di ruangan gelap, janin hanya melihat warna kehitaman. Berdasarkan alasan inilah kita bisa memberikan rangsang cahaya kepada janin.

Melalui stimulasi cahaya, janin akan merekam perbedaan suasana terang dan gelap di dalam memori otaknya. Perekaman ini akan memfungsikan otak janin sejak dini sehingga sistem kerja saraf yang terkait dengan kemampuan penglihatan pun bekerja. Stimulasi ini juga memaksimalkan pertumbuhan otak sehingga simpul-simpul saraf semakin banyak terbentuk. Nah, saat melakukan stimulasi cahaya, ceritakan pada janin soal kondisi terang dan gelap, Ma. Misalnya dengan berkata, “Lampunya Mama matikan, ya, ini namanya gelap. Mama enggak bisa lihat apa-apa, nih. Sekarang Mama nyalakan lagi lampunya, ya. Terang, deh.” Mama bisa melakukan stimulasi ini di mana saja, yang penting suasanya menyenangkan, Ma. Lakukan dua kali dalam sehari, semisal di pagi dan malam hari menjelang tidur.

Narasumber: Dr. dr. Hermanto TJ, SPOG(K) Staff Obstetrics and Gynecology Department Dr. Soetomo Hospital, Surabaya & Chairman of Division of Maternal Fetal medicine Dr. Soetomo General Hospital – School of Medicine Chairman of Reproductive Health Magister Study Program

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.