MERAYU SI DIA BIAR RAJIN GERAK BADAN

Jika pasangan malas berolahraga, jangan buru-buru sebal, apalagi memarahinya. Jangan-jangan justru kita yang salah, karena tak tahu caranya.

Nova - - Anda & Pasangan - PINGKI/YUNUS FOTO: ISTOCK

Joging sudah, segala macam senam telah diikuti, tapi pikiran kita langsung tak segar begitu melihat pasangan yang begitu malas menggerakkan badan.

Padahal, dia bukannya tak tahu, bahwa berolahraga itu penting. Efeknya, bukan hanya dinikmati masing-masing, tapi oleh berdua. Bukan hanya fisik bisa bugar, tapi juga membuat suasana hati dan batin berdua pun pasti lebih menyenangkan.

Tapi, kenapa dia tetap saja malas?

“Lakukan secara bersama-sama. Misalnya akhir pekan mengajak pasangan melakukan olahraga, si pasangan lama-kelamaan akan tertarik dan berminat melakukan hal yang sama,” saran psikolog, Irma Gustiana Andriani.

Nah, kalau pasangan tetap malas berolahraga, kita harus bagaimana?

Cari Tahu Kesukaan Pasangan

Jangan menyerah. Kembali ingatkan dia tentang pentingnya kesehatan dalam sebuah hubungan. Mungkin, kali ini lebih serius menyampaikannya.

Namun, jangan lupa, sebelum mulai mengajak, ada baiknya kita mencari tahu dulu olahraga apa saja yang disukai pasangan. “Misalnya kita tahu pasangan senang udara segar, berarti kemungkinan olahraga dilakukan adalah morning walk,” jelas Irma.

Jalan pagi di jogging track area perumahan, atau jalan santai di taman kota bisa jadi pilihan.

Mencari informasi lain seputar olahraga yang disukainya itu bisa dilakukan saat bincang santai dengan pasangan. Misalnya tentang fenomena jalan pagi atau lokasi morning walk yang menarik, sehingga pasangan merasa memiliki kedekatan dan bahkan tertarik untuk mencobanya.

O, iya. Saat mulai mengajak, pastikan kita juga tahu suasana yang pas untuk mengajaknya berolahraga. Jangan mengajak morning walk saat dia sedang kurang tidur. Bukannya dia senang, bisa-bisa malah kesal. Jadi, usahakan cari waktu yang tepat untuk mengajak pasangan berolahraga.

Selain waktu dan pilihan olahraga yang tepat untuk ajak pasangan berolahraga, pastikan juga kita ikut serta. Jangan tiba-tiba, saat pasangan bersedia dan senang hati untuk berolahraga, kita malah tak bisa ikut dengan alasan tertentu.

Kurangi Stres

Ingatkan selalu diri kita, dan tentunya sang pasangan, bahwa berolahraga juga bisa mengurangi tingkat stres. Dan orang yang malas olahraga akan memiliki tingat stres yang cukup tinggi dibandingkan dengan orang yang rajin. Akibatnya, ya harmonisasi hubungan dengan pasangan akan terganggu.

“Yang paling penting, olahraga itu meningkatkan romantisme dalam keluarga jika dilakukan bersamasama. Biasanya komunikasi juga akan jauh lebih baik, (termasuk) pembicaraan terkait olahraga, kesehatan, dan makanan yang sehat,” jelas Irma.

Bagaimana jika sudah digunakan berbagai cara, tapi si dia tetap tak mau olahraga? Tak usah dipaksa. Menurut Irma, secara mental pasangan harus menerima kondisi tersebut. Tidak boleh ada paksaan atau menyalahkan pasangan. Jika semua cara sudah dilakukan, termasuk kesamaan visi untuk hidup sehat sudah disepakati, namun jika pasangan tetap menolak ajakan berolahraga ya harus diterima. Yang harus diyakini, keputusan yang diambil pasangan disertai dengan kesadaran resiko pribadi yang akan diterimanya.

“Kita harus cari tahu penyebabnya apa, kalau kita sudah tau penyebabnya, lebih mudah untuk cari jalan keluarnya seperti apa,” tukas Irma.

Selain itu, ada baiknya kita juga mengembangkan wawasan dengan memerhatikan olahraga yang sedang populer, misalnya fenomena lomba lari di berbagai tempat sampai tempat-tempat olahraga yang digemari banyak orang. Pada era modern, biasanya tren-tren yang terjadi di dunia olahraga bisa membuat seseorang yang tadinya tak tertarik olahraga, jadi menyukai olahraga.

Tapi, jika satu saat dia rajin berolahraga, jangan Anda yang malah terbalik ya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.