Si buTeT YanG keTaGiHan Film Pendek

Mulai berkibar sebagai sutradara, ia mengaku suka mendadak pergi kalau mau naik gunung.

Nova - - Selebritas - AGHNIA HILYA N FOTO: AGHNIA, DOK. INSTAGRAM

Jika bintang ingin naik kelas, jadilah sutradara. Ungkapan seperti itu diyakini oleh banyak bintang film.

Lantas, Butet, eh Prisia Nasution yang telah membintangi paling tidak 15 film itu pun berkiprah jadi sutradara. Karena ia ingin naik kelas atau sudah bosan beraksi di depan kamera?

Sebagai pemeran Srintil dalam Sang Penari (2011), ia sempat dinobatkan sebagai Aktris Utama Terbaik di Festival Film Indonesia. Lantas, sebagai Butet Manurung di Sokola

Rimba (2013), Prisia kian mengilap. Tapi, ingin naik kelas, sepertinya bukan itu hasratnya. Karena, perempuan yang akrab disapa “Phia” ini sempat jadi juri di berbagai festival film. Dan lantaran banyak menilai film, Phia jadi tergugah menjadi orang di belakang layar, sebagai sutradara. Ternyata, dunia belakang layar telah dijajalnya sejak lima tahun lalu. Hasilnya? Salah satu dari beberapa film pendek garapannya yang berjudul Topeng, sempat beraksi di Los Angeles Festival (2014).

Sebagai aktris, Phia tentu sudah khatam. Tapi, bagaimana sebagai sutradara? “Ya sutradara, kan, jadi kepala semuanya ya. Beda kalau jadi aktor yang kita fokusin ya di keaktorannya saja. Sutradara, kan, juga harus jadi penentu keputusan untuk semuanya,” ujar aktris yang memulai kariernya sebagai model.

Buat Phia, lebih enak jadi sutradara atau jadi pemain?

Dengan spontan dan senyuman, Prisia menjawab: belakang layar. Namun, ia lekas mengoreksi perkataannya. Ternyata, ia tak bisa memilih kedua hal tersebut.

“Sebenarnya enggak juga, sih. Kalau di belakang layar, enaknya, ya udah dateng gitu aja, enggak perlu makeup, enggak perlu apa gitu. Cuman beban yang dipikirin juga banyak. Kalau di depan layar, ya tanggung jawab sebagai aktor juga berat sih, jadi ya samalah,” ujar perempuan 34 tahun ini.

Tapi, meskipun begitu, Phia justru mengaku ketagihan menjadi sutradara. Alasannya simpel. Ia suka bercerita. “Jadi kalau orang nulis jurnal, kalau saya bikin film pendek,” ungkapnya. Dan, film bergenre

thriller yang paling disukainya. “Kalau untuk bikin drama, kayaknya emang enggak selera. Maksudnya, kalau drama kan cerita cinta-cintaan, buatku cerita kayak gitu agak membosankan,” tukasnya.

Jika tak suka menggarap film drama, jangan-jangan karena Phia berhobi olahraga esktrem?

Mungkin saja. Karena, seperti sebagian kita tahu, istri dari aktor Malaysia—Iedil Putra—Ini menggandrungi panjat tebing, naik gunung, dan menyelam.

“Emang dari kecil, sih, udah suka naik gunung dan ke laut juga, bapak orang laut juga. Jadi ya udah suka sejak kecil,” ungkapnya.

Ternyata bukan hanya hobinya yang menarik, cara dia merencanakan perjalanannya juga unik. Ia kerap berangkat dadakan.

“Bisa aja tiba-tiba besok berangkat,” ungkapnya.

Tapi, kalau sedang jadi sutradara, apakah Phia bisa serba mendadak?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.