KETIKA DIA PACARAN DENGAN MEDSOS

Aktif bermain media sosial kerap menyita waktu dan perhatian. Tapi ternyata pasangan yang tengah ber-medsos di samping Anda sebetulnya juga sedang butuh perhatian.

Nova - - Anda & Pasangan - PINGKI/MELISSA FOTO: ISTOCK

“Sepulang kerja suami saya lebih asyik dengan gadget-nya daripada sama saya. Dia lebih memilih main medsos, browsing berita atau main game, dari pada gobrol dengan saya. Bahkan, saking asyiknya, dipanggil oleh anaknya juga enggak menengok,” curhat Wulan (34), seorang ibu rumah tangga tentang suaminya.

Keluhan Wulan, bisa jadi sama nadanya dengan banyak istri lainnya, termasuk kita, hari-hari ini.

Siapa sih yang tak ingin punya quality time dengan pasangan, dalam suasana romantis sambil berbagi cerita tentang keseharian? Tapi yang terjadi, dia malah bermanja-manja dengan gadget-nya.

Jengkel, pasti. Namun, tidakkah kesebalan yang sama juga dialami pasangan, jika kita yang melakukan hal yang sama dengannya?

Jengkel atau sebal, boleh-boleh. Tapi yang lebih perlu diperhatikan, “Saat menggunakan media sosial, seseorang akan mementingkan dirinya sendiri, atau biasa disebut dengan

self-center. Ketika mementingkan diri sendiri seseorang tidak akan memedulikan orang lain, bahkan pasangannya sendiri,” tutur Irma Gustiana Andriani, psikolog.

Dan urusan lebih jauh, menurutnya, menggunakan media sosial secara berlebihan dapat menimbulkan hubungan yang kurang sehat bagi satu pasangan.

Timbul Miskomunikasi

Seperti kita tahu, hal terpenting dari suatu hubungan itu adalah komunikasi yang baik dan benar, dan asik. Akan tetapi jika salah satu pasangan terlalu asik dengan media sosial, komunikasi yang terjadi justru dia dengan entah siapa di dunia maya. Akibatnya?

“Jika komunikasi tidak efektif, besar kemungkinan mucul miskomunikasi. Umumnya, hal tersebut akan membuat hubungan menjadi berantakan,” jelas Irma.

Miskomunikasi ini dapat menimbulkan emosi yang negatif, sulit dalam berdiskusi, menimbulkan rasa tidak percaya, dan saling meremehkan satu sama lain.

Mengurangi Q-time

Setiap pasangan memiliki saat quality time yang berbeda. Ada yang melakukannya di pagi hari ketika sarapan atau di malam hari sepulang kerja. Banyak hal yang bisa dilakukan saat quality time ini, seperti diskusi bersama, saling mencurahkan isi hati, pikiran dan perasaan.

“Dari sebuah penelitian diketahui bahwa waktu efektif yang dibutuhkan untuk mempererat ikatan dalam keluarga itu 20 menit dalam sehari. Selama 20 menit bersama dengan pasangan yang disayangi dan dicintai. Seolah-olah hati, pikiran dan raganya benarbenar hadir untuk pasangannya.” kata Irma mencontohkan.

Quality time ini tidak akan berjalan dengan baik jika Anda terlalu sibuk dengan media sosial Anda, karena waktu efektif yang dibutuhkan pun akan berkurang dengan sendirinya.

Solusinya

Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar pasangan tidak lebih akrab dengan medsos, sehingga perhatiannya bisa tertuang penuh kepada Anda. Salah satunya adalah dengan menjadikan diri Anda sebagai role model.

“Jadi, salah satu pasangan harus bisa menjadi role model. Jika suami terlalu asyik dengan media sosialnya, sang istri bisa menjadi contoh dengan tidak melakukan hal yang sama tapi justru memberikan perhatian lebih kepada suami. Biasanya sang suami akan sadar bahwa ternyata istrinya lebih perhatian kepadanya,” jelas Irma.

Setelah itu Anda bisa mengajak pasangan berdiskusi secara bijaksana. Anda bisa membuat sebuah komitmen untuk tidak main medsos ketika bersama, agar quality time bisa efektif dan bisa menciptakan suasana yang lebih baik.

Tapi jangan terburu-buru. Karena, “Anda harus mencari waktu yang tepat dan nyaman bagi pasangan untuk diajak bicara.”

Yup. Alih-alih dia mau dia diajak ngobrol, yang terjadi malah marah – dan kembali tenggelam di medsos.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.