Tingkatkan Risiko Depresi Pascamelahirkan

DIABETES KEHAMILAN

Nakita - - Usai Bersalin -

P eneliti dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai dan Karolinska Institutet menemukan, diabetes kehamilan bisa meningkatkan risiko depresi pascamelahirkan (postpartum

depression atau PPD) pada para mama yang baru pertama kali melahirkan. Studi berskala besar ini dilakukan terhadap 700.000 mama dan dimuat di jurnal Depression and Anxiety (Januari 2017).

Peneliti juga menemukan, para mama dengan riwayat depresi berpeluang 20 kali lebih besar untuk mengalami PPD dibandingkan mama yang tidak memiliki riwayat depresi sebelumnya. Sementara diabetes gestasional sendiri dapat meningkatkan risiko PPD dan riwayat depresi pada mama yang dipadukan dengan diabetes gestasional bisa semakin meningkatkan risiko PPD.

“Banyak ahli menyangka dua kondisi ini tidak saling berhubungan dan sangat berbeda. Namun kini diketahui bahwa diabetes kehamilan dan PPD sangat berkaitan,” kata Michael E. Silverman, PHD, Asisten Profesor Psikiatri dari Icahn School of Medicine, di Mount Sinai. “Mengalami diabetes bisa meningkatkan risiko PPD pada semua perempuan. Sementara pada mama yang pernah mengalami gangguan depresi, maka mengalami diabetes selama kehamilan bisa meningkatkan 70% lebih besar kemungkinan mereka mengalami PPD,” tambah peneliti utama studi ini.

PPD dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan ibu maupun bayi. Oleh karenanya, Silverman mengimbau para dokter untuk melakukan pemeriksaan guna melihat apakah Mama berisiko mengalami hal ini. “Dengan begitu, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat sebelum mama melahirkan,” kata Silverman. (Irene)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.