NIKITA Willy KAYA Berkat Properti

Nikita yang disebut-sebut masuk jajaran “artis Indonesia terkaya” ini jadi milyarder karena berinvestasi. Karena dorongan ibunda atau sang pacar yang juga milyarder itu?

Nova - - Cover Story -

Meski masih muda, Nikita Willy bukan berarti abai akan masa tua. Apalagi sejak sekitar 6 tahun lalu sang ibu pun menjadi single parent.

Karenanya, Nikita sejak usia 17 tahun sudah aktif berinvestasi. Dan di bidang properti yang menjadi pilihannya.

“Tujuan investasi untuk passive income dan untuk masa tua. Jadi untuk nabung juga,” ungkap Nikita saat berkunjung ke NOVA, Minggu (23/9) lalu.

Mengapa properti yang dipilihnya? Seperti sebagian kita tahu, “Properti, kan, harganya naik terus apalagi kita kalau beli tanah, kan harganya juga naik terus. Jadi ya tabungan aja buat nanti,” jelas Nikita.

Tapi, ternyata pada awalnya Nikita membeli properti bukan untuk berinvestasi. Lantas, buat apa? Ooo ternyata, itu berkaitan dengan kesibukannya syuting.

“Awalnya mulai membeli properti karena kebutuhan. Aku rumahnya di Jakarta Timur dan kebanyakan aku syuting di Jakarta Selatan, kadang di Jakarta Barat. Jadi aku membeli satu properti di Jakarta Selatan dan di Jakarta Pusat supaya deket ke mana-mana,” ujar Niki.

Tapi, tentu saja Nikita tak bisa dalam waktu yang sama menempati semua tempat itu sekaligus. Hingga ia pun punya solusi jitu. “Pas enggak dipakai, disewasewain, dan pas dijual harganya juga melambung banget. Mamaku berpikir, Kenapa kita enggak beli banyak aja? Kayak apartemen, atau kita sewa-sewain. Terus kalau misalkan emang udah naik harganya, kita jual,” lanjutnya. Saat ditemui belum lama ini, Yora Ferine, sang ibunda juga mengatakan hal yang sama. Ibu sekaligus manajer keuangan Nikita ini memilih apartemen sebagai properti yang dibeli di awal.

“Kita beli di Jakarta Selatan itu cicilan pertama, akhirnya kita tinggal di sana. Terus ada uang lebih kita beli lagi di sekitar Kuningan. Itu pun cicilan. Saat ini kita beli lagi di daerah Kemang, itu pun cicilan. Semuanya cicilan. Yang pertama kita sewain, kok bagus ya. Terus kita beli di Kuningan, Kuningan itu benerbener bagus banget harga sewanya,” terang Yora.

Apartemen Hingga Kontrakan

Kini, Niki-sapaan akrabnyamemiliki enam unit apartemen yang berlokasi di Apartemen Sky Garden Setiabudi, Apartemen Kemang Village, dan Apartemen Lavande Tebet.

Seperti sebagian kita tahu, semua apartemen itu berlokasi di tempat-tempat strategis dengan kualitas apartemen kelas atas. Wajar jika harga sewanya pakai hitungan dolar.

“Soal harga, Tergantung lokasinya. SCBD, Kuningan, mahal karena lokasinya strategis. Lebih luas yang di Kemang, sih. Di Kuningan itu US$2800 (setara dengan Rp42 juta) per-bulan, kalau di Kemang US$2200 (setara dengan Rp39 juta) per-bulan, dan yang di Tebet Rp17 juta sebulan.”

Tak hanya itu, ternyata Niki juga memiliki properti lain dalam bentuk perumahan klaster, Winona Residence, dekat dengan rumahnya di Jatiwaringin, Jakarta Timur.

“Klaster itu dari 7 tahun yang lalu, 2011. Awalnya empat rumah. Saya jual harga Rp1,25 miliar luas 110 m2, itu laku. Saya beli tanah lagi, bikin lagi. Sekarang lagi mau bikin tapi belum jadi, masih proses,” jelas Yora. Klaster yang namanya diambil dari adik Nikita itu pun kini berisikan masingmasing 4 rumah dan 8 rumah. Harganya pun berbeda-beda, tergantung luas. “Kebanyakan Rp1,25 miliar. Ada juga Rp1,1 miliar yang lebih kecil. Kalau yang di hook itu Rp1,6 miliar,” terang Yora.

Selain menjual secara langsung, Nikita mengatakan, “Ada juga yang disewain, ikut beberapa aplikasi online kita coba masukin. Ada yang memang sengaja dibeli karena tau harganya akan naik langsung dijual pada saat launching.”

Sudah begini, pantaskah Nikita disebut paham betul soal berinvestasi di bidang properti?

Mungkin saja. Meskipun dia mengaku segala urusan teknis investasinya dikelola dan dipegang penuh oleh sang ibunda. Sesekali Niki juga berkunjung ke Winona Residence untuk melihat keadaan propertinya. Bahkan, “Pada saat pembangunan aku juga beberapa kali lihat langsung.”

Yora pun memilih turun tangan langsung dalam tiap pembangunan propertinya. “Saya pakai bahan-bahannya bagus semua. Karena

branding-nya kan Nikita Willy. Semua orang tau, kalau mau beli, Ini rumah Nikita ya? Kalau jelek saya malu,” ungkap Yora.

“Walaupun lakunya lama ya.. setahun gitu. Ngebangunnya aja bisa dua tahun cuma 8 rumah. Tapi kita enggak pake developer, murni saya yang bangun. Kita cuma beli gambar aja. Enggak bangun satu terus udah dijual. Saya bangun terus sampai selesai. Pas beli, udah bisa liat rumahnya,” sambungnya.

Belum cukup apartemen dan klaster, ibunda Nikita ini masih mau coba jenis properti lain. “Mau bikin 30 kontrakan, kayaknya. Ini mau dicoba nih, baru beli tanahnya di Jatiasih, Bekasi, dekat tol. Ini udah bayar, lagi mau dibangun,” terangnya.

Mengapa Yora begitu bersemangat berinvestasi demi Niki, gampang kita tebak.

“Supaya dia enggak menghamburhamburkan. Dia lihat di tabungan banyak uang, lalu dihabisin, ya, kan? Dan itu untuk bekal dia nanti di hari tuanya dia. Kalau udah enggak produktif lagi, udah banyak. Jadinya

“Untuk berinvestasi dari muda, menurut aku, selagi kalian mampu dan bisa ya kenapa enggak, kita juga sekalian belajar untuk berinvestasi.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.