Raisa Andriana dan Hamish Daud Mengucap Janji Suci

EMAS KAWIN SENILAI 335 JUTA RUPIAH

Nova - - Cover Story - FOTO: PRAS ANANTA WIDA CITRA DEWI FOTO: DOK. ISTIMEWA

Sebetulnya apa sih yang membuat Raisa mau dipinang Hamish? NOVA menjawabnya dengan lengkap dan detail sampai ke pelaminan.

3September 2017.

Bagi banyak orang, tanggal tersebut mungkin biasa saja. Tapi tidak buat pasangan Raisa Andriana dan Hamish Daud Wyllie. Karena di hari itu keduanya mengucap janji sumpah setia dan resmi menjadi sepasang suami istri. Dan, sebagai mahar alias mas kawin, Hamish tunai memberikan cincin merk Tiffany & Co dan logam mulia seberat 500 gram – yang kalau diuangkan, bisa jadi di atas 300 juta rupiah.

Karena itu Raisa mau dipinang Hamish?

Belum tentu karena itu. Sabar. Kita ikuti prosesi acara bahagia itu dulu.

Sejak awal, Raisa dan Hamish sepakat untuk mengusung adat Sunda di hari bahagia mereka. Karenanya, jauh hari sebelum menikah, keduanya pun menjalani berbagai prosesi adat Sunda yang kental. Mulai dari prosesi

neundeun omong (menyimpan omongan) saat keluarga Hamish datang ke rumah keluarga Raisa untuk melamar, dilanjutkan dengan

nyeureuhan di mana pihak laki-laki membawa barang seserahan untuk perempuan.

Langkah selanjutnya, acara pengajian, ngecagkeun aisan, sungkeman, dan siraman yang dilangsungkan di kediaman Raisa. Saat itu, Raisa mengenakan busana dan kerudung yang begitu cantik dari Studio Boh!?, lantas berganti dengan kebaya berwarna ungu lembut bertabur 10 ragam bebatuan dan kristal karya desainer AnSoe.

Sambil bersimpuh, Yaya, sapaan akrab Raisa, memohon doa restu dari kedua orangtuanya. “Yaya tidak akan pernah melupakan cinta kasih yang diberikan Ayah dan Ibu. Semoga kasih sayang dan kehangatan keluarga yang selalu Yaya rasakan, dapat hadir pula dalam kehidupan rumah tangga Yaya dan Hamish kelak,” tuturnya saat itu.

Setelahnya, Raisa dan Hamish menjalani nguyeuk seureuh. Prosesi dimulai dengan pangeuyeuk atau memberi 7 helai benang kanteh sepanjang dua jengkal pada calon mempelai. Sambil duduk dan memegang ujung benang, keduanya meminta izin orang tua untuk menikah. Disusul dengan prosesi penaburan beras, pemberian nasihat, menggotong perangkat pakaian bersama, pembuatan

lungkun, hingga menumbuk alu ke lumpang dan menyalakan tujuh buah lilin sebagai lambang jumlah hari yang akan selalu diterangi.

Ketika akad nikah yang berlangsung di Ayana MidPlaza Hotel, Raisa dan Hamish terlihat mengenakan pakaian adat Sunda berwarna putih. Hamish pun mengucap ijab kabul disusul janji suci, “Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Ahad, tanggal 3 September 2017 saya, Hamish Daud Wyllie, berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menggauli istri

saya yang bernama Raisa Adriana bin Allan N. Rachman dengan baik menurut ajaran Islam,”

Usai memamerkan buku nikah dan cincin yang telah tersemat di jari manis masingmasing, keduanya pun menjalani serangkaian kegiatan yang sarat akan adat Sunda. Mulai dari nincak endog (menginjak telur), huap

lingkung (suap-suapan), pabetot bakakak (menarik ayam bakar), meuleum harupat (membakar harupat), sampai saweran.

Berbeda dengan akad dan prosesi pernikahan yang serba tradisional, kali ini Raisa dan Hamish mengusung resepsi bertema internasional. Hamish tampak gagah dengan jas hitamnya, sementara Raisa mengenakan gaun putih berekor panjang rancangan Elie Saab. Acara malam itu ditutup dengan dansa antara Raisa dan sang ayah, disusul dansa romantis antara pelantun

Mantan Terindah itu dengan sang suami, disertai ciuman yang lembut.

Hamish dan Raisa juga saling mempersembahkan kejutan manis untuk satu sama lain. Hamish memberinya sebuah video pendek buatannya, sementara Raisa menyumbangkan suara merdunya yang menyanyikan lagu Adele berjudul Make You Feel My Love.

Jika selama ini, Raisa dan Hamish dikenal sebagai pasangan yang paling anti membicarakan kisah asmaranya di hadapan publik, namun, khusus di hari itu, keduanya justru membagi kisah perjalanan cintanya.

