RESEP MENGATASI DEPRESI A LA MISS INTERNASIONAL

Nova - - Isu Spesial - FOTOGRAFER : RIJAL

Depresi seringkali datang tanpa kenal tempat, waktu, bahkan pada sosok yang cantik, pintar juga seksi. Karenanya, bisa saja Kylie Verzosa yang Miss Internasional 2016 itu pun mengaku pernah mengidap depresi berat. Bahkan saking parahnya, ia sempat mau mengakhiri hidupnya saja.

“Saya pernah mengalami depresi selama tujuh bulan. Itu sekitar empat tahun lalu. Rasanya sangat berat untuk dilalui,” ungkap si cantik berparas Asia itu.

Saat itu, Kylie yang tengah berusia 21 tahun tengah menggeluti profesi sebagai model. Tinggi, langsing, berambut panjang, dan wajahnya yang cantik selalu dihiasi senyum manis. Punya keluarga dan kekasih yang selalu hadir mendukungnya. Perfect!

Namun, siapa yang tahu di dalam hati dan jiwanya.

“Saya merasakan banyak kesakitan, tidak ada yang membicarakan tentang itu. Saya malu untuk membicarakannya, bahkan untuk membuka topik ini dulu,” katanya.

Hampa, kesepian, dan kosong, adalah rasa yang sering menyapanya. Warna-warni cerah dalam kehidupannya pun semakin memudar. Rasa putus asa menyelimuti hatinya tanpa jeda. Koq bisa? Sudah jadi rahasia umum, menjadi seorang model bukan pekerjaan mudah untuk dilakukan. Tak hanya sekadar bermodalkan tubuh indah, mental kuat mendengarkan cemooh akan penilaian tubuh juga harus dimiliki. Belum lagi “bullying” dari sesama model sering juga diterimanya. Sementara diam dan hanya memendam kegelisahan makin membuat pikiran kacau dan negatif.

Akhirnya, “Saya memutuskan untuk bisa menghadapinya.”

Dengan dukungan sang ayah, Kylie memutuskan untuk mengubah hidup. Ia mulai melakukan riset dan belajar mengenai depresi. Namun, tak banyak yang ia temukan, seolaholah dunia begitu tertutup untuk mengisahkan depresi yang dialami. Ia hanya mengandalkan dukungan positif di lingkungan keluarganya, dan terus mengungkapkan kegelisahan yang selama ini ia pendam.

“Saya bisa mengatasinya. Saya mulai menjauhi orang-orang yang sering memberikan dampak buruk terhadap saya, dan tidur cukup karena itu mempengaruhi mental.”

Perlahan, semangatnya untuk tegar berdiri mulai menghalau rasa depresinya. Ia pun mengungkapkan jika dirinya sangat beruntung bisa melewati masa depresi hanya dalam kurun waktu tujuh bulan. Pasalnya, orang di luar sana harus berjuang menghadapi depresi dalam waktu menahun bahkan harus jadi langganan setia psikater dan dokter.

Beberapa cara dilakukan Kylie untuk membunuh pikiran negatif. Misal, dengan banyak membaca buku dan solo traveling. Memiliki waktu me time merupakan jawaban sempurna untuk mengobati penyakit mental. Ia bisa bertemu dengan orang baru, bisa menghirup udara segar, dan ia bisa menikmati pemandangan indah yang membuat jiwa dan raganya jadi sehat.

MENGURANGI ANGKA BUNUH DIRI

Setelah berhasil melewati depresi, lantas mengenakan mahkota kontes kecantikan di Binibining Pilipinas International 2016 dan Miss International 2016, ia bertekad untuk menyebarkan kampanye kesehatan mental.

“Setiap ditanya misi apa yang ingin saya bawa, saya selalu menjawab kesehatan mental. Banyak orang heran, karena saya tidak fokus ke isu perempuan, anak dan sosial lainnya.”

