KENAPA SI KECIL TIDAK DAPAT TIDUR NYENYAK?

Dengan buah hati tidur nyenyak, Mama dapat memulihkan tenaga setelah seharian mengasuh si kecil. Tapi mengapa, kok, si kecil selalu masih terbangun di tengah malam?

Nakita - - Dunia Bayi - Oleh: Saeful Imam, Gisela Niken

Bayi yang dapat tidur nyenyak di malam hari tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Karena, dengan buah hati nyenyak dalam peraduan, berarti Mama dapat beristirahat untuk memulihkan tenaga setelah seharian mengasuh si kecil. Bukan begitu, Ma?

Tidur bagi bayi juga akan mengembalikan kebugaran tubuhnya. Keesokan harinya, badannya sudah kembali segar dan siap diajak bermain kembali. Bayi yang cukup tidur pun akan memiliki emosi yang stabil, lebih sehat, dan tidak mudah sakit. BELUM MAMPU BEDAKAN SIANG DAN MALAM Lalu kenapa bayi Mama masih sering bangun di tengah malam? Ternyata Ma, ini karena bayi, terutama bayi yang baru lahir, belum mampu membedakan siang dan malam, serta belum memiliki pola tidur yang stabil. Selain itu, intensitas menyusunya juga masih tinggi. Hal ini akan membuat bayi baru lahir terbangun setiap 1—2 jam di malam hari.

Bayi mulai tidur lebih lama di malam hari saat ia menginjak usia 4 hingga 6 bulan. Kemudian waktu tidurnya akan lebih panjang, yakni 8 jam, pada usia di atas 6 bulan.

Nah, kalau pada usia ini, si kecil masih saja belum tidur nyenyak sepanjang malam, Mama perlu mencari penyebabnya. Kuat dugaan, bayi sering bangun malam hari, karena siangnya terlalu banyak tidur. Coba Mama perhatikan, apakah setiap selesai disusui di siang hari, si kecil lalu tertidur? Itu mungkin penyebabnya.

Untuk itulah, di siang hari, bayi harus aktif. Ajak ia ngobrol atau berjalan-jalan. Untuk bayi yang sudah agak besar, bisa mulai diajak bermain. Dengan banyak menggunakan waktu siang hari untuk beraktivitas, bayi sudah cukup berkurang energinya untuk aktif di malam hari.

Selain itu, bayi jadi belajar untuk bisa membedakan waktu bahwa malam hari untuk istirahat dan siang hari untuk beraktivitas. MANDIKAN SEBELUM TIDUR Agar bisa melatih bayi agar terbiasa untuk tertidur sepanjang malam, Mama membutuhkan rutinitas menjelang tidur. Rutinitas akan membantu bayi mengetahui tanda jika ia akan tidur. Berikut saran dari Hansa Bhargava, MD,

Senior Medical Director di WEBMD and Senior Medical Correspondent untuk Medscape, seperti yang termuat di situs web.md:

Seka dengan air hangat agar bayi tidur nyenyak.

Sebelum mengajak si kecil pergi ke peraduan, bersihkan badan bayi. Seka dengan air hangat agar tubuh bayi tidak lengket setelah bermain seharian. Sehabis diseka, biasanya bayi akan mudah tertidur dengan pulas. Rasa hangat akan memperlancar sirkulasi dan aliran darah. Pun saat bersamaan, terjadi pelemasan sendi, jaringan, dan otot, sehingga bayi pun menjadi tenang dan nyaman. Jadikan pijat sebagai ritual tidur.

Pijatan lembut pada tubuh bayi yang dilakukan sebelum tidur, biasanya akan membuat bayi merasa nyaman dan membantu tidurnya lebih lelap. Saat memijat tubuh bayi, gunakan minyak khusus pijat bayi yang umumnya berfungsi sekaligus sebagai penghangat.

Atur jadwal menyusui. Setelah dipijat, segera susui bayi sambil mengajaknya bercerita. Aktivitas ini bisa membantu bayi rileks. Percayalah beberapa saat kemudian dia akan tertidur nyenyak.

PENCAHAYAAN HINGGA SUHU KAMAR

Setelah si kecil tertidur pulas, boleh kita pindahkan ke tempat tidurnya secara perlahan dan dalam kondisi lampu ruangan temaram. Pencahayaan yang redup, akan semakin membuat bayi mudah terlelap. Produksi hormon melatonin juga akan meningkat. Selain bermanfaat untuk kekebalan tubuh, hormon ini juga membantu bayi untuk tidur.

Mama juga perlu memastikan suhu di kamar bayi. Setel suhu dengan tepat, tidak kelewat panas tapi juga tidak terlalu dingin. Bila Mama menggunakan pendingin ruangan, setel suhu kurang lebih 26°C.

Jika dia terbangun tengah malam, segera susui, supaya bayi kembali tertidur. Karena umumnya si kecil terjaga di tengah malam karena haus.

Namun bila bayi menangis, sebaiknya bayi jangan terbiasa langsung digendong. Elizabeth Lombardo, PH.D., seorang psikolog di Lake Forest, Illinois merekomendasikan agar Mama membiarkan bayi menangis beberapa waktu. “Cobalah membuat interval, misalnya di hari pertama biarkan ia menangis selama lima menit. Setelah itu baru datang padanya untuk mengecek apa yang terjadi. Lakukan hal ini keesokan harinya dengan menaikkan interval menjadi 10 menit, “ujarnya. Bayi menangis saat tidur bisa saja hanya karena Mama tak ada di sisinya. Bayi harus memahami bagaimana cara menenangkan diri dan mengenal rasa mengantuk.

Selamat mencoba!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.