MENGHADAPI SILENT COMPLAINT DI KANTOR

Nova - - Isu Spesial -

Dalam urusan pekerjaan, komplain umumnya dilakukan oleh rekan kerja yang posisinya sejajar, atau atasan kepada bawahan. Sedangkan, komplain dari bawahan ke atasan jarang dilakukan karena adanya keengganan, sungkan, atau perasaan takut.

Nah, bagaimana kalau Pak atau Bu Bos kita melakukan silent complaint pada kita?

Yaah, sungguh malangkah nasib kita? Bisa jadi. Namun, bukan kita lantas jadi ikutan silent. Karena kalau kita bersikap seperti itu juga, “Kelar dah idup lo,” kata teman kita seruangan.

Yang bisa kita lakukan—meskipun berat—buang rasa enggan, sungkan, apalagi takut. Temui, dan minta atasan kita itu membahas masalah silent complaint-nya ke kita.

Tapi, bagaimana cara kita mengetahui apa benar bos tengah melakukan silent complaint?

Jika kita kerap berinteraksi dengannya, tentu kita tahu kalau sang bos itu mendadak berubah sikap. Atau, bisa saja kita mencari tahu lewat rekan kerja yang bisa kita percayai. Atau, bisa juga kita bertanya pada rekan di bagian HRD. Karena jika berkaitan dengan kinerja kita, tentu atasan akan menyampaikan hal itu pada bagian ini.

Tapi, apa yang harus kita lakukan jika justru kita yang menjadi bos?

Kalau mau menjadi atasan yang baik dan bijak, tentu kita jangan melakukan silent complaint pada bawahan. Karena, seperti kita tahu, kerap terjadi karyawan berhenti bekerja karena merasa sakit hati karena tidak diberi tugas dan tanggung jawab lebih—yang ada malah didiamkan oleh atasan. Nah, ini salah satu dampak buruk dari silent complaint yang dilakukan bawahan pada kita.

Apa saja penyebab silent complaint yang bisa dilakukan bawahan atau rekan sekerja kita?

Kata Kasar

Sesungguhnya, tidak semua orang suka dikomplain atau ditegur dalam hal pekerjaan. Maka penggunaan kata-kata yang tepat akan mengubah keadaan atau membuat komplain yang bisa berdampak positif. Ingat, yang dikomplain pekerjaannya, bukan orangnya. Kata-kata kasar misalnya: “Kamu itu tidak becus, bodoh!” adalah kata-kata yang tidak tepat dalam mengungkapkan komplain.

Katakan Positif

Mendengarkan feedback positif tentang diri kita yang disampaikan orang lain tentulah membahagiakan. Makanya, jangan pelit melakukan hal yang sama pada bawahan atau rekan kerja.

Katakan Sekarang

Sampaikan komplain atas kejadian saat ini, bukan yang dulu pernah dilakukan. Jika tak berkaitan langsung, jangan diungkit-ungkit.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.