INFO UPDATE

Nakita - - Kesehatan -

›› PERAN GIZI BAGI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK

Pada usia prasekolah, asupan gizi yang baik ternyata dapat berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak. Menurut riset yang dilakukan oleh dua ahli dari University of Pennsylvania, yaitu Jianghong Liu, Asisten Profesor dari School of Nursing dan Perelman School of Medicine, serta Adrian Raine, Profesor Kriminologi, Psikologi, dan Psikiatri, asupan gizi tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, melainkan juga kemampuan serta perilaku sosial anak. “Banyak orang tidak memahami pentingnya perilaku sosial yang positif pada anak,” kata Liu. “Padahal, perilaku sosial pada anak, bahkan juga dewasa, bisa berdampak bagi kesehatan fisik dan mental,” imbuhnya. Studi yang dimuat di jurnal Maternal & Child Nutrition juga menyebutkan, pemberian nutrisi yang baik dapat meningkatkan fungsi kognitif dan perilaku sosial, yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan otak dan kecerdasan anak. Jadi, sejak sekarang pastikan si kecil mendapatkan asupan gizi yang baik, ya, Ma! (Irene)

›› ATASI MASALAH TIDUR SEBELUM 5 TAHUN

Anak-anak yang sejak kecil terbiasa untuk kembali tidur dengan sendirinya ketika terbangun di malam hari, ternyata dapat beradaptasi dengan lebih mudah saat masuk sekolah dasar. Penelitian dari Queensland University of Technology (QUT) menyatakan, satu dari tiga anak dengan gangguan tidur sejak bayi hingga berusia 5 tahun lebih, berisiko mengalami gangguan emosional dan perilaku saat mulai bersekolah. Tidak hanya itu, mereka juga berisiko mengalami gangguan pemusatan perhatian. “Penting bagi anak untuk memiliki pola tidur yang teratur sebelum usia 5 tahun,” kata Dr. Kate Williams dari School of Early Childhood, Fakultas Pendidikan QUT, seperti dimuat di British Journal of Educational Psychology. Williams melanjutkan, orangtua dapat membantu dengan mengurangi beberapa kebiasaan, seperti: menemani anak tidur atau mengizinkan anak pindah ke tempat tidur orangtua. “Dengan begitu, anak akan belajar untuk tidur sendiri,” katanya lagi. (Irene)

›› DEKAT DENGAN DOKTER UMUM, JAUH DARI UGD

Memiliki akses mudah ke dokter umum langganan keluarga sangatlah bermanfaat bagi anak-anak, demikian kesimpulan riset yang dimuat di jurnal Pediatrics. Menurut studi yang dilakukan oleh para ahli dari Imperial College London ini, kemudahan dalam berkonsultasi dengan dokter umum dapat menurunkan kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit. Para ahli mencatat, lebih dari separuh jumlah kunjungan ke UGD terjadi di luar jam praktik dokter umum, yaitu pukul 08.00—18.30. Pada hari-hari kerja, kunjungan ini bisa melonjak setelah jam pulang sekolah di Inggris, yaitu sekitar pukul 18.00. Dengan adanya dokter umum yang mudah dihubungi, anak-anak berpenyakit kronis, seperti asma, berpotensi 21% lebih rendah untuk masuk rumah sakit saat mengalami serangan. “Adanya akses mudah ke dokter umum akan membuat fungsi UGD menjadi lebih maksimal dan efisien,” kata Dr. Sonia Saxena, peneliti utama yang berasal dari School of Public Health, Imperal College London. (Irene)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.