MALANG FLOWER CARNIVAL MANTAPKAN KOTA MALANG SEBAGAI KOTA BUNGA

Nova - - Ragam -

Banyak orang menyebut Kota Malang adalah Paris Van Java, kota yang eksotik penuh dengan cinta dan seni serta kebudayaan tingkat tinggi. Begitupun saat Malang flower Carnival (MFC) digelar di Jalan Ijen, Kota Malang, nuansa kota mode seakan hadir langsung di tengah keindahan kota. Dari Jalan Ijen yang sudah dikenal dunia sejak zaman penjajahan Belanda, MFC hadir memberi hiburan bagi warga Kota Malang. Menampilkan eksotik bunga yang menjadi salah satu ciri khas andalan Kota Malang, MFC hadir membawa cerah dan bahagia.

Perhelatan Malang Flower Carnival (MFC) di Kota Malang ini merupakan salah satu bentuk wisata event yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Malang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Tahun 2017, Pemerintah Kota Malang kembali menggelar MFC di sepanjang Jalan Simpang Balapan sampai dengan Jalan Ijen pada Minggu (10/9/2017). Puluhan ribu mata menjadi saksi acara bergengsi tersebut, dengan panggung raksasa yang berdiri kokoh, para peserta flower carnival berlenggak – lenggok memamerkan hasil karyanya.

Mengusung tema Eksotika Budaya Nusantara, pagelaran tersebut menampilkan perpaduan antara seni budaya tradisional dan unsur kontemporer. Pemilihan karakter bunga dalam setiap tampilan busana yang dikenakan peserta bertujuan untuk mengembalikan jargon Kota Malang sebagai Kota Bunga. Beranjak dari situlah, maka keseluruhan acara MFC yang bertemakan bunga jadi ciri khas tersendiri dalam festival tersebut.

Setelah mengalami banyak rintangan dalam pelaksanaannya selama 7 tahun berturut – turut, MFC semakin memantapkan prestasinya sampai ke jenjang internasional. Sebagai event budaya berkelas internasional, MFC turut mengharumkan nama Kota Malang, bahkan Indonesia di kancah dunia.

“Sudah 27 kali Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Malang mewakili Indonesia ke berbagai event internasional. Beberapa duta di antaranya adalah para peserta dari MFC,” tegas Agus Sunandar, Chairman Malang Flower Carnival.

Hal tersebut tercermin bukan saja melalui gelaran eventnya yang sampai ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang dan yang akan datang adalah Paris, Perancis. Namun juga di antara 214 peserta yang tampil, terdapat keikutsertaan warga asing.

Agus Sunandar mengatakan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan. “Kami bangga punya Malang Flower Carnival, karena kita ingin meningkatkan kesadaran soal lingkungan. Untuk itu, bahan dasar baju hias yang dipamerkan hari ini terdiri dari kain dan bahan daur ulang” kata Agus Sunandar.

“Kami ingin kegiatan ini bukan kegiatan bersenang senang semata, lebih dari itu kami ingin menyampaikan keindahan dan mari bersama­sama menjaga lingkungan,” kata Agus.

Dengan kegiatan ini, Agus menambahkan ingin menghadirkan nuansa bunga bunga di Kota Malang, membangkitkan memori Malang sebagai kota bunga.

Peserta MFC dibagi menjadi dua kategori, yakni untuk kalangan dewasa dan pelajar. Khusus untuk kalangan pelajar, mulai tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hal itu semakin menambah daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menontonnya.

Melalui gelaran MFC pula, Pemerintah Kota Malang berharap agar makin mendorong kreativitas dan menumbuhkan motivasi generasi muda untuk terus berkarya. Sebagai salah satu wisata event di Kota Malang, MFC mampu menarik kunjungan wisatawan. Bukan saja wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara.

Pengunjung MFC 2017, Bagus Ananda mengatakan sejak pertama MFC digelar beberapa tahun lalu, ia selalu tertarik untuk menyaksikan langsung. Dari event ini ia bisa sejenak melepas lelah dari berbagai pekerjaan dan aktivitas melelahkan di Kota Malang.

“Saya senang, dari MFC tahun ini bisa melihat kostum MFC secara langsung, yang selama ini kabarnya sudah ditampilkan di berbagai event, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bagus.

Dari kenyataan itu, Bagus mengaku senang bisa melihat langsung event. Untuk itu, bersama keluarga pria yang tinggal di Jl Rajawali Kota Malang ini menyempatkan diri mengabadikan momen dengan berfoto selfie. Dia berharap event ini bisa terus diselenggarakan setiap tahun, dengan mutu dan kualitas yang ditingkatan, sehingga bisa semakin membuat warga Kota Malang bangga atas karya­karya luar biasa arek Malang.

Nama MFC sebagai kreativitas asal Malang sendiri sudah berhasil dikenal di berbagai negara belahan dunia. Di antaranya MFC oktober 2014 sudah menyabet penghargaan the best performances dalam parade budaya internasional di Moskow. Pada tahun 2014 MFC juga berhasil tampil memukau saat mengikuti event di Taiwan dan meraih Best Perform. Juga meraih gelar juara Best Traditional Costume Hilo Green Ambassador. Bukan hanya itu, tahun 2016 MFC juga sukses meraih juara Best National Costume Miss Queen Tourism Ambassador Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

Disaksikan langsung Wali Kota Malang, H. Moch Anton, perwakilan dari Kementerian Pariwisata hingga wakil beberapa daerah di Indonesia, MFC 2017 tampil lebih elegan dan menyajikan corak busana yang lebih bervariasi dari event sebelumnya.

Perwakilan Kementerian Pariwisata, Puji Reko Astuti sangat mengapresiasi gelaran ini. Peningkatan wisatawan diharapkan dengan adanya MFC, sehingga helatan ini mampu mendongkrak ekonomi dari dunia pariwisata. Seiring dengan program kementerian yang sekarang sedang menggenjot wisata, baik dari dalam utamanya dari luar negeri.

“Event ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan Kemenpar optimis akan hal itu,” kata Reko Puji Astuti.

Sementara itu, Walikota Malang yang biasa di panggil Abah Anton tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu event unggulan bagi Kota Malang yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mempertahankan branding Kota Malang sebagai Kota Bunga.

Abah anton berpesan agar panitia pelaksana kegiatan harus terus dapat meningkatkan kreativitas, agar kegiatan seperti MFC dapat terus terlaksana secara ajeg. “Jika ingin berlangsung secara kontinyu dari tahun ke tahun, maka panitia harus kratif agar tidak berkesan monoton dan membosankan. Harus ada hal baru di setiap pelaksanaannya,” tegas Abah Anton. (ADV)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.