Yang Juga Penting STIMULASI

Selain asupan bergizi, untuk mendukung tumbuh-kembang yang optimal di periode 1000 HPK juga diperlukan stimulasi bagi sang buah hati. Bukan hanya setelah lahir, bahkan sejak sejak si kecil masih di dalam kandungan, Ma.

Nakita - - Beranda - Oleh: Isma Anggritaningsih

Stimulasi atau rangsangan menjadi penting karena berkaitan dengan perkembangan otak, Ma. Sementara perkembangan otak sendiri sudah dimulai sejak si kecil masih berada di dalam kandungan Mama. Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak dan Magister Sains Psikologi Perkembangan, Soedjatmiko, menjelaskan di situs resmi IDAI bahwa sel-sel otak janin dibentuk sejak usia kehamilan 3—4 bulan. Setelah lahir sampai umur 3 tahun, jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai miliaran sel, tetapi belum ada hubungan antarsel-sel tersebut. Memasuki usia kehamilan 6 bulan, mulai dibentuklah hubungan antarsel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsinya.

Nah, kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antarsel-sel otak ditentukan oleh stimulasi yang dilakukan lingkungan kepada si kecil, Ma. Semakin bervariasi rangsangan yang diterima anak, semakin kompleks pula hubungan antar sel-sel otak. Selain itu, semakin sering dan teratur rangsangan diterima, semakin kuat juga hubungan antarsel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antarsel-sel otak,

semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak dikemudian hari. Selanjutnya, bila dikembangkan terus-menerus, anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple intelligences).

Serupa dengan Soedjatmiko, menurut Anthony Lake,

Executive Director of UNICEF, stimulasi dari sedini mungkin dibutuhkan oleh anak, terutama untuk mendukung perkembangan otaknya. Anak-anak yang sejak dini dibacakan buku, diajak bicara, dinyanyikan, dan diajak bermain oleh orangtuanya, tak hanya dapat tumbuh menjadi anak yang bahagia, tetapi juga akan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dan kesempatan lebih banyak untuk hidup lebih produktif di masa depannya. Hal ini terbukti lewat sebuah studi selama 20 tahun yang dirilis tahun 2014 di sciencemag. org milik American Association for the Advancement of Science bahwa anak-anak dari rumah tangga kurang mampu yang mendapat stimulasi berkualitas tinggi di tahun-tahun pertama kehidupannya, tumbuh menjadi orang dewasa yang memperoleh rata-rata 25% lebih banyak daripada mereka yang tidak menerima stimulasi tersebut.

Taufiqur menambahkan, “Status perkembangan bayi dan kecerdasan anak ditentukan oleh kuantitas dan kualitas organ otak. Satuan terkecil sel otak, disebut neuron. Jumlah sel neuron yang puluhan milyar itulah yang jadi penentu kualitas seseorang.” Jadi, Ma, semakin banyak sel neuron anak, semakin tinggi pula level kecerdasannya. Nah, sel-sel neuron ini sebanyak 80—90% terbentuk pada umur 0—2 tahun. Faktor terpenting yang memengaruhi proliferasi (semacam proses beranak-pinak) sel neuron tersebut adalah nutrisi, Ma. Selain jumlah sel neuron, yang menjadi penentu kecerdasan seseorang adalah banyaknya koneksi atau hubungan antarsel neuron. “Semakin banyak koneksi, semakin rumit koneksi inter-neuron, semakin tinggi pula level kecerdasannya. Nah, faktor terpenting yang memacu koneksi antarneuron itu adalah stimulasi,” jelas Taufiqur.

Oleh karena itu, dalam periode 1000 HPK diperlukan rangsangan/stimulasi setiap hari pada anak, Ma. Dari stimulasi di semua sistem indra, gerak kasar dan halus (kaki, tangan dan jari-jari), hingga merangsang kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi anak. Serunya lagi, stimulasi bisa dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan si kecil. Misalnya, ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menjelang tidur, atau kapan dan di mana pun Mama dapat berinteraksi dengan si kecil. Pengin tahu apa saja stimulasinya sesuai kelompok usia anak? Simak penjelasannya berikut ini!

PERIODE JANIN: Stimulasi Indra Pendengaran

Dr. Thomas R. Verny, pakar ter- kenal yang fokus dengan efek dari lingkungan prenatal dan awal kehidupan pada tumbuh kembang kepribadian seseorang, mengatakan bahwa setiap menit ada sel otak baru yang terbentuk pada janin. Karena adanya sel baru yang terbentuk ini, jaringan otak akan terbentuk pula di sepanjang garis yang membantu mengomunikasikan kebutuhan janin. Misalnya, kebutuhan bernapas, bergerak saat lahir nanti, menutup dan membuka kelopak mata. Jadi, semua organ serta

Semakin kompleks dan kuat hubungan antarsel-sel otak, semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari. Selanjutnya, bila dikembangkan terus-menerus, anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple intelligences).

Dalam periode 1000 HPK diperlukan rangsangan/stimulasi setiap hari pada anak, mulai stimulasi di semua sistem indra, gerak kasar dan halus (kaki, tangan dan jari-jari), hingga merangsang kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi anak.

semua jaringan saraf yang memasok organ ini harus mulai berkembang jauh sebelum kelahiran. Hal yang sama berlaku pula di jaringan otak. Semakin kita merangsang saraf pendengaran janin, misalnya, semakin banyak jaringan/sirkuit otak yang berkembang dan semakin kuat sehingga ia akan lebih siap saat lahir nanti.

Terbukti pada penelitian Hermanto dkk. di Surabaya, stimulasi auditorik yang menggunakan aturan 5M1U dapat menghasilkan empat parameter potensi kecerdasan. Yang dimaksud dengan aturan 5M1U adalah: menggunakan 14 lagu karya Mozart dengan urutan yang benar; dilakukan pada malam hari antara pukul 20:00—23:00; mulai usia kehamilan 20 minggu; dengan durasi lagu 60 menit; dan headphone harus menempel perut mamil. Namun agar maksimal, stimulasi auditorik harus dikombinasi dengan asupan bergizi seimbang, termasuk DHA.

Stimulasi lainnya yang mudah dan dapat membantu perkembangan otak janin adalah dengan mengajaknya berbicara, terutama ketika pendengaran janin semakin sempurna di usia kehamilan 20 minggu. Caranya, seperti mengobrol dengan bayi saja, Ma. Mama juga dapat membacakan cerita untuk janin. Ada pula stimulasi lain yang tak kalah mudah, yaitu dengan mengusap, menggosok lembut, atau menyentuh perut berulang kali. Tanpa kita sadari, ini adalah salah satu cara berhubungan dengan janin secara fisik, Ma. Ketika ingin mengajak janin bercanda, Mama bisa menggelitik perut. Bila ingin menenangkan janin yang sedang bergerak-gerak, cukup dengan belaian lembut atau menepuk perut mengikuti tempo lagu yang sedang Mama dengarkan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.