JOMBLO: DI-REMAKE BIAR LEBIH KEKINIAN

Nova - - Selebritas - WIDA CITRA DEWI FOTO: FALCON PICTURES

Jika di film Jomblo yang dulu, ada Ringgo Agus Rahman, Christian Sugiono, Dennis Adhiswara, dan Rizky Hanggono yang sukses mengocok perut, kali ini penggemar film Jomblo akan disuguhkan dengan komedi segar dari Ge Pamungkas, Richard Kyle, Deva Mahenra, dan Arie Kriting.

Setelah lebih dari satu dekade, film Jomblo yang dulu sempat meledak di tahun 2006 itu akan dibuat versi remake-nya. Masih dipegang sutradara bertangan dingin Hanung Bramantyo, film teranyar ini akan mengangkat cerita yang lebih kekinian.

Film Jomblo mengisahkan empat mahasiswa yang sama-sama menyandang status jomblo dengan alasan berbeda. Agus Gumiwa dikisahkan jomblo sejak masa sekolah, karena jumlah mahasiswi yang sangat sedikit di fakultasnya. Olip si pria Aceh terpaksa jomblo lantaran tak berani berinteraksi dengan pujaannya, Asri. Doni yang berparas tampan memilih jomblo karena ingin bersenang-senang dengan banyak perempuan, sementara Bimo yang merupakan orang Yogya digambarkan sebagai anak nakal yang selalu ditolak perempuan.

Meski secara garis besar alur ceritanya masih sama, tapi sang sutradara, Hanung Bramantyo, menjanjikan gaya komedi yang lebih segar.

“Pasti banyak yang berbeda, karena dulu belum zaman milenial, sementara sekarang eranya media sosial. Hubungan antara cewek dan cowok pun banyak berubah dan berkembang. Tidak ada lagi ceritanya Bimo salah sambung telepon perempuan, adaptasinya harus diubah. Misalnya sekarang dengan menyembunyikan identitas di aplikasi chatting. Dulu, bisa saja tidak saling kenal, tapi sekarang tinggal cari di media sosial,” bocor Hanung kepada NOVA.

Selain itu, Hanung menceritakan bahwa dulu Doni terlibat adu jotos dengan Olip karena ketahuan menyukai satu gadis yang sama. Namun hal itu wajar terjadi karena keduanya tak begitu akrab. “Kalau sekarang, sekalian saja diubah dan dibuat keduanya akrab berteman, lebih baik mereka dibuat tahu dan akhirnya menusuk teman dari belakang.”

Bukan cuma itu, film yang dulu cenderung dihiasi berbagai candaan yang cukup vulgar seperti konsumsi narkotika dan pornografi, Hanung mantap menanggalkan unsur tersebut. “Umur saya sudah kepala empat, makanya semakin mengurangi itu. Mabukmabukan, ganja, seks, dan kondom yang dijadikan candaan itu ditinggalkan dan lebih mengandalkan kritik sosial dan politik sekarang.” Ingin Jadi Trendsetter Lagi

Membuat ulang sebuah film, artinya harus mengusung strategi yang lebih baik. Terlebih ketika film yang terdahulu memiliki popularitas yang tinggi di kalangan masyarakat. Hanung mengaku telah memikirkan hal ini masak-masak sebelum memutuskan untuk membuat film remake.

Dulu, film Jomblo merupakan salah satu dari segelintir film komedi tanah air yang cukup berhasil di pasaran. Selain itu, gaya komedi yang segar dan teknik grafis yang cukup modern juga menjadi salah satu daya tarik dari film tersebut.

“Film Jomblo dulu sukses jadi trendsetter, karena pertama kali menggunakan aneka grafis dan teknik editing yang cepat. Itu yang suka atau tidak, disengaja atau tidak, akhirnya diikuti beberapa film komedi setelahnya. Saya ingin film yang sekarang mengulang kesuksesan itu tapi dengan cerita dan joke yang lebih baru dan nggak mainstream,” kata Hanung.

Salah satu bentuk candaan yang akan diangkat adalah soal perpecahan bangsa Indonesia karena adanya perbedaan suku, agama, dan ras. Hal itu diimplementasikan dalam bentuk karakter Bimo yang diubah jadi mahasiswa asal Papua yang tinggal di Yogyakarta.

“Karena sekarang isu akan identitas itu sedang mencuat. Di Yogya, ada yang klaim orang Jawa asli itu orang yang berkulit gelap. Dulu juga ada pengepungan orang Papua di Yogyakarta. Itu bentuk adaptasi saya terhadap isu sosial yang berkembang. Itu yang saya lakukan untuk mengubah packaging filmnya,” tambah Hanung.

Hanung pun berharap semoga ke depannya, film yang diangkat dari novel karya Adhitya Mulya itu bisa kembali diterima masyarakat luas. “Jika dibandingkan dengan Warkop DKI, kita sadar bahwa Warkop sudah melegenda. Kalau ini belum jadi legenda. Dapat 1 juta penonton pun sudah luar biasa buat saya, karena film ini punya 4 cerita yang terkumpul dan penonton belum akrab dengan jenis film itu. Semoga ceritanya tidak terlalu rumit bagi penonton, itu saja harapan saya.”

Film Jomblo besutan rumah produksi Falcon Pictures juga dibintangi Natasha Rizky, Aurelie Moeremans, dan Indah Permatasari. Rencananya, film ini akan tayang di bioskop pada 5 Oktober 2017 mendatang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.