RENOVASI AMAN BIAYA

Nova - - Tanya Jawab - FOTO : ISTOCK

Bu, saya sedang berniat merenovasi rumah yang baru saya beli 5 bulan lalu. Renovasi kecil, sih, seperti ganti keramik dapur, ganti kloset, pasang kabinet dapur, dan ganti kusen.

Tapi saya juga perlu beli perlengkapan rumah seperti kompor,

water heater, keran. Kebetulan saya dpt tambahan limit dari kartu kredit. Baiknya saya membeli barang­barang untuk rumah ini dengan kartu kredit atau cash, ya, Bu?

Hal sekecil ini membuat saya bingung, karena saya tidak mau jadi salah ambil keputusan dan pusing dengan keuangan nantinya. Terima kasih, Bu.

­Titiek, Tangerang Dear ibu Titiek, Terkadang saat kita membuat anggaran untuk renovasi, maka kita membuat anggaran sesuai dengan uang yang dimiliki saat ini. Tapi dalam pelaksanaannya, ternyata banyak sekali tambahan tambahan biaya yang harus kita keluarkan, sehingga pengeluaran kita untuk renovasi jadi membengkak.

Misalnya untuk keramik dapur, kita sudah mem­budget­kan untuk membeli keramik dengan harga standar. Tapi saat kita memilih keramik atau mendatangi toko keramik, banyak sekali ragam produk yang menarik hati. Akhirnya kita pun membeli yang harganya lebih tinggi dari harga standar. Belum lagi pembelian aksesoris dan pengeluaran untuk hal­hal yang tidak kita prediksi sebelumnya.

Jadi, berhati­hatilah saat kita akan melakukan renovasi. Tetapkan hati untuk membeli hanya yang sesuai budget kita. Kalau ingin membeli barang yang lebih mahal, artinya harus ada pembelian barang lain yang kita kurangi.

Untuk ini diperlukan disiplin, agar pengeluaran untuk renovasi tidak membengkak dan mengganggu keuangan kita.

Di samping biaya renovasi untuk fisik bangungan, ternyata ada kebutuhan lainnya untuk perabot seperti kompor, water heater, keran dan perabot lainnya. Nah, untuk kebutuhan ini buatlah dulu prioritas barang yang kita butuhkan ini. Misalnya, kita urutkan seperti :

Apabila memungkinkan, kita bisa membeli perabot satu per satu berdasarkan prioritas dan kebutuhan dalam keluarga. Sesuaikanlah dengan uang yang kita miliki.

Misalnya, karena bulan ini kita sekalian melakukan renovasi, maka membeli keran jadi hal yang wajib dibeli sekarang. Untuk pembelian lain seperti kompor dan water heater, bisa kita beli satu per satu di bulan depan atau bulan berikutnya, sesuai kemampuan kita.

Saat ini kita juga perlu hati­hati memilih mutu serta harga barang. Sebelum membeli, cobalah bertanya pada diri sendiri. ‘Apakah saya perlu membeli kompor yang harganya murah, atau yang harganya sedang, atau harganya mahal?’

Kalau kompor yang mau dibeli harganya murah, kita bisa membelinya dengan uang tunai yang ada saat ini. Tapi kalau akan membeli yang harganya sedang, maka kita harus pinjam dari kartu kredit.

Membeli barang secara cash adalah hal yang terbaik, karena kita tidak memberatkan keuangan kita dengan berutang pada kartu kredit. Tetapi, kalau kebutuhannya tidak bisa ditunda dan kita ingin sekali membeli barang yang lebih mahal menggunakan kartu kredit, maka satu hal yang kita perlu ingat adalah, apakah kita mampu membayarnya?

Kalau pengeluaran kita setiap bulan sudah mepet dan tidak bisa dialokasikan lagi untuk cicilan kartu kredit, sebaiknya beli saja secara

cash sesuai kebutuhan prioritas dan uang yang ada. Kalau masih ada dana yang bisa kita sisihkan untuk membayar utang di kartu kredit, maka gunakanlah.

Ingat untuk membayar kartu kredit tepat waktu sesuai tagihan yang datang. Ini agar kita tidak kena denda dan tidak terkena bunga utang atas tagihan kita.

Kalau perlu mintalah program cicilan dengan periode yang lebih panjang pada pihak kartu kredit agar pengeluaran bulanan kita tidak terganggu. Jangan lupa, ada bunga yang dikenakan pada kita kalau kita membuat program cicilan.

Pilihan memenuhi kebutuhan yang mendesak harus menjadi prioritas. Membeli barang dan ingin renovasi rumah, kemudian. Jangan sampai karena renovasi serta membeli barang yang kita inginkan, keuangan kita menjadi terganggu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.