JABATAN NAIK, HATI JANGAN

Nova - - Anda & Karir - EVELINE

“Kira-kira saya mampu gak, ya?”

Pertanyaan ini lumrah muncul di benak begitu kita diangkat menduduki jabatan baru yang lebih tinggi. Mau itu di kantor atau di satu organisasi lainnya.

Meskipun lumrah, rasa ragu atau kekhwatiran itu tak perlu kelewat dipikirkan. Toh, pimpinan saat mempromosikan jabatan kita telah melewati bermacam tahap. Salah satunya, kualitas kerja kita memang dinilai layak untuk mengemban tugas yang lebih sulit, dan mungkin dengan skala tanggungjawab yang lebih luas.

Lantas, apa yang perlu kita pikirkan, sikapi, dan lakukan begitu naik jabatan?

Yuliana F. Hartanto, pendiri dan pengajar dari Guru Grooming Indonesia memberikan tips untuk kita agar mampu beradaptasi dengan jabatan baru. Tetap Rendah Hati Tetap rendah hati dan jangan sombong, karena kesombongan adalah awal dari kejatuhan seseorang. Tidak ada yang mau bekerja dengan orang yang sombong. Kalau kita sombong dengan jabatan baru, maka tidak sedikit yang akan berusaha menjatuhkan karir kita.

Terus Mengasah Diri

Mendapat jabatan baru tentu saja membuat pekerjaan kita semakin kompleks. Jika tidak dibarengi dengan kemampuan yang seimbang, maka percuma saja jabatan yang kita pegang. Meskipun jabatan kita sudah tinggi, jangan takut dan jangan malu untuk terus mengasah diri kita.

Pengaturan Waktu

Jabatan sudah bagus. Gaji juga sudah lebih dari cukup. Namun pekerjaan malah terbengkalai dan tidak selesai sesuai target, karena kita tidak pintar mengatur waktu alias time management kita buruk. “Untuk menunjang karir yang bagus tentunya kita harus bisa membagi waktu dengan baik, tidak hanya untuk urusan kerja, namun juga bisa membagi waktu untuk keluarga dan diri kita sendiri.”

Pelajari Medan Baru

Mendapat jabatan baru berarti juga bekerja dengan orang-orang yang baru. Orang baru yang bekerja sama dengan kita pastilah memiliki perbedaan karakter dan sifat. Kita perlu mengenal mereka secara mendalam, sehingga kita bisa merangkul dan fit in dengan baik. Kehadiran kita pun tidak menjadi konflik, namun punya sinergi kerja yang konstruktif. Dengan mengetahui karakter dan sifat yang berbeda dari setiap orang, kita akan menjadi lebih mudah menjalin hubungan dan bekerja sama untuk karir yang lebih baik.

Menyesuaikan Karisma dengan Jabatan Kita

Orang banyak mengabaikan hal ini. Padahal, “Semakin tinggi jabatan di kantor, kita haruslah terlihat dari grooming kita. Penampilan adalah interpretasi dari keprofesionalan kita,” ungkap Yuliana. Jangan sampai jabatan kita tinggi namun penampilan kita terkesan tidak rapi, misalnya.

Jabatan yang tinggi memang diharapkan oleh setiap pekerja kantor. Setiap karyawan berlomba-lomba untuk mendapat atensi dari atasan agar segera naik jabatan. Namun, perlu diingat bahwa jabatan yang tinggi tidak selamanya menyenangkan. Memang, gaji, dan tunjangan kita akan bertambah sesuai dengan kenaikan pangkat. Tetapi perlu digarisbawahi, semakin tinggi jabatan kita maka semakin besar tanggung jawab yang kita pegang dan semakin banyak waktu yang tersita untuk bekerja. Akibatnya waktu untuk keluarga dan diri sendiri menjadi berkurang.

Berjuang untuk mendapatkan karir yang lebih baik memang perlu. Akan tetapi jangan sampai hidup kita menjadi kurang sempurna, karena kita tidak bisa menyeimbangkan antara pekerjaan, keluarga, dan diri kita sendiri.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.