APA ITU FASE TIDUR BAYI?

Nakita - - Dunia Bayi -

Apakah Mama menyadari saat bayi tertidur, ia tidak akan langsung terlelap, melainkan melewati fase-fase tertentu? Proses tidur bayi teryata dibedakan menjadi 2 fase, fase tidur bayi tenang atau nonREM (Rapid Eye Movement) dan fase tidur aktif atau REM. Berikut penjelasan fase tidur bayi: Tidur REM

Fase tidur bayi ini disebut fase aktif. Hal ini ditandai dengan pola pernapasan dan denyut jantung si kecil yang tidak teratur, serta tidak terjadi pembentukan keringat. Pada fase ini bayi terkadang tertidur sambil tersenyum, tertawa, atau bahkan mengigau. Meski demikian bayi tetap lelap tertidur. Fase ini, diduga mampu memulihkan pikiran, daya ingat, serta mempertahankan fungsi sel-sel otak.

Pada orang dewasa tidur REM hanyalah 20%—25% dari total tidur. Sedangkan pada bayi yang baru lahir bisa mencapai 50% total tidur. Bayi yang lahir prematur bahkan 80% tidurnya bisa berada di tahap REM ini. Jadi, bolehlah dibilang, bayi membutuhkan banyak tidur REM agar dapat menerima stimulasi dengan optimal dan memiliki emosi yang sehat. Tidur NON-REM

Fase tidur bayi ini adalah lanjutannya, tidur non-rem adalah tidur nyenyak (deep sleep). Pada fase ini bayi berada dalam keadaan relaks yang ditandai dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur. Pada tahapan ini, dikeluarkan growth hormone yang berperan bagi tumbuh kembang sang buah hati. Bila si kecil kurang tidur, maka pengeluaran hormon akan terganggu, sehingga pertumbuhan bayi pun tidak optimal.

Kecukupan tidur NON-REM juga berpengaruh pada daya tahan tubuh. Berbagai riset membuktikan, kurang tidur dapat menyebabkan terganggunya fungsi imun dan daya tahan tubuh. Bayi pun jadi mudah sakit.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.