TRIK AGAR DIHARGAI ORANG

Selain kerap mengabaikan perencanaan, mereka yang baru memulai bisnis juga suka lupa justru di saat bisnis sukses. Biar tak salah jalan seperti mereka, kita perlu ikuti sederet petunjuk ini.

Nova - - Anda & Karier - DIONYSIA MAYANG RINTANI FOTO: ISTOCK

Anda sudah punya pekerjaan tetap, tapi ingin punya usaha atau bisnis sampingan? Atau sambil mengerjakan tugas rumahtangga, tapi Anda ingin menjalankan usaha? Boleh-boleh saja. Anda mau berbisnis demi menambah isi dompet, atau hanya ingin menyalurkan hobi, atau karena masih punya waktu luang yang banyak?

Bisa saja, yang penting jujur menjawabnya. Karena, apapun maunya, dan siapapun kita, yang namanya baru memulai bisnis butuh persiapan yang baik dan benar.

Seperti apa itu, Yuliana F. Hartanto, pendiri dan pengajar dari Guru Grooming Indonesia memberikan tips dan trik untuk kita.

Ikuti Standar

Bila kita bertujuan mendapatkan keuntungan dari usaha atau bisnis, tentu saja kita harus mengikuti standar yang ada. Standar yang dimaksud adalah berbagai persiapan yang harus dilakukan untuk membuka bisnis.

Jika kita mengawali bisnis karena ingin lebih menekuni hobi sekaligus mengembangkan hobi, menurut Yuliana, “Sering tak menghasilkan keuntungan besar. bahkan nombok mengeluarkan uang.” tambah Yuliana.

Nah, makanya wajib menentukan dengan pasti apa tujuan bisnis kita. Karena, bila di tengah jalan kita menemukan hal-hal yang mengganjal bisnis, kita bisa segera mencari jalan keluar yang tepat.

Buat Daftar Perencanaan

Sebelum melangkah lebih jauh, lakukan perencanaan yang baik. Jika daftar perencanaan sudah kita isi dengan baik dan benar, barulah kita boleh yakin untuk memulai usaha.

Yang pertama adalah menyiapkan produk. Buat riset, apakah produk kita ini bisa dijual atau tidak. Termasuk mencari tahu apakah sudah ada produk sejenis yang ada di pasaran. Bila ya, pastikan kita memiliki cara untuk mengemasnya secara berbeda.

Lalu, pastikan juga dari mana supplier produk kita dan apakah kita bisa bekerjasama secara kontinyu dengannya. “Bila barang layak jual namun supplier-nya susah, sama saja kita mengorbankan kelanjutan bisnis kita.” ucap Yuliana.

Kedua, tentukan market atau target pasar. Yakni, menentukan siapa target pembeli dari produk yang kita tawarkan.

Ketiga, setelah mengetahui target pasar dari produk yang kita jual, tentukan pula bagaimana kita bisa menawarkan produk kita. Bila melalui media sosial, siapkan strategi pemasarannya. Di dunia teknologi yang berkembang cepat ini, sangat menuntut kita untuk kreatif pula.

Lalu yang keempat, tentukan apakah usaha kita membutuhkan tenaga tambahan atau tidak. Bila kita masih mampu untuk menjalankan usaha sendiri pun tak masalah. Namun, jangan ragu untuk menambah staf apabila kita ingin menjalankan, bahkan memperlebar usaha.

Kemudian yang terakhir, pastikan staf kita merupakan tenaga terlatih. Persiapkan dan latih mereka agar memiliki pengetahuan tentang usaha, terutama product

knowledge. Dan yang terpenting, memiliki keterampilan, sehingga membantu kita untuk mengembangkan bisnis.

Kembangkan Kualitas Diri

Jika Anda termasuk yang buka usaha sampingan sementara masih punya pekerjaan utama, jangan lupakan hal-hal ini:

Jangan teledor apalagi kehilangan fokus pada pekerjaan utama. Karena, pekerjaan tetap itulah yang merupakan sumber penghasilan untuk membiayai hidup kita dan keluarga.

“Jika tak memiliki performa yang bagus pada pekerjaan tetap, kita tak bisa membiayai diri sendiri akhirnya. Sedangkan di bisnis yang sedang kita rintis belum mampu memberikan profit yang bisa menutup biaya hidup kita,” ingat Yuliana.

Dan, satu lagi, kita juga harus mengembangkan kualitas pribadi kita.

“Orang yang cerdas ialah orang yang bisa melakukan lebih dari satu hal di satu waktu. Bisa sukses dalam pekerjaan, namun juga bisa sukses dalam menjaga kualitas dirinya. Jangan sampai bisnis sukses dan dihargai orang, namun diri kita sendiri tak dihargai orang,” jelas Yuliana.

Apa itu? Sebelum dihargai orang, ya harus menghargai dulu diri sendiri dengan pantas. Misalnya, apalah artinya bisnis sukses tapi kita tak makin pintar, tak juga tambah sehat lahir batin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.