CEMBURU SAAT SANG ANAK DITEMUI ORANGTUANYA

Karena anak-anak, Kartika tak mau buruburu mencari suami. Padahal ia sama sekali belum pernah menikah.

Nova - - Selebritas - WIDA CITRA DEWI FOTO: JEPRIMA/TRIBUNNEWS

Dua tahun lalu, Kartika Putri mengadopsi bayi laki-laki bernama Arjuna. Kemudian, ia mengadopsi lagi bayi yang diberi nama Arka. Sementara sebelumnya juga telah ada sejumlah anak-anak lain yang diasuh oleh Kartika.

Apakah karena belum punya anak sendiri, makanya Kartika giat mengasuh anak-anak orang lain?

“Mungkin arti bahagia buat orang, beda-beda, ya. Tapi Alhamdulillah aku sudah menemukan sumber kebahagiaanku sendiri dengan banyaknya anakanak di sekelilingku. Buatku, merekalah semangat hidupku. Bukan mereka yang beruntung, tapi akulah yang beruntung sudah bertemu mereka,” ungkap Kartika saat ditemui NOVA di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Apapun alasan Kartika, ia mengaku kehadiran anak-anak telah banyak mengubah hidupnya. Misalnya, sebelum ini ia merasa susah bangun pagi. “Sekarang, dengar suara mereka panggil aku saja aku bisa langsung bangun. Sekarang suka diisengin sama Mama. Kalau aku ada syuting pagi, Mama minta anak-anak yang bangunin aku, hahaha..,” cerita perempuan 26 tahun itu.

Selain itu, prioritas belanjanya juga bergeser. Dulu, ia mengaku saat belanja hanya memikirkan beli baju atau sepatunya. “Sekarang yang penting susu mereka masih ada, vitaminnya juga ada. Dulu pikirannya mau makan apa, ya, hari ini? Sekarang fokusnya makanan mereka apa? Vitaminnya sudah diberikan belum, ya? Senang, jadi punya kesibukan sendiri. Capek, sedih, bisa hilang kalau sudah ketemu anak.”

Dan bukan hanya jadwal bangun pagi dan belanjanya yang bergeser. Bahkan, jadwalnya untuk mengakhiri masa lajang pun ikut delayed. Kartika mengaku tak mau tergesa-gesa untuk menikah dan mengakhiri masa lajangnya. Alasannya, lagi-lagi karena anak.

“Aku enggak peduli. Sempat kemarin (pasanganku) tahu soal aku. Aku sempat pusing karena enggak semua pasangan bisa (menerima), akhirnya mentok di situ,” ucapnya tegas. “Aku harus mencari pasangan yang punya sosok ayah secara tindakan dan perbuatan, bukan label saja. Bisa enggak dia menerima secara lahir batin? Kalau anak bahagia secara lahir tapi batinnya tidak, buat apa? Aku enggak ambil pusing. Kalau bisa menerima, berarti jodoh. Kalau enggak, buat apa dipaksa?”

Tak Mau Pusing

Namun keputusannya mengasuh anak-anak tidak mudah segera dilakukan. Pasalnya, sang ibundanya sendiri sempat meragukannya. “Orang tuaku dari awal sudah wantiwanti, bilang ini tanggung jawab yang besar, seumur hidup, baik atau buruknya mereka itu tanggung jawab kita kepada Allah SWT. Kalau aku nonton berita, lihat banyak orang tua yang enggak bersedia menerima anaknya, antarkan saja, deh, ke rumah. Hatiku enggak bisa terima. Mama bilang, ‘Kamu kayak sudah hebat banget saja, sih?’ Bukannya aku hebat, tapi itu bisa buat aku enggak tidur.”

Tekad kuat dan ketulusan hati Kartika akhirnya membuat keluarga luluh dan menyetujui niatnya mengasuh anak-anak yang bernasib kurang beruntung. Namun, rintangan tetap menghadang. Kali ini, rintangan itu datang dari orangorang di sekitarnya.

“Banyak yang tega, bilang aku ini kan enggak pernah ngerasain hamil. Sedih sekali karena banyak mulut di sekeliling kita yang masih primitif pikirannya, mengotakkotakkan ini anak kandung atau anak tiri.”

Akhirnya, Kartika pun memilih untuk diam. Kepada media, dia pun enggan bercerita lebih banyak perihal anak-anaknya. “Enggak mau terlalu dipublikasikan, karena ternyata malah mempersulit, seperti kasus Arjuna kemarin. Banyak yang dukung, tapi banyak juga yang menyulitkan. Padahal niatku baik. Makanya sejak itu aku ada batasan sendiri. Aku enggak menutupnutupi, tapi enggak mau terlalu terbuka karena kasihan anaknya nanti,” lanjut Kartika yang mengaku telah mengurus legalitas anak secara hukum itu.

Meski kini anak-anak itu ada di bawah asuhannya, Kartika tak mau memutus tali silaturahmi dengan orang tua kandung mereka. Namun, dia mengaku masih sering sedih dan cemburu saat melihat anakanak bertemu dengan orang tua mereka masing-masing. Karenanya, ia memilih untuk tak hadir di saat seperti itu.

“Sedih, pasti. Ada rasa cemburu. Ketika orang tuanya datang, aku minta mereka datang di jam saat aku kerja. Untungnya ada Mama yang bisa menyambut mereka di rumah. Karena aku masih ada rasa cemburu yang lebih besar daripada ke pasangan dan aku belum siap,” tutur salah satu pemeran film, Samudra Hotel ini.

Nah, siapa yang sudah siap jadi suami Kartika?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.