Hormon Cinta Mama pada Bayinya

DOPAMIM,

Nakita - - Usai Bersalin -

B anyak penelitian menyatakan bahwa kelekatan hubungan antara mama dan bayi terjadi berkat peran hormon oksitosin. Namun ternyata, penelitian yang dimuat di jurnal

Proceedings of the National Academy of Sciences (Februari 2017) menyebutkan, hormon yang berperan dalam membangun hubungan yang sehat antara mama dan bayi adalah dopamin. Bila oksitosin sifatnya memengaruhi suasana hati mama, hormon dopamin berperan memotivasi mama untuk melakukan yang terbaik bagi si kecil, karena dengan demikian mama akan merasa lebih baik.

“Peran hormon dopamin tidak berakhir ketika bayi beranjak besar, tetapi terus hingga sepanjang kehidupan sang anak,” kata Lisa Feldman Barrett, Profesor Psikologi dari Northeastern University, Boston, yang merupakan salah satu peneliti. Penelitian yang dilakukan Barrett bersama Shir Atzil, kandidat Pascadoktoral di Massachusetts General Hospital, Boston, ini memperlihatkan, otak mama akan mengeluarkan lebih banyak hormon dopamin ketika mereka melihat bayinya. “Mama yang mengeluarkan lebih banyak dopamin cenderung memberikan upaya lebih besar dalam merawat bayinya. Mereka juga lebih sensitif terhadap kebutuhan bayi dan bersedia menyesuaikan diri untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Atzil. (Irene)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.