Kalau selama ini banyak pihak yang kaget dengan keputusan Hamish menikahi Raisa, karena belum lama menjalin cinta, ternyata keduanya mengaku telah lama saling kenal.

“Kenal sekitar 5 tahun lalu. Kita kenalan karena Yaya ngerjain soundtrack film

Rectoverso. Kita kenal secara professional saja. Say hello and bye. Itu yang terjadi selama beberapa tahun berikut, selalu dalam rangka pekerjaan,” beber Hamish yang menambahkan bahwa dirinya telah merasa klik dengan Raisa.

Sebaliknya, Raisa mantap menerima lamaran aktor berusia 37 tahun itu karena pembawaannya yang teguh. “Buat aku, Hamish itu orangnya passionate banget. Dia dari pertama nggak pernah ragu sama aku, jadi aku enggak ada alasan untuk ragu sama dia. Orangnya ngemong.”

Ooh, ternyata itu alasan sesungguhnya Raisa mau dipinang Hamish.

Kalau yang tentang mas kawin ratusan juta itu gimana? Lihat artikel “Seserahan dan

Mahar Ratusan Juta Rupiah” ya!

Kebaya Mewah Bertabur 10 Ragam Kristal Bebatuan

Salah satu hal yang paling disorot di pernikahan keduanya adalah gaun dan kebaya yang dikenakan Raisa. Selain gaun fenomenal rancangan desainer ternama dunia, Elie Saab, yang dikenakan saat resepsi, kebaya berwarna ungu pastel atau lilac yang dikenakan Raisa saat sungkeman juga turut mencuri perhatian.

Kebaya dengan detail yang begitu mewah dan model yang sangat anggun itu dibuat dua desainer handal langganan Raisa, Andika Pramudya dan Satria Soewiryo dari label AnSoe. Diceritakan Satria, kebaya tersebut disiapkan cukup lama.

“Bajunya memakan waktu sekitar 4 bulanan, karena kalau dilihat, detailnya agak sedikit lebih ribet. Rancangannya tetap tradisional tapi modern juga. Bahannya menggunakan French lace dan modelnya berselendang di bagian belakang. Sedang batik bawahnya pakai batik Jambi.”

Untuk modelnya sendiri, Satria mengaku berusaha menyesuaikannya dengan keinginan Raisa. “Buat Raisa, kalau kebaya itu yang penting dia nyaman dan modelnya jangan terlalu seksi. Jadi walaupun backless, tetap ada tile-nya. Lalu yang penting, bagian lengannya juga tertutup.”

Selain itu, detail yang rumit di seluruh permukaannya ternyata dihiasi oleh 10 ragam bebatuan dan kristal sehingga menghasilkan kebaya yang begitu cantik dan anggun saat dikenakan Raisa. “Detailnya pakai bermacam-macam

beading selain payet. Mulai dari kristal, Swarovski, bebatuan, pearl, semua dicampur. Dan itu lebih dari 10 ragam jenis beading, ya,” tambahnya.

Seserahan dan Mahar Ratusan Juta Rupiah

Setelah sempat dirahasiakan, akhirnya terbongkar isi seserahan yang diberikan Hamish kepada Raisa. Dikemas dengan cantik dalam kotak buatan Rose Arbor, seserahan itu berisi mulai dari makanan sampai perlengkapan pribadi Raisa dari kaki hingga kepala.

“Jadi mereka seserahan bawa dua kali, waktu lamaran dan nguyeuk seureuh untuk simbolis saja. Mereka sederhana, sih. Isinya baju, tas, makanan. Yang barang-barang penuhnya itu pas lamaran dengan tray dari Hamish warna putih dan emas. Untuk balasan, mereka pilih tray tema rustic warna merah burgundy, karena nuansa dekorasi rumah Yaya waktu itu rustic warna pink. Sementara yang selanjutnya mereka pilih ke tema royal dengan warna putih dan emas yang mewah,” jelas Dita dari Rose Arbor.

Sementara untuk mahar sendiri, Hamish mempersembahkan sepasang cincin bermodel elegan dari Tiffany & Co. serta 500 gram logam mulia. Hamish dan Raisa juga memercayakan Rose Arbor untuk mengemas mahar yang mewah itu.

“Untuk akad, aku kasih kotak untuk cincin merk Tiffany & Co. dan kotak untuk mahar logam mulia 500 gram,” tambah Dita.

Meski tak dijelaskan berapa biaya yang dikeluarkan Hamish untuk mas kawin dan seserahan tersebut, namun bisa diperkirakan bahwa jumlahnya tak sedikit. Jika saja, harga per 1 gram logam mulia saat itu berkisar di angka 670 ribu rupiah, maka harga mas kawin seberat setengah kilogram itu bisa mencapai 335 juta rupiah!

