“SEMUA PASIEN BPJS BERHAK MENDAPAT PELAYANAN KHUSUS DI SEMUA RUMAH SAKIT”

Nova - - Peristiwa - BAGUS SEPTIAWAN

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi, akibat kejadian ini pihaknya sementara akan melayangkan teguran tertulis kepada Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres atas apa yang telah diperbuat. Selain itu, Dinas Kesehatan akan terus mendalami kasus ini dan merundingkan sanksi apa yang nantinya benar-benar diberikan. “Bisa saja teguran tertulis. Atau pencabutan izin operasional. Sanksi resmi akan diberikan setelah keputusan bersama dari tim gabungan yang terdiri dari Kementrian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, dan Dinas Kesehatan.”

Dalam kasus ini, Koesmedi melihat dua kesalahan telah dilakukan rumah sakit. Pertama, “Awalnya pihak rumah sakit memang tak tahu jika keluarga pasien Debora adalah peserta BPJS. Tapi, kan, setelahnya dia tahu. Ternyata setelah tahu, mengapa keluarga pasien masih dituntut biaya admistrasi? Itu yang menyalahi aturan. Karena di mana pun rumah sakitnya, baik itu umum maupun swasta, peserta BPJS berhak mendapat pelayanan tanpa harus dipungut biaya besar. Semua sudah ditanggung,” ujarnya saat dihubungi Nova, Rabu (13/9).

Kesalahan kedua adalah kecerobohan pihak rumah sakit yang menyuruh keluarga untuk bantu mencari rumah sakit rujukan. “Itu menyalahi aturan. Seharusnya tindakan itu sepenuhnya ditanggung rumah sakit. Pasien hanya tinggal terima bersih.”

Untuk ke depannya, Soemedi tak mau lagi kejadian serupa menimpa para pasien rumah sakit di DKI Jakarta. “Perlu diingat, setiap peserta BPJS berhak mendapat pelayanan medis gratis dari semua rumah sakit, baik umum maupun swasta. Akan kami galakkan lagi ke setiap rumah sakit soal ini agar tak lagi terjadi kesalahpahaman.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.