Ia mengaku jika isu kesehatan mental bukanlah sesuatu popular di kontes kecantikan. Tetapi, berbekal pengalaman remajanya itu, ia ingin membuka pikiran anakanak muda untuk tetap menjaga kesehatan mental, terlebih melihat perkembangan media sosial yang sudah mengerikan untuk mental. Tak sedikit, berita buruk akan bunuh diri dari anak remaja semakin merajalela di dunia.

“Saya ingin meningkatkan kesadaran pentingnya sehat secara mental dan mengurangi angka bunuh diri. Karena saya merasa mencari topik kesehatan mental begitu sulit, dan saya merasa mengalami beragam isu itu juga sangat berat. Karena itu saya sangat peduli.”

Gerakannya tak hanya melalui kampanye sebagai Miss Internasional saja, ia juga membuat sebuah platform online di Facebook Mental Health Matters. Keberadaan wadah ini diharapkan bisa membantu orang untuk berani mengungkapkan kisah mereka mengalami depresi, tanpa harus mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Kylie bahkan senang bisa mendengarkan dan menyemangati mereka.

“Saya merasakan sangat sulit orang untuk membuka diri mereka ketika depresi. Karena itu, saya ingin mereka bisa membuka diri mereka dan mereka tidak sendiri menghadapinya, “tutur perempuan lulusan jurusan Manajemen Bisnis di Universitas Ateneo de Manila ini.

Jika jiwa sehat, tentu tak sulit membuat tubuh bugar. Dan buat Kylie yang jadwal terbangnya sangat padat tentu mengharuskannya tetap dalam kondisi fit.

“Saya merawat kecantikan tidak hanya dari luar saja, tetapi juga dari dalam dengan menggunakan metode clean eat, dan olahraga. Saat senggang saya melakukan banyak kegiatan olahraga seperti Yoga, Cardio, Boxing, dan Pilates,” ungkapnya.

Tubuhnya yang langsing dan padat tersebut menurutnya merupakan hasil diet sehat dan olahraga yang dijalankannya.

Namun, kembali, ia meyakini, “Kesehatan mental sangat penting untuk dijaga karena saat kita bahagia dan memiliki energi positif, orang sekitar juga akan merasakannya.”

Karenanya jika selama ini ratu sejagat dari kontestan hanya mengutamakan kampanye isu perempuan, anak atau kemiskinan, Kylie justru pada masalah kesehatan mental.

Baginya – mungkin juga bagi kita - ungkapan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, sepertinya sudah perlu diganti.

Tips Sehat Mental Kylie

Mengalami depresi, menderita bipolar, dan beragam penyakit psikologis bukanlah hal mudah untuk dilewati. Rasa malu dan takut dicemooh sering kali membuat penderita juga tertutup untuk menceritakan kisahnya.

Pengobatannya pun tidaklah murah, biaya berobat ke psikiater atau psikolog membutuhkan dana besar. Tentu tak semua bisa mendapatinya.

Traveling sendiri

Saat diri sedang dipenuhi dengan pikiran negatif, saya selalu meluangkan waktu untuk traveling sendiri. Dengan alan-jalan melihat orang dan budaya baru, bisa memberikan kesegaran positif. Selain itu, saya juga semakin dekat dengan pencipta ketika melihat pemandangan luar biasa di luar sana.

Yoga

Olahraga memang membantu untuk membentuk tubuh saya ideal. Dan saya memilih yoga. Karena gerakan yoga berfokus untuk kesehatan jasmani dan rohani. Membuat saya tenang dan fokus memulai hari dalam kehidupan. Saya melakukan yoga tiga kali dalam sepekan.

Makan sehat

Kesehatan mental juga dipengaruhi dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Oleh karena itu, gaya hidup sehat menjadi pilihan saya untuk tetap fit dan segar. Saya banyak mengonsumsi buah dan sayur segar dalam kehidupan sehari-hari.

Berada di lingkungan positif

Tak bisa dipungkiri, jika lingkungan memberikan dampak besar untuk memiliki pemikiran positif. Hindari dan jauhi lingkungan yang tidak baik. Itu sangat membantu kita untuk terhindar dari depresi atau penyakit lainnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.