Perlu Lipstik Khusus

Jika banyak yang penasaran siapa sosok yang bertanggung jawab mempercantik wajah Raisa di hari pernikahannya, maka jawabannya adalah Marlene Hariman. Make up artist yang juga sahabat dekat Raisa inilah yang bertugas untuk merias penyanyi cantik itu di kala akad.

“Permintaan Raisa itu dia tidak mau diubah dan terlihat seperti orang lain. Maunya tetap cantik, simpel, elegan, dan dewasa. Bukan yang manglingin. Untuk tema, mungkin romantic flawless, ya,” jelas Marlene.

Ia pun menambahkan, umumnya masyarakat Indonesia menginginkan wajah yang terlihat beda atau membuat orang pangling di hari pernikahannya. Namun, Raisa justru mewanti-wanti supaya wajahnya tak dibuat terlalu wah.

“Sama saja seperti kalau dia mau perform. Cuma kalau biasanya dia enggak pakai bulu mata palsu bawah, sekarang pakai. Lalu biasanya foundation satu lapis, sekarang tiga lapis,” terangnya.

Sebelum merias Raisa, Marlene sendiri berpuasa selama 3 hari untuk memohon kelancaran. Sementara Raisa diminta untuk menjauhi garam dan panganan asin untuk mengurangi minyak di wajah.

Selain itu, ada satu permintaan khusus Raisa dalam hal riasan wajah. Yaitu harus menggunakan lipstik khusus dengan warna kesukaannya, pink.

“Raisa sudah persiapan dan beli lipstik yang khusus dipakai untuk akadnya dia. Dia sudah siapkan dan cari-cari dari jauh hari. Warnanya pink, karena dia suka sekali dengan warna-warna pink atau dusty pink. Merk lipstiknya Clé de Peau,” kata Marlene.

Merk Clé de Peau sendiri merupakan merk kosmetik dan perawatan kulit yang berasal dari brand kecantikan ternama, Shiseido. Mengusung gaya nuansa kecantikan Perancis dengan teknologi Jepang, merk Clé de Peau menawarkan produk yang cantik, mewah, dan elegan.

Bunga dari Afrika

Kagum betapa cantiknya dekorasi acara akad dan resepsi Raisa dan Hamish?

Berilah pujian kepada Cosa Project. Event organizer yang beroperasi di Jakarta dan Bali ini ah yang mengaku dihubungi Raisa dan Hamish untuk mempercantik acara.

“Awalnya kita dihubungi pihak Raisa. Kebetulan selera mereka sama dengan yang biasa kita kerjakan. Ya sudah, kami ketemu dan bicarakan konsep dengan melihat karakter Raisa dan Hamishnya seperti apa, mereka sukanya yang bagaimana, lalu dituangkan menjadi konsep,” jelas Kristina dari Cosa Project.

Kristina menjelaskan, pihaknya mengusulkan dua tema berbeda untuk kedua acara tersebut. Untuk akad di pagi hari, tema yang dipakai adalah French garden styling.

“Akad, mereka setujunya di luar ruangan. Jadi temanya serba rustic yang effortless dan natural, dengan sentuhan ala Perancis. Makanya ada warna lavender dan dusty

purple. Bunganya dibantu Mimsy Botanical yang semuanya organik, vasnya pakai teko-teko Eropa yang kuno, peranti makannya berwarna emas, lalu kursi modelnya bedabeda karena terinspirasi kolaborasi Indonesia dan Barat. Makanya, ada yang kursi cross back, bench wood, garis-garis, semua dicampur tapi tetap senada. Kami dibantu Trouve Vintage.”

Sementara resepsi mengangkat tema golden hour sunset dengan palet warna emas, putih, serta semburat pink pucat. Tema ini dipilih karena dianggap mewakili gaya hidup Hamish yang pecinta alam dan sempat lama menetap di Sumba, NTT. “Resepsinya berkonsep golden

hour sunset karena Hamish kan pernah di Sumba, kita pernah trip ke sana dan kita lihat golden hour di sana itu seperti itu. Ada semburat warna-warna emas yang terpantul dari matahari, banyak dedaunan dan ranting kering. Raisa juga suka warna champagne gold atau warna

pink blush yang muda banget. Nah itu dipakai. Lalu lighting pakai bohlam-bohlam,” tambah Kristina.

Bebungaan yang digunakan pun semuanya impor, karena pihak Raisa dan Hamish menginginkan bunga-bungaan yang cantik dan sesuai dengan tema yang diusung. Seperti daun pakai eucalyptus, bunga caspea, lavender, mawar Belanda ungu, krisan impor, hortensia, di kanan kiri juga pakai

garland eucalyptus dan caspea. Ada juga yang lokal, yaitu pakai kaktus dan kumis kucing.

Sementara yang di kotak kaca, mereka pakai king protea, impor dari Afrika.

“Mereka suka banget dan Hamish bilang, ‘You guys, rock!’”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.