Daycare, SoluSi Ibu Masa KInI

Dengan jumlah uang yang kurang lebih sama dengan yang harus kita keluarkan untuk membayar babysitter, menitipkan si kecil di daycare bisa jadi lebih menyenangkan buat kita, dan juga si kecil.

Nova - - Isu Spesial - MARIA ERMILINDA HAYON | FOTO: MARIA, DOK. PRIBADI

Hari ini, seorang ibu bekerja dan berkarier bukanlah sesuatu hal yang aneh. namun, yang tak pernah berubah, ibu tetap berperan untuk mengasuh anak.

Karenanya, di saat kita tak cukup waktu, maka memberikan kepercayaan kepada pihak lain untuk mengasuh anak adalah salah satu solusi yang tepat.

solusi yang ditawarkan pun kian beragam dalam membantu para working mothers. Daycare menjadi salah satu pilihan bagi sebagian orangtua yang harus bekerja dan hendak menitipkan anaknya. Kenapa bisa begitu? “Ketika di daycare anak mendapatkan kesempatan main dengan sebaya atau yang lintas usia. Hal ini juga jadi proses belajar anak untuk mengembangkan sosialisasi. Regulasinya juga cukup teratur, sehingga anak juga belajar pola disiplin,” ujar Irma Gustiana, psikolog anak dan remaja.

namun tidak serta-merta kita bisa mengandalkan daycare sepenuhnya. Orangtua pun harus menjadi contoh dalam meningkatkan kemandirian dan sosialisasi anak serta membantu membentuk karakternya.

“Pengembangan sosialisasi anak tidak hanya ditentukan oleh satu variabel saja. bukan berarti anak yang dititipkan di daycare akan lebih baik dari sisi sosialisasi dan disiplin. Peran penting dari orangtua juga sangat dibutuhkan anak. Intinya stimulasi yang seimbang dan konsisten antara di rumah dan di daycare yang akan membentuk anak menjadi anak yang disiplin dan terampil sosial,” jelas Irma.

Kegiatan-kegiatan di dalam daycare pun dikemas sedemikian menarik dan edukatif demi membantu anak belajar. salah satu daycare di Jakarta, Lovely sunshine Daycare di bawah pengelolaan amanda Wangsa yang telah berdiri sejak 2011 ini memberikan berbagai macam pengajaran bagi anak. Daycare ini diperuntukan bagi anak usia 3 bulan sampai dengan 6 tahun, dimulai dari baby daycare dan kelas preschool dari junior toddler (1-2 tahun), toddler (2-3 tahun), prekindergarten (3-4 tahun), kindergarten 1 (4-5 tahun), dan kindergarten 2 (5-6 tahun).

banyak kegiatan disajikan untuk mengisi waktu anak mulai dari mereka datang, belajar, hingga siap kembali pulang berkumpul bersama keluarga. Tidak perlu khawatir, pengajar yang ada pun sudah berpengalaman dalam mengasuh anak.

“Jadi pagi itu untuk bayi: berjemur dulu, lalu dimandikan, sarapan, kemudian mereka dikasih kebutuhannya susu, buah, dan juga ada program baby gym dan baby spa,” ujar Ruslan Tobing yang juga Kepala sekolah dari Lovely sunshine Daycare.

Pendidikan Moral dan Karakter

selain berkegiatan seperti biasanya, daycare ini juga fokus pada pembelajaran dan pembentukan karakter anak. Karena mereka paham betul bahwa mengasuh itu bukan sekadar merawat, tapi juga mendidik. Metode Montessori juga diterapkan dalam daycare ini.

“Jadi setiap minggu itu ada pelajaran moral and character education, di mana dalam pembelajaran anak dididik untuk lebih care kepada orang lain, kepada lingkungan, sopan santun, dan tata krama,” jelas Ruslan.

Kurang lebih sudah ada sekitar 30 anak yang dititipkan untuk diasuh dalam daycare ini, bahkan ada yang sejak bayi sampai mereka memasuki usia 6 tahun.

Fasilitas yang diberikan pun cukup memadai mulai dari taman bermain, alat belajar, makanan, dan juga adanya pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan dokter gigi selama tiga bulan sekali. Pemantauan perkembangan anak pun dilakukan secara rutin dan berkala. selain itu, untuk daycare baby ada program pro asI yang dijalankan di sini, jadi tidak perlu khawatir akan gizi anak. Daycare sendiri dijalankan mulai pukul 8 pagi hingga 6 sore.

syarat untuk dapat menitipkan anak di daycare ini pun mudah, hanya membutuhkan akte kelahiran anak dan fotokopi KTP orangtua. untuk paket lengkap, biaya yang perlu dikeluarkan berkisar Rp3 juta per bulan.

Menarik dan penting untuk diperhatikan juga adalah kondisi psikologis anak ketika mereka harus dititipkan di daycare. apakah akan membuat mereka terganggu secara psikologis karena kurangnya waktu bertemu dengan orangtua dan keluarga?

“sejauh kebutuhannya sebagai anak terpenuhi secara fisik dan mental, anak bisa saja mengembangkan kemampuannya. Hanya saja orangtua perlu mencari informasi yang lengkap mengenai kualitas daycare, fasilitasnya, tenaga pengasuh dan juga proses belajar apa yang didapatkan anak. bukan sekadar ‘yang penting anak dititipkan’ karena tidak ada pengasuh di rumah,” ungkap Irma.

IRMA GUSTIANA A, M.PSI, PSI (PSIKOLOG ANAK DAN REMAJA DARI KLINIK RUANG TUMBUH)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.