BOLEHKAH Membersihkan Telinga Anak?

Katanya, tellinga anak enggak perlu dibersihkan karena bisa bersih sendiri. Benar enggak, sih?

Nakita - - KESEHATAN - Oleh: Gazali Solahuddin Sumber: www.hearing-care.org www.healthyhearing.com www.theguardian.com Dokumentasi nakita

“Sudah.. telinga anak enggak usah dibersihkan, nanti juga bersih sendiri.” Mama mungkin juga pernah mendengar nasihat tersebut. Ternyata ini ada benarnya, lo, Ma. Alasannya, bukan hanya terkait dengan telinga yang memiliki mekanisme pembersihannya sendiri, namun cara yang digunakan untuk membersihkan telinga juga terkadang kurang tepat, bahkan dapat membahayakan si kecil.

Sebuah penelitian, misalnya, mengungkap, cotton bud, bukan satu-satunya alat yang digunakan untuk membersihkan telinga, namun juga korek api, bahkan klip kertas. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan 1 dari 10 orang terluka telinganya karena cara pembersihan yang keliru. Penelitian ini pun menyatakan, terapi ear candling, yaitu meletakkan lilin berongga yang menyala di atas lubang telinga berisiko menimbulkan luka serius, gangguan pendengaran, luka bakar di telinga, dan kebakaran di rambut.

KOTORAN TELINGA ADA GUNANYA

Kotoran telinga yang normal adalah berlemak seperti minyak oli dan berwarna kuning. Kotoran telinga yang dalam istilah medis serumen ini juga ternyata ada gunanya, bahkan banyak. Kotoran telinga, misalnya, dapat melindungi telinga dari bendabenda kecil, seperti serangga, yang secara tak sengaja masuk ke dalam telinga. Semut, misalnya, kalau ada kotoran telinga, bisa tersangkut di situ, sehingga tidak masuk lebih dalam. Kotoran telinga juga membantu melumasi saluran telinga, supaya kulit telinga, khususnya bagian dalam, tidak kering dan gatal.

Nah, terkait membersihkan telinga, benar, kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya. Dengan mengunyah, secara tak sengaja kita menggerakkan rahang. Nah, rahang ini mendorong bagian depan sehingga membuat kotoran telinga mengalir keluar. Jadi secara otomatis membersihkan telinga. Gerakan mengisap pada bayi, juga bisa membersihkan telinga. Karena rahang anak yang bergerak, secara tak langsung bisa mengeluarkan kotoran di telinganya.

PERLU EKSTRA HATIHATI

Kalau ada pertanyaan, bole- hkah telinga anak dibersihkan? Jawabannya, boleh-boleh saja, asalkan dilakukan dengan ekstra hati-hati. Cara membersihkan yang terlalu “bersemangat” malah bisa berbahaya. Sebab, bila alat untuk membersihkan telinga terlalu masuk ke dalam liang telinga, maka bukannya kotoran tersebut keluar seperti yang diharapkan, tapi malah terdorong masuk lebih dalam. Bila hal ini sering terjadi, sedikit demi sedikit kotoran-kotoran tersebut akan menyumbat telinga sehingga membuat pendengaran anak jadi terganggu.

Alhasil kotoran telinga secara bertahap akan menumpuk sehingga menjadi keras. Saking kerasnya kotoran ini bisa-bisa menyerupai kerasnya batu. Kalau sudah begitu penanganannya harus oleh dokter THT. Biasanya dokter akan mencoba mengeluarkan kotoran tersebut. Bila pasien merasa kesakitan karena kerasnya kotoran, maka akan diberi cairan pelunak karbogliserin atau obat pelunak kotoran lainnya. Dengan bantuan cairan tersebut, tak lama kemudian kotoran akan mudah dikeluarkan oleh dokter. Syukurlah, bila orangtua memberi perawatan yang tepat kejadian seperti ini jarang menimpa anak-anak.

Cara membersihkan telinga yang keliru juga bisa menyebabkan infeksi. Sebab, liang telinga sangat sensitif sehingga jika tergores sedikit atau terluka, maka akan mudah timbul infeksi. Bila itu terjadi, nantinya akan tumbuh semacam bisul. Gejalanya pada bayi dan anak antara lain panas, gelisah, atau menangis terus.

CARA TEPAT MEMBERSIHKAN TELINGA

Lalu bagaimana cara membersihkan telinga yang tepat, berikut tips-nya: 1. Bersihkan telinga si kecil, cukup di cuping dan sekitar mulut liang. Hindari membersihkan sampai ke telinga bagian dalam atau bagian liang telinganya. Perlu diketahui dua pertiga liang telinga merupakan kulit biasa yang sangat tipis dan nyeri kalau tersenggol. Jadi bila kita membersihkan telinga dan tak sengaja menyentuhnya akan terasa nyeri karena langsung berkontak dengan tulang rawan.

2. Cara membersihkannya bisa setelah anak mandi, yakni dengan memasukkan handuk lembut ke telinga anak bagian luarnya.

3. Cotton buds bisa digunakan, namun gunakan cotton buds yang sesuai dengan telinga si kecil. Karena bila terlalu besar, kotoran malah akan masuk ke dalam liang telinga.

4. Untuk kotoran telinga yang kering biasanya akan lebih sulit dibersihkan. Untuk mempermudahnya, gunakan cotton buds yang sudah diberikan cairan bersifat minyak (contoh, baby oil). Cairan tersebut berguna sebagai pelunak kotoran.

5. Jangan meneteskan cairan apa pun (termasuk baby oil dengan tujuan untuk melunakkan kotoran) ke dalam telinga karena malah akan menyumbat liangnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.