BIARKAN SETENGAHNYA TETAP KERING

Mandi, ya pasti basah. Tapi bukan berarti ruangannya juga harus selalu basah.

Nova - - Griya - MADE MARDIANI KARDHA FOTO-FOTO: ADELINE KRISANTI/DOK. IDEA

Kamar mandi adalah ruang untuk mandi. Dan yang namanya mandi, pasti pakai air—setidaknya itu yang kita kenal di negeri kita ini. Wajarlah kalau kamar mandi umumnya basah. Bahkan bila ukuran ruangnya kecil, bisa seluruh sudut basah, termasuk dinding, kloset, juga wastafel.

Padahal, area yang selalu basah rentan ditumbuhi jamur dan lumut. Efeknya banyak, mulai dari lantai menjadi licin, dinding atau tirai terlihat kotor, sampai muncul bau tak sedap.

Memang bila kita masih terbiasa mandi dengan cara mengguyur tubuh dengan air, lantai kamar mandi akan basah semua. Beda dengan orang bule yang mandi dengan cara berendam di dalam bathtub, area lantai tidak basah.

Tapi apakah untuk bisa punya kamar mandi yang bersih kita mesti mengubah gaya mandi kita? Tentu tidak. Kita bisa memodifikasi kamar mandi sehingga tetap bisa mandi seperti biasa, tapi kamar mandinya tidak lembap.

Pisahkan Area Basah

Caranya adalah dengan memisahkan antara area basah dengan area kering. Yang dimaksud area basah di sini adalah area tempat mandi. Biasanya area ini berukuran 1 x 1 meter, cukup untuk satu orang dewasa mandi. Tapi mandinya menggunakan shower, tidak bisa menggunakan bak mandi.

Agar saat mandi air tidak menciprat ke mana-mana, area mandi ini perlu diberi pembatas. Ada beberapa pilihan pembatasnya. Bisa hanya berupa tirai mandi (biasanya dari bahan plastik), bisa berupa partisi, bisa juga berupa kotak kaca yang tertutup rapat. Sedangkan untuk lantainya biasanya area basah dibuat lebih rendah beberapa centimeter untuk mencegah air meluap ke luar area.

Sisanya Harus Tetap Kering

Di luar area basah tadi, harus dijaga agar tetap kering, termasuk kloset dan wastafel. Kalau kamar mandi cukup luas, kita bisa menambahkan rak/lemari untuk menyimpan perlengkapan mandi seperti sabun, handuk, sikat, dan lain-lain. Bahkan kita bisa menempatkan majalah di rak tanpa takut menjadi basah.

Bila saat mandi air menciprat ke area kering, segera lap sehabis mandi. Juga pembatas area basah— entah kaca atau cuma tirai— harus selalu dilap sehabis mandi. Tujuannya, agar tidak meninggalkan noda dan ditumbuhi jamur.

Perhatikan Posisi

Agar kamar mandi setengah kering ini nyaman digunakan, posisi elemen-elemennya juga harus pas. Kalau bentuk kamar mandinya memanjang, area mandi—sebagai area yang paling jarang digunakan— diletakkan di ujung, bagian paling jauh dari pintu. Lalu wastafel dan kloset bisa diletakkan lebih dekat ke pintu. Pertimbangannya, mencuci tangan atau membuang air kecil lebih sering dibandingkan mandi, sehingga kloset dan wastafel perlu diletakkan di lokasi yang lebih mudah dijangkau.

Menerapkan kamar mandi dengan area kering dan basah yang terpisah seperti ini membuat kita bisa mandi guyuran, tapi kamar mandi tetap terjaga kebersihannya.

LOKASI: KEDIAMAN DESKA NADIA, JAKARTA SELATAN | DESAIN: TITIS MAHARDYASTUTI

SUMARTONO TAN & HENNY, SUNTER ICON, JAKARTA UTARA | DESAIN: STEVEN TANZIL (KOERIE DESIGN)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.