MENYUSUI: KOMBINASI NUTRISI DAN STIMULASI

Nakita - - Beranda -

Mungkin Mama sudah paham benar bahwa kandungan gizi di dalam ASI adalah yang terbaik, memiliki segala kebaikan untuk si kecil. Nah, yang kadang belum kita sadari adalah ketika menyusui si kecil, kita sebenarnya juga sedang memberikan stimulasi kepadanya. Taufiqur menjelaskan, kegiatan menyusui merupakan kegiatan yang sarat stimulasi sekaligus mengandung nutrisi yang tepat untuk proliferasi sel neuron. Pada bayi, “pintu masuk” stimulasinya adalah dari indra penglihatan, penciuman, pendengaran, dan peraba/kulit. Semua indra ini bisa mendapatkan stimulasi saat menyusui, Ma.

Indra penglihatan bayi baru berkembang, sehingga kemampuan jarak pandang bayi baru lahir hanya sekitar 30 cm. Di usia 6 bulan, barulah bayi bisa melihat seperti orang dewasa. Nah, ketika bayi menyusu pada Mama, jarak antara mata bayi dengan wajah Mama sekitar 30 cm. Dengan menyusui, berarti Mama bisa merangsang indra penglihatannya. Kemudia, indra pendengarannya akan terangsang dengan baik manakala mendengar suara ibunya. Artinya, ketika menyusui, sebaiknya Mama sambil mengajak si kecil berkomunikasi verbal dengan menggunakan suara yang lembut. “Jangan sekali­kali menyusui sambil nonton teve apalagi sambil buka gadget!” tegas Taufiqur.

Indra penciuman si kecil juga dapat dirangsang saat ia menyusu, karena saat itulah ia dapat mencium bau alami Mama yang merupakan stimulator terbaik bagi perkembangan otak bayi. Itulah mengapa, saat menyusui, Mama dianjurkan tak menggunakan wewangian/parfum. Ditambah dengan elusan dan belaian tangan Mama pada bayi saat menyusui, selain dapat menjadi stimulan bagi indra perabanya, juga merupakan stimulasi yang tak tergantikan, tak ternilai harganya. Menyusui memang benar­benar sempurna, ya, Ma!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.