SERANGAN 4 VIRUS INI Bisa Dilawan dengan Mudah

Meski nama-nama virus terasa asing di telinga, namun penyakit yang ditimbulkannya begitu dekat dengan buah hati.

Nakita - - Dunia Balita - Oleh: Gazali Solahuddin

Human parainfluenza virus dapat “menempel” pada suatu benda hingga 10 jam. Jika anak menyentuh benda yang terkontaminasi tersebut, maka ia bisa terinfeksi.

Seperti halnya manusia, virus pun memiiki nama. Klasifikasi dan penamaan virus telah dirintis sejak 1966 oleh International Commitee on Taxonomy of Viruses (ICTV). Meski nama-nama virus terasa asing di telinga, namun sebenarnya penyakit yang dapat ditimbulkannya begitu dekat dengan kita dan buah hati. Berikut beberapa nama virus yang menarik untuk diketahui dan cara menangkalnya:

Enterovirus

Virus enterovirus famili Picornaviridae. menyebabkan seorang anak mengalami polio. Anak-anak yang terinfeksi virus ini akan mengalami sakit tenggorokan ringan dan demam, kemudian dalam beberapa hari bisa menderita meningitis dan atau kelumpuhan. Syukurlah, sekarang telah ada vaksin polio dan imunisasi rutin polio sehingga polio pun hampir punah di sebagian besar belahan dunia.

Selain polio, ada enterovirus dari famili lain yang perlu diwaspadai, seperti coxsackieviruses dan echoviruses. Virus ini biasanya menyebabkan gejala pernapasan ringan (batuk dan pilek) dan gejala gastrointestinal (diare dan muntah), tetapi juga dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah, seperti meningitis aseptik, ensefalitis, dan miokarditis.

Mengatasinya, paling baik dengan melakukan pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh adalah kuncinya. Selain itu, hindari kontak dengan siapa pun yang sedang sakit. Ingat, virus ini sangat menular dan media penularannya adalah udara.

Penyembuhannya dengan cara mencukupi kebutuhan tubuh akan asupan gizi dan cairan, juga istirahat yang cukup. Umumnya tidak memerlukan obatan-obatan. Jika sakit berlanjut, lebih dari tiga hari, keadaan semain memburuk, sebaiknya periksakan ke dokter.

Virus Parainfluenza

Parainfluenza mengacu pada sekelompok virus yang disebut human parainfluenza virus (HPIV). Ada empat virus dalam kelompok ini. Masing-masing menyebabkan gejala dan penyakit berbeda. Semua bentuk HPIV menyebabkan infeksi baik di saluran pernapasan atas maupun infeksi saluran pernapasan bawah.

Gejala HPIV seperti flu biasa. Bila kasusnya ringan, bisa hanya berupa hidung meler atau gejala ringan lainnya. Sebagian besar orang sehat yang terinfeksi HPIV sembuh tanpa pengobatan. Namun orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko untuk mengembangkan infeksi yang mengancam jiwa.

Si kecil bisa terinfeksi HPIV dengan beberapa cara. HPIV, misalnya, dapat “menempel” pada suatu benda hingga 10 jam. Jika anak menyentuh benda yang terkontaminasi dengan tangan dan kemudian menyentuh hidung atau mulutnya, maka ia bisa terinfeksi. Virus juga dapat menginfeksi jika anak melakukan kontak dengan penderita. Infeksi virus ini bisa membuat anak demam, rewel, gelisah, tidak mau makan.

Langkah pencegahan yang paling mujarab, seperti: rajin mencuci tangan, cukup minum, mengonsumsi buah-buahan dan makanan gizi seimbang, serta cukup istirahat.

Tak kalah penting, gunakan masker saat di luar atau di ruangan ber-ac. Jika bisa memilih, pilih selalu ruangan atau tempat yang terpapar sinar matahari langsung karena virus ini akan mati bila terpapar sinar matahari.

Mengatasinya, bukan dengan obat-obatan, apalagi antibiotik. Karena virus flu dapat diatasi dengan peningkatan imunitas. Cukupi cairan tubuh buah hati dan minta ia istirahat cukup. Namun bila anak mengalami demam lalu kejang, butuh obat antikejang. Pada kasus ini terkadang membawa anak ke dokter merupakan solusi yang lebih bijak.

Adenovirus

Infeksi paling umum yang disebabkan adenovirus adalah infeksi saluran pernapasan. Infeksi biasanya bermanifestasi dengan gejala yang mirip dengan flu. Ada sakit tenggorokan, pilek, bersin, sakit kepala, batuk, dan demam.

Pada beberapa orang, adenovirus juga dapat menyebabkan croup atau bronkitis. Beberapa infeksi juga dapat menyebabkan konjungtivitis (mata merah muda), ruam kulit, diare dan infeksi kandung kemih. Hingga kini terdapat sekitar 40 jenis adenovirus yang telah dikenali.

Pencegahannya dengan cara sesering mungkin mencuci tangan, terlebih usai dari toilet, usai beraktivitas, dan sebelum makan. Ventilasi udara dan cahaya yang baik di ruangan pun bisa mencegah virus menginfeksi manusia. Tak boleh dilupakan saat mata gatal, ingatkan selalu anak untuk tidak menguceknya dengan tangan.

Penanganannya harus sesuai kasus masing-masing individu. Jadi, konsultasikan ke dokter adalah pilihan terbaik.

Coxsackie A16 dan Enterovirus 71

Virus ini menyebabkan penyakit yang kita kenal dengan nama penyakit tangan, kaki, dan mulut atau flu singapura. Ciri khasnya ialah tangan, kaki, dan mulut

mengalami lecet atau bisul di mulut alias herpangina.

Proses penularannya melalui kontak langsung dari manusia ke manusia dengan media air liur, udara, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi pun bisa terjadi.

Mengatasinya, lagi-lagi pencegahan yang terbaik. Penyakit ini sering terjadi di lingkungan kumuh, kotor, tidak terawat, tempat ramai dan padat. Penggunaan masker dan sering mencuci tangan adalah solusi terbaik untuk pencegahan.

Tidak ada penanganan khusus pada anak yang terinfeksi, hanya disarankan istirahat yang cukup. Pengobatan spesifik juga tidak ada. Pengobatan hanya bersifat simptomatik atau mengobati gejalanya. Pemberian obat demam atau penghilang rasa sakit analgesik, semisal, parasetamol bisa dilakukan.

Pada hampir semua kasus tidak perlu pemberian antibiotik. Pemberian obat jamur untuk oles mulut juga tidak ada relevansinya secara langsung dengan penyakit ini lantaran penyebab infeksinya adalah virus.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.