Nyeri Perut YANG PERLU DIWASPADAI

Nyeri perut selama kehamilan pasti terjadi. Namun, tak selamanya nyeri perut ini bisa dibilang normal atau aman. Mama perlu mengetahui tanda-tanda nyeri perut yang perlu diwaspadai.

Nakita - - Kehamilan - Oleh: Gisela Niken, Julie Erikania Sumber:

Secara umum, nyeri perut yang normal disebabkan oleh bertumbuhnya janin. Janin yang bertumbuh membuat rahim semakin membesar dan menekan bagian di dalam perut lainnya seperti usus. Hal ini dapat menyebabkan nyeri perut serta mual. Sembelit dan kembung menjadi penyakit yang umum dialami oleh mamil. Hormon progestron yang meningkat selama kehamilan telah memperlambat sistem pencernaan. Akibatnya, perjalanan makanan semakin melambat sehingga menyebabkan sembelit dan perut kembung. Kontraksi perut juga normal terjadi pada mamil karena gerakan janin di trimester ketiga turut memicu nyeri perut.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, rasa nyeri perut yang mengganggu bisa menjadi gejala dari sesuatu yang lebih serius. Oleh karena itu, jika mamil sering mengalami sakit/nyeri perut, baiknya segera konsultasikan ke dokter. Apalagi jika nyeri perut disertai demam, mual, hingga perdarahan, segera periksakan kehamilan ke dokter, ya, Ma. Ada beberapa penyebab nyeri perut selama hamil yang perlu diwaspadai, berikut di antaranya!

KEGUGURAN

Keguguran lebih berisiko ketika kehamilan berada di trimester pertama. Sebanyak 15—20% kehamilan pada trimester awal (13 minggu pertama kehamilan) berakhir dengan keguguran. Mama perlu mewaspadai jika nyeri perut dirasakan seperti kram menstruasi yang muncul teratur setiap 5—20 menit, muncul perdarahan, nyeri punggung ringan sampai berat. Kondisi tersebut bisa merupakan indikasi keguguran. Segera temui dokter obgin Mama, ya, agar dapat terhindar dari risiko serius pada kehamilan.

KEHAMILAN EKTOPIK

Terjadi pada 1 dari 50 kehamilan, kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan, paling sering di tuba falopi. Sayangnya, kehamilan ektopik tak dapat berlanjut, janin tak dapat tumbuh dan berkembang di luar rahim. Kehamilan ektopik ditandai dengan rasa sakit/nyeri perut dan perdarahan hebat pada usia kehamilan sekitar 6—10 minggu.

INFEKSI SALURAN KEMIH

Meskipun mudah diobati selama kehamilan, jika diabaikan, infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyebabkan komplikasi. ISK paling sering ditandai oleh rasa sakit dan/atau rasa terbakar saat Mama buang air kecil, selain juga bisa memunculkan nyeri perut bagian bawah. Jika Mama merasakan sakit di punggung bawah, sisi tubuh di bawah tulang rusuk atau di atas tulang panggul, disertai demam, mual, berkeringat, atau kedinginan, mungkin ISK telah menyebar ke ginjal. Jika demikian, segeralah minta bantuan medis.

ABRUPSIO PLASENTA Placental abruption (lepasnya plasenta) adalah pemisahan plasenta dari lapisan rahim sebelum bayi lahir. Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester ketiga, tetapi bisa terjadi kapan pun setelah minggu ke-20 kehamilan. Hanya sekitar 1% dari semua perempuan hamil akan mengalami abrupsio plasenta dan sebagian besar dapat berhasil diobati bergantung pada jenis pemisahan yang terjadi.

Selain rasa sakit/nyeri perut, abrupsio plasenta juga ditandai oleh perdarahan vagina. Meski sekitar 20% kasus tidak mengalami perdarahan, Mama tetap harus memeriksakan diri ke dokter untuk setiap perdarahan yang terjadi pada trimester akhir kehamilan. Pasalnya, perdarahan juga bisa disebabkan oleh plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir). Tanda/gejala lain dari abrupsio plasenta ialah uterus yang melembut, kontraksi yang cepat, dan kelainan denyut jantung janin.

Plasenta adalah bagian dari sistem pendukung kehidupan bayi di dalam rahim. Bila plasenta memisahkan diri dari lapisan rahim sebelum persalinan, akan mengganggu pengangkutan oksigen dan nutrisi ke bayi. Tentunya hal ini akan membahayakan janin. Itulah mengapa, mamil harus segera memeriksakan kehamilannya ke dokter obgin bila muncul gejala/ tanda lepasnya plasenta.

PREEKLAMSIA

Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine setelah usia kehamilan 20 minggu. Preeklamsia memengaruhi setidaknya 5—8% kehamilan. Pada tingkat berat, gejala yang menyertainya adalah sakit kepala, penglihatan kabur, ketidakmampuan menoleransi cahaya terang, kelelahan, mual/ muntah, kencing dalam jumlah sedikit, nyeri di perut kanan atas, sesak napas, dan cenderung mudah memar. Segera hubungi dokter obgin Mama jika mengalami penglihatan kabur, sakit kepala parah, sakit perut, dan/atau kencing sangat jarang. Preeklamsia yang tidak ditangani dengan cepat dan benar, dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat membahayakan, baik mama maupun janinnya.

PERSALINAN PREMATUR

Di trimester akhit, terkadang persalinan bisa terjadi sebelum waktunya, terutama sebelum minggu ke-37. Hal ini terjadi karena kontraksi rahim menyebabkan serviks terbuka lebih awal dari biasanya. Akibatnya, bayi lahir prematur dan berisiko terkena masalah kesehatan. Persalinan prematur terjadi pada sekitar 12% dari semua kehamilan.

Waspadai bila Mama mengalami nyeri perut disertai sakit punggung terus-menerus. Nyeri perut yang menjadi gejala kelahiran prematur mungkin disertai dengan keluarnya cairan vagina dan perdarahan. Segera hubungi dokter obgin Mama atau rumah sakit jika Mama merasakan gejala-gejala tersebut. Kemungkinan si kecil lahir lebih dini dapat dicegah bila Mama bisa segera mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.