AGAR FREELANCER TIDAK TEKOR

Nova - - Tanya Jawab - FOTO: ISTOCK

Dear Amanda, Dengan beragamnya jenis pekerjaan saat ini, maka akan banyak juga kita temui berbagai jenis penghasilan yang bisa kita terima. Salah satunya adalah pekerjaan sebagai seorang freelancer yang sedang banyak dilakukan di masyarakat.

Kelebihan dari bekerja sebagai freelancer adalah tidak terbatasnya waktu yang kita miliki dalam bekerja, sehingga kita bebas mengatur waktu. Tetapi, tentu saja ada kelemahannya, yaitu penghasilan yang tidak tetap. Pendapatan jadi sangat tergantung dari proyek yang kita kerjakan dan tidak ada fasilitas pegawai tetap, seperti fasilitas kesehatan, pesangon dan dana pensiun, THR, serta tunjangan lainnya.

Untuk mengatur keuangan harian sebagai seorang freelancer, kita harus membuat anggaran pengeluaran harian, bulanan, dan tahunan. Dengan membuat anggaran pengeluaran, kita bisa mengetahui pengeluaran basic atau yang jadi prioritas kita sehari-hari, pengeluaran rutin yang harus kita keluarkan, serta pengeluaran penting lainnya. 1. Contoh pengeluaran rutin yang mendasar: • Makan, minum • Transportasi • Laundry • Pulsa handphone + internet • Listrik, air • Kontrakan 2. Buat juga pengeluaran rutin yang umumnya dikeluarkan tiap bulan, dan bisa dilakukan saat ada uang lebih, seperti: Tabungan Biaya ke salon Makan di luar Olahraga Rekreasi Kebutuhan pakaian, sepatu, dll. 3. Jangan lupa membuat catatan pengeluaran lain yang penting tapi tidak rutin, seperti: Zakat, atau biaya keagamaan lainnya Biaya STNK kendaraan Pengeluaran hari raya Asuransi kesehatan dan kendaraan

Dari anggaran pengeluaran yang sudah dibuat, kita bisa melihat prioritas pengeluaran saat penghasilan yang kita dapat terbatas.

Misalnya untuk pengeluaran rutin yang mendasar, kita butuh Rp2,5 juta/bulan. Buatlah alokasi dana cadangan untuk 3 bulan ke depan dari kebutuhan utama tadi.

Dengan kebutuhan utama Rp2,5 juta/ bulan, maka kita perlu membuat dana cadangan sebesar Rp2,5 juta x 3 = Rp7,5 juta. Buat juga alokasi dana 1 bulan ke depan dari sekarang atau sebesar Rp2,5 juta, yang kita siapkan berbeda dengan dana cadangan di atas.

Untuk pengeluaran sehari-hari, maka untuk bulan depan (misalnya Oktober), kita sudah punya alokasi dana 1 bulan sebesar Rp2,5 juta yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendasar.

Selanjutnya penghasilan yang kita terima selama Oktober akan dialokasikan untuk biaya bulanan di bulan November sebesar Rp2,5 juta. Apabila penghasilan kita di Oktober lebih besar dari Rp2,5 juta, maka kita bisa sisihkan sebagian untuk pengeluaran tahunan (Lihat lagi poin no. 3 di atas) dan pengeluaran bulanan lainnya seperti pengeluaran di poin no. 2 (misalnya, untuk olahraga, rekreasi, atau makan di luar).

Dengan alokasi tersebut, maka kita sudah menyisihkan dana untuk kebutuhan utama di bulan berikutnya, kebutuhan utama tahunan, dan kebutuhan pengeluaran lainnya.

Ingat, dana darurat yang sudah kita buat (3x biaya bulanan) hanya digunakan saat kita sama sekali tidak memiliki penghasilan dan tidak ada lagi sumber penghasilan yang bisa didapatkan. Ini sangat penting, karena sebagai freelancer dengan penghasilan yang tidak tetap kita tidak tahu kondisi terburuk yang mungkin terjadi pada pekerjaan.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan lain seperti asuransi kesehatan dan dana pensiun, maka buatlah juga alokasi dana untuk kebutuhan tersebut.

Misalnya untuk asuransi kesehatan, setidaknya kita perlu mendaftar di BPJS dengan kelas minimal misalnya kelas 3. Untuk dana pensiun, buat rencana investasi minimal. Misalnya Rp100.000/bulan di reksa dana atau DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), atau membuat tabungan pensiun di Bank.

Masukkan biaya asuransi kesehatan dan dana pensiun sebagai pengeluaran rutin bulanan yang wajib kita bayar. Apabila ada dana lebih, maka tambahkan tabungan kita untuk dana darurat dan investasi untuk dana pensiun. Jadi ada tambahan dalam tabungan masa depan kita dan untuk kebutuhan darurat.

Walaupun penghasilan kita sebagai freelancer tidak tetap, tetapi dengan pengelolaan keuangan yang tertib, maka kebutuhan hidup kita bisa terpenuhi dengan nyaman dan aman.

Bu Teja, saya tinggal di Bali dan bekerja sebagai seorang

freelancer untuk perusahaan desain di Jakarta. Saya hidup sendiri, mengontrak rumah bersama teman, dan saat ini hanya punya 1 klien.

Sebagai freelancer, jelas penghasilan saya tidak tetap diterima dengan jumlah tertentu, pada tanggal tertentu. Saya juga tidak bisa menikmati fasilitas asuransi, pensiun, atau kesehatan dari kantor.

Bagaimana, ya, sebaiknya saya mengatur keuangan agar kebutuhan setiap bulan tetap aman (meski pembayaran dari klien tidak tentu)?

–AMANDA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.