AWET MUDA ZAMAN SEKARANG

Awet muda bukan hanya sekedar rupa. Selalu bahagia dan positif pun bisa bikin usia tua tetap berasa muda.

Nova - - Isu Spesial - EVELINE / TENTRY

“A h, yang benar sudah 38 tahun? Wah, terlihat seperti 28 tahun, ya?” Mendengar pujian seperti ini, wanita mana yang tidak sumringah. Apalagi wanita yang sudah menginjak usia di atas 30 tahun, yang mana tanda-tanda penuaan tubuh sudah mulai tampak. Seperti munculnya garis halus pada wajah, warna kulit mulai terlihat kusam, dan munculnya flek hitam. Tandatanda tersebut sering membuat sebagian besar wanita menjadi tidak tidak percaya diri dan melakukan serangkaian perawatan untuk membuat wajah mereka terlihat lebih awet muda.

Semakin berumur semakin besar obsesi wanita-wanita tersebut untuk membuat wajah menjadi awet muda. Bukan hanya melakukan perawatan salon dan estetika saja, mereka juga rela melakukan operasi plastik untuk mengubah wajahnya. Obsesi ini biasanya muncul karena selalu ingin terlihat menarik. Tak jarang juga mereka terpengaruh oleh publik figur yang masih tetap cantik meski sudah berumur, seperti Puspa Dewi, Sophia Latjuba hingga Paramitha Rusady.

Bukan hanya sekadar ingin dipuji oleh lingkungan dan disayang oleh pasangan, tapi banyak juga orang yang melakukan berbagai cara untuk terlihat awet muda karena faktor pekerjaan. “Sebagian dari mereka menyadari dengan meningkatnya usia, mereka mungkin kehilangan kesempatan kerja yang sebelumnya diperoleh, kesempatan usaha, kesempatan interaksi, kesempatan finansial dan kesempatan hubungan,” jelas RR Adityana Kassandravati seorang Psikolog dari Kassandra & Associates.

Cantik Dulu Bukan Lagi Cantik Sekarang

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, paradigma cantik dan awet muda dalam masyarakat pun ikut bergeser. Ukuran kecantikan serta wajah yang awet muda zaman dulu dengan zaman sekarang menjadi berubah. Sekarang, kecantikan dibentuk oleh konstruksi sosial, di mana masyarakat itu sendiri yang menciptakan makna cantik dan awet muda.

“Awet muda sebenarnya, kan, tampilan fisik yang berbeda dari usia yang sesungguhnya. Secara fisik, yaitu bentuk tubuh dan wajah terlihat seolah-olah menyamar. Semua orang ingin awet muda, ya. Terlebih orang dewasa yang ingin mendapat apresiasi karena berpenampilan selayaknya anak muda,” ujar Dewi Ayu Hidayati, Dosen Sosiologi Keluarga, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung.

Menjadi tua itu pasti. Tidak ada yang bisa menghentikan proses penuaan pada tubuh. Namun kalau proses penuaan itu bisa diperlambat, kenapa tidak? Untuk awet muda, tentu saja ada caranya. Ada yang menggunakan cara alami dan ada juga yang menggunakan cara instan. Pakar estetika wajah dan medis juga menyarankan agar melakukan perawatan secara alami, misalnya rutin berolah raga dan menerapkan pola hidup sehat. Selain mudah, perawatan kecantikan secara alami tentunya berdampak baik untuk kesehatan. “Nah, dengan tubuh yang sehat, tentunya wajah akan terlihat segar dan awet muda. Awet muda itu sebenarnya bonus,” katanya.

Sekarang sudah bukan rahasia lagi jika seorang wanita melakukan suntik botox (Botullinium Toxin), filler, atau tanam benang untuk memperbaiki struktur wajah dan terlihat awet muda. Kini semakin mudah menemukan klinik kecantikan yang menyediakan serangkaian perawatan untuk penundaan penuaan. Dengan melakukan treatment tersebut, wajah akan terlihat lebih fresh dan kinclong dalam waktu singkat. Meskipun hasilnya cepat terlihat, namun kita perlu merogoh kocek cukup dalam, lho. Tidak hanya publik figure, pekerja kantoran juga mulai banyak yang melakukan perawatan tersebut.

Bersikap Positif

Mau melakukan suntik botox atau filler? Boleh saja. Asal masih batas wajar dan sesuai kebutuhan. Pandangan masyarakat terhadap gaya hidup yang serba instan, khususnya dalam hal kecantikan memang menuai pro dan kontra. Tidak sedikit cemoohan atau kritikan dari masyarakat apabila kita melakukan perawatan kecantikan secara instan. Lalu seperti apa kita menanggapinya?

“Kalau kita melakukan suntik botox atau filler di bagian wajah, selagi wajar, kenapa tidak? Selagi tidak merugikan orang lain sebenarnya tidak masalah dan kembali ke pribadi masing-masing. Kalau ada yang mencemooh karena kita melakukan treatment tersebut, ya sudah, diamkan saja. Toh, kita tidak merugikan mereka dan secara finansial pun kita mencukupi. Berpikir positif saja, jangan ambil pusing,” ungkap Dewi.

Pasti ada alasan tertentu apabila seseorang melakukan perawatan kecantikan. Misalnya saja tuntutan pekerjaan. Saat ini beberapa lingkungan pekerjaan ada yang mengharuskan pekerjanya untuk tampil fresh tanpa pulasan makeup yang belebihan. Selain itu, bisa jadi memang punya keinginan untuk memuaskan suami dengan wajah yang awet muda.

Jadi, tidak ada salahnya untuk tampil muda dengan dibantu perawatan kecantikan. Namun harus diingat, masih dalam batas wajar dan tidak ada yang dirugikan.

Pola Hidup Sehat Kunci Utama

Banyak wanita belum menyadari menjadi awet muda serta sehat bukan karena proses instan tersebut melainkan mereka harus menjaga pola hidup sehat sedari muda. Misalnya saja dengan mengonsumsi sayur, buah-buahan hingga melakukan olahraga secara rutin adalah kunci untuk tampil menarik setiap saat.

Tilik saja Sophia Latjuba walaupun usianya 47 tahun tak membuat dirinya terlihat tua. Rutinitas yoga rutin dan pola makan sehat yang dijalaninya membuat tubuhnya tetapi langsing. Tak tampak kerutan di kulit wajah ibu dua anak tersebut. “Sudah semakin banyak perempuan yang memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat dan menunda proses penuaan bahkan tanpa operasi plastik,” lanjut Kassandra.

Selain menjalani pola hidup sehat, menajemen emosi juga penting. Emosi negatif, seperti marah dan stres, biasanya akan memberikan efek kerutan di wajah yang membuat paras tak lagi fresh. Sementara emosi positif, seperti kebahagiaan, mampu untuk memancarkan aura kecantikan sesungguhnya. Kebahagiaan bisa diciptakan dengan hal-hal yang sederhana, seperti mencintai dan mengharga diri sendiri.

Tidak perlu membandingkan dengan orang lain, terutama publik figur, cukup menerima keadaan diri sendiri. Sebab, belum tentu sosok perempuan di majalah atau layar kaca yang terlihat sempurna itu benar adanya, bisa jadi hal tersebut hanyalah fiktif belaka bagaikan sebuah hologram.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.