IH... GIGINYA, KOK, KUNING?

Nakita - - Kesehatan - Oleh: Gisela Niken

Gigi putih, sehat dan bersih tentu jadi keinginan semua orang. Namun bagaimana bila gigi anak berwarna kuning atau bahkan rusak?

Apakah si kecil mengalami masalah gigi seperti yang disebut di atas? Ada beberapa penyebab yang sering terjadi sehingga membuat gigi anak berwarna kuning. Untuk mengatasinya, Mama perlu mencari tahu penyebabnya. Biasanya faktor internal dan eksternal.

Penyebab umum yang paling sering terjadi adalah sesuatu yang anak makan atau minum. Hal ini jadi faktor eskternal yang kerap dilakukan. Sementara untuk internal mungkin terjadinya kerusakan gigi. Kedua penyebab ini bisa diatasi dengan dokter gigi atau perawatan sendiri di rumah.

Fluorosis adalah penyebab yang kerap terjadi. Anak yang terlalu banyak fluoride menyebabkan gigi jadi kuning.

Fluoride merusak sel-sel yang membentuk enamel pada gigi. Untuk itu, Mama perlu bijak saat mengenalkan pasta gigi pada anak. Sebelum usia 5 tahun sebaiknya berikan pasta gigi bebas fluoride.

Ada beberapa obat atau antibiotik yang dapat menghancurkan sel-sel tertentu untuk pertumbuhan gigi. Selain dari obat, gigi mungkin mengalami kerusakan baik dari luar maupun saraf dalam. Jika si kecil mengalami hal ini, ada baiknya ditangani dokter untuk memastikan giginya baik-baik saja.

Makanan yang memiliki sifat warna akan menyebabkan perubahan warna. Soda dan minuman buah dapat menjadi penyebabnya. Kandungan gula juga dapat mengubah warna gigi menjadi kuning. Untuk mencegah perubahan warna, minta anak berkumur dengan air setelah mengonsumsi makan dan minum sesutau yang dapat mengubah warna gigi.

KESEHATAN GIGI ANAK KURANG DIPERHATIKAN Salah satu kunci untuk mengatasi gigi anak berwarna kuning adalah menjaga kebersihannya. Sayangnya, kesehatan gigi anak kadang kurang menjadi perhatian Mama. Padahal, jangankan gigi kuning, menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada anak. Bahkan, sebanyak 40% anak Indonesia menderita karies gigi sebelum berusia 5 tahun. Kondisi ini membuat Mama perlu memahami pentingnya merawat gigi demi mencegah gigi anak hitam dan rusak.

Menurut drg. Felicia Melati, SPKGA, ada beberapa kesalahan yang perlu dikoreksi oleh orangtua. 1. Tidak memantau anak

dalam membersihkan gigi.

Menurut dokter gigi yang dipanggil Mela, orangtua menjadi kunci kebersihan gigi anak bahkan hingga usia 8 tahun. Banyak orangtua yang tidak peduli akan kesehatan gigi anaknya dan cenderung melepaskan anak untuk merawat giginya sendiri. “Anak baru bisa dilepas sikat gigi sendiri saat usia 8 tahun di mana motoriknya sudah sangat baik,” ujarnya. Menurutnya, orangtua perlu mendampingi anak dalam membersihkan gigi agar bersih dengan sempurna.

2. Tidak rutin membawanya ke dokter gigi.

Masalah yang kerap muncul pada gigi anak ternyata bisa dideteksi sejak dini. Salah satu masalahnya adalah karies gigi. Kondisi ini akan membuat gigi anak menjadi hitam dan rusak. Agar terhindar dari masalah tersebut, si kecil perlu dibiasakan periksa ke dokter gigi. “Ketika gigi anak sudah mulai bermunculan, sebaiknya orangtua membawa anaknya ke dokter gigi untuk perawatan,” tambah Mela.

3. Terbiasa makan atau menyusu hingga tertidur.

Kondisi atau kebiasaan ini memang tidak dimungkiri sering dialami oleh si kecil. Sebagian mama bahkan susah untuk melepaskan kebiasaan ini pada anaknya. Padahal, kandungan gula dari makanan, susu, ataupun ASI dapat merusak gigi. Dalam kasus karies gigi, bakteri dalam mulut merusak bagian keras gigi karena hilangnya mineral. Kehilangan mineral tersebut disebabkan oleh bakteri yang meningkatkan asam dalam mulut. Maka, Mama perlu rajin membersihkan area mulut sejak bayi dengan kasa yang diberi air hangat atau menggunakan finger

brush dan dental wipes.

4. Menggunakan botol atau dot untuk minuman lainnya.

Tak mau repot membuat Mama kerap menjadikan botol susu sebagai wadah untuk memberikan air putih dan lainnya kepada anak. “Banyak orangtua yang mau praktisnya saja. Agar anak tak rewel minuman mulai dari jus buah, teh sampai air putih tetap diberikan dari botol,” tambah Mela. Padahal, anak sebaiknya sudah belajar menggunakan gelas seperti sippy cup setelah menerima MPASI. Kondisi ini akan mencegah masalah gigi misalnya gigi tonggos.

Nah, selamat membangun kebiasaan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan gigi si kecil!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.