7 Cara Menanamkan Toleransi Sejak Dini

Nakita - - Dunia Balita -

Menjadi Panutan. Ini mungkin akan menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua, karena terkadang kita kerap melontarkan berbagai komentar berbau SARA. Contoh, “Oh, teman kamu, kan, punya kebutuhan khusus, pantas saja kalau….” Jadi, hati-hati ya, Ma!

Menghargai pendapat anak sebagai individu yang berbeda. Tampaknya mudah, namun terkadang tanpa disadari kita pernah mengabaikan apa yang disuarakan anak. Misal, kita melecehkan busana pilihan anak. “Astaga, Dek, jelek banget, sih, bajunya.” Untuk itulah dibutuhkan komitmen orangtua untuk selalu menghormati anak, meski untuk hal-hal yang kita anggap remeh sekalipun.

Libatkan anak dalam kegiatan yang penuh keragaman. Contoh, ajak anak dalam kegiatan arisan keluarga. Di sana ia dapat melihat bagaimana tantenya yang berasal dari Ambon akan memiliki cara bicara yang khas, yang berbeda dengan dirinya Belajar bersama tentang tradisi dan budaya lain. Contoh, motif batik Tidayu merupakan ekspresi unik Suku Dayak Melayu dalam menghargai konsep perbedaan. Motif yang tergambar dalam kain tersebut adalah perpaduan simbol-simbol dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Motif batik ini bisa kita perkenalkan pada anak untuk belajar arti keberagaman.

Jangan panik jika anak meniru kebiasaan orang di luar rumah. Sadari memang ada periode anak meniru. Bila anak terlihat berdoa dengan cara berbeda, Mama Papa bisa memberikan pemahaman nilai-nilai apa yang dipegang dalam keluarga.

Sediakan bahan bacaan dan tontonan yang menunjukkan penghargaan terhadap perbedaan. Kembangkan rasa percaya diri anak.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.