PARA MAMA BARU PERLU MELAKUKAN INI AGAR TUBUH FIT

Merawat bayi memang kegiatan yang melelahkan, apalagi bagi mama baru. Simak rahasianya berikut ini agar tubuh tetap fit dan tidak mudah sakit- sakitan.

Nakita - - USAI BERSALIN - Oleh: Gisela Niken

Kalau Mama sampai sakit, selain tidak bisa sepenuhnya merawat bayi, juga berpotensi membawa kuman dan menularkannya pada si kecil. Ingat, lo, bayi masih rentan karena daya tahan tubuhnya belum berfungsi sempurna. Untuk itu, Mama perlu menjaga kesehatan. Bagaimana caranya? Ini ada beberapa langkah efektif yang dapat dicoba.

1. Atasi stres.

Penelitian yang dilakukan tim dari Duke University, North Carolina, AS menemukan bahwa stres bisa merusak sistem kekebalan tubuh dan jantung. Selain itu, stres dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri. Sementara, survei yang dilakukan oleh American Psychological Association pada 2009 menempatkan stres sebagai problem kesehatan mental tertinggi. Lalu, apa yang perlu Mama lakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Bagaimanapun, stres memang tidak mudah dihindari, ya, Ma, terlebih bagi para mama baru. Sulitnya merawat bayi serta perubahan lainnya saat menjadi mama baru sangat berpotensi menyebabkan stres. Namun jangan khawatir, Ma, karena olahraga bisa menjadi obat ampuh untuk melepas stres. Sebuah studi dari University of Southern California mengungkapkan, olahraga jalan cepat bisa menurunkan stres hingga 20%.

Olahraga jalan cepat juga tak butuh waktu khusus. Cris Slentz, PHD, peneliti senior dari Duke University Medical Center, North Caroline mengungkapkan, banyak orang merasa kesulitan mengatur waktu untuk berolahraga. Nah, kebiasaan berjalan kaki merupakan bentuk olahraga yang bisa dilakukan siapa saja. Mama yang suka menemani anak bermain di sore hari sambil berkeliling dan berjalan kaki perlu mempertahakan kebiasaan ini. Begitu pula Mama yang biasa berjalan kaki di tempat kerja.

Selain olahraga, yang tak kalah penting adalah mengonsumsi buah dan sayur serta meningkatkan jumlah waktu istirahat dan melakukan hal-hal yang bisa membuat Mama tertawa.

2. Perbanyak konsumsi vitamin B.

Memilih makanan yang tepat harus menjadi perhatian Mama agar tidak mudah sakit. Salah satu zat gizi yang penting ialah vitamin B kompleks yang berperan dalam memproduksi antibodi dan sel darah putih. Selain mendapatkan asupan vitamin B dari suplemen, Mama juga bisa mendapatkan asupan vitamin B dari makanan sehari-hari. Kacang-kacangan, daging ayam, roti gandum, yoghurt, jamur, tomat dan sayuran hijau perlu Mama konsumsi.

3. Makan dalam porsi kecil-kecil.

Mama bisa mengatur porsi makan yang lebih baik agar tetap se- hat, salah satunya dengan makan dalam porsi kecil-kecil. Pola makan ini dapat menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah hingga 25% jika menu makanannya memenuhi prinsip gizi seimbang (ada karbohidrat, protein, lemak baik, vitamin, mineral, serat, dan air putih). Dalam gizi seimbang, Mama perlu membatasi karbohidrat sederhana seperti nasi dan tepung, serta memperbanyak makan sayuran, khususnya sayuran segar.

4. Perbanyak makan bawang putih.

Saat memasak, cobalah lebih banyak memasukkan bawang putih. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of I mmunology

Research menyebutkan, bawang putih mengandung senyawa yang dapat memerangi kuman. Kandungan allicin dalam bawang putih dapat dengan cepat berpindah ke senyawa lain. Dengan begitu, senyawa ini dapat meningkatkan respons tubuh dalam menghadapi virus, semisal, virus yang menyebabkan flu.

5. Perbanyak konsumsi ikan.

Pastikan Mama makan ikan dua kali dalam seminggu untuk mendapatkan manfaatnya. Rutin mengonsumsi ikan akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, menurut American Heart Association, kandungan omega-3 dalam ikan sangat baik untuk mencegah penyakit kronis seperti jantung. Sebuah studi terhadap suku Yup’ik Eskimo di Alaska mengugkapkan, ikan seperti salmon ternyata mengandung kadar DHA dan EPA yang tinggi. Kedua zat ini dapat menurunkan risiko obesitas dan masalah kesehatan seperti diabetes.

6. Menghirup udara segar setiap hari.

Paru-paru kita mungkin dipenuhi dengan udara hasil pendinginan AC. Mengimbanginya dengan kebiasaan membuka jendela di pagi hari dan membiarkan udara dari luar masuk memang membantu terpeliharanya kesehatan. Sebaliknya, selalu berada di ruangan terutup akan membuat sirkulasi udara buruk sehingga asupan oksigen yang masuk ke tubuh juga sedikit. Mama juga sebaiknya memerhatikan suhu ruangan. Menurut Dr. Henry Cahyadi Willem, peneliti dari National University of Singapore, suhu ruangan yang ideal adalah 24,2 derajat Celsius. Suhu terlalu dingin juga menimbulkan gangguan kesehatan yang mengganggu kerja otak.

Nah, jika Mama sudah melakukan keenam rahasia di atas, yakinlah, Mama dapat menjalankan peran Mama dengan lebih baik dalam merawat buah hati, lantaran tubuh yang sehat dan fit. *